Kamis, Agustus 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Rantau, Kado Ulang Tahun untuk Zulkifli Hasan

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (22/04/2022) - 00:09 WIB
in NASIONAL
0
Peluncuran novel Rantau, karya Futri Zulya dan Zita Anjani, yang mengisahkan perjuangan ayah mereka Zulkifli Hasan saat merantau dari Lampung Selatan ke Jakarta.

Buku Rantau mengajarkan proses, kalau mau sesuatu harus berjuang dan mau berkorban.

JAKARTA — Sejak kecil, Futri Zulya dan Zita Anjani sering sekali mendengar cerita tentang perjuangan keras sang ayah menjalani kehidupannya. Mulai dari masa kecil yang sulit di sebuah desa di Lampung Selatan, hingga ia merantau ke ibu kota hanya berbekal satu buah ransel dan sedikit perhiasan dari ibundanya.

Kisah hidup sang ayah yang kini menjabat Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut pun menggugah Futri dan Zita untuk menuangkannya dalam sebuah buku berjudul Rantau. Buku tersebut sedianya akan dijadikan kado ulang tahun Sang Ayah, Zulkifli Hasan, yang lahir pada 31 Agustus. Namun, karena satu dan lain hal buku bertajuk Rantau baru dapat dirilis pada Kamis (21/4/2022).

“Awalnya kita tuh sering banget diceritain soal kisah hidup papih (Zulkifli Hasan), bagaimana masa kecilnya dia harus berjuang. Lalu pas adik kita yang paling kecil mau sekolah ke New York, kita mikir apa nggak kita buat aja cerita papih ini ke dalam buku. Yang mengisahkan gimana dia berjuang saat merantau ke Jakarta. Ini juga sekaligus sebagai kado ulang tahunnya,” ujar Zita yang dapat peran menuliskan kisah Zulkifli kecil dalam buku Rantau, saat berbicara dihadapan media, Kamis.

Zita mengatakan, ia ingin kisah ayahnya tersebut dapat menjadi inspirasi banyak perantau agar tak mudah menyerah. Semua yang diceritakan dalam buku Rantau bahkan menurutnya, sudah dikonfirmasi secara langsung dengan banyak saksi mata di desa tempat Zulkifli Hasan tumbuh di Lampung Selatan.

Hal senada disampaikan Futri. Putri sulung mantan ketua MPR tersebut berharap kisah perantauan ayahnya, dapat menjadi semangat bagi para generasi muda yang membacanya. Dimana kegigihan dan kerja keras akan membuahkan hasil yang luar biasa.

“Dari buku ini kita bisa lihat, ada loh anak dari perantauan di daerahnya padahal belum ada listrik kadang suka bertemu buaya atau hewan buas lain. Tapi dengan kegigihan dan kerja kerasnya ternyata berhasil,” kata Futri yang mengaku menghabiskan lebih dari lima tahun menggarap buku tersebut bersama adiknya.

Namun, meski memakan waktu lama ia yakin kisah dalam buku bisa membawa nilai positif bagi pembacanya. Kisah Zulkifli Hasan dalam buku ini mengajarkan bagaimana proses seorang anak, dari yang bukan apa-apa kini menjadi orang yang sukses dalam berbisnis hingga politik.

“Buku ini mengajarkan proses. Kalau mau sesuatu harus berjuang dan mau berkorban. Jangan lupa berdoa pada Allah SWT,” ungkap Futri.


Hal lain yang juga ia petik dari perjalanan hidup ayahnya adalah soal kegigihan. Zulkifli, menurut Futri, kerap mengajarkan anak-anaknya untuk selalu gigih dalam memperjuangkan apa yang diimpikan. Tak perlu gengsi melakukan sesuatu asalkan baik.

“Apapun yang kita kerjakan kalau gigih dan bekerja keras maka akan membuahkan hasil. Nggak usah gengsi, dulu Papih bahkan mengawali usahanya dari berjualan enskiklopedia dan nggak laku,” katanya.

Buku Rantau akan mengajarkan tentang perjuangan. Bahwa segala hal di dunia ini tak bisa diraih dengan mudah. Harus gigih dan bekerja keras, serta tak lepas dari tuntunan agama.

Sumber: Republika

Tags: buku rantaukisah zulkifli hasanrantaurantau zulikfli hasan
ShareTweetPin
Previous Post

ISIS Klaim Dalangi Pengeboman Masjid di Afghanistan

Next Post

Polisi Selidiki Misteri Kematian Keluarga Kaya Rusia di Spanyol dalam Serangan Kapak Maut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Alumni FKep USK Berhasil Raih Karier sebagai Perawat di Jerman Lewat Program G to G

Alumni FKep USK Berhasil Raih Karier sebagai Perawat di Jerman Lewat Program G to G

Rabu (05/08/2026) - 21:39 WIB
Lapas Blangpidie Gandeng LBH Jendela Keadilan Aceh Perkuat Layanan Bantuan Hukum

Lapas Blangpidie Gandeng LBH Jendela Keadilan Aceh Perkuat Layanan Bantuan Hukum

Rabu (05/08/2026) - 21:24 WIB
Merawat Filosofi ‘Sama-Sama Ngerti’, Sangerday Fest 2026 Segera Hadir di Museum Tsunami Aceh

Merawat Filosofi ‘Sama-Sama Ngerti’, Sangerday Fest 2026 Segera Hadir di Museum Tsunami Aceh

Rabu (05/08/2026) - 18:23 WIB
Mawardi Nur Dilantik Jadi Kepala BPMA

Mawardi Nur Dilantik Jadi Kepala BPMA

Rabu (05/08/2026) - 14:25 WIB
Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

Rabu (05/08/2026) - 00:18 WIB
Mendagri Respons Laporan Wagub Aceh, Solusi Kelangkaan Semen Segera Dicari

Mendagri Respons Laporan Wagub Aceh, Solusi Kelangkaan Semen Segera Dicari

Rabu (05/08/2026) - 00:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.