Rabu, April 29, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Psikolog Merinci Penyebab Gangguan Mental di Jakarta, Cagub Diminta Masukkan ke Visi-Misi

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (03/09/2024) - 17:14 WIB
in NASIONAL
0
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat melintasi tol dalam kota dan Jalan Gatot Subroto di Jakarta, Selasa (21/5/2024). Kemacetan menjadi pemicu terganggunya kesehatan mental.

#image_title

JAKARTA – Psikolog sekaligus Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (PP HIMPSI) Samanta Elsener mengatakan, banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Biaya hidup tinggi menjadi salah satu di antara penyebab gangguan kesehatan mental yang paling banyak dialami di Jakarta.

Selain itu, menurut Samanta, jarak rumah ke kantor yang jauh membuat seseorang rentan mengalami masalah fisik sehingga meningkatkan faktor risiko stres, burnout, depresi, cemas, hingga performa kerja menurun. “Selain itu trauma akibat pengasuhan atau pelecehan, bullying, biaya hidup tinggi, menjadi ‘sandwitch generation’, utang, beban sosial juga bisa jadi penyebab,” kata Samanta saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/9/2024).

Kendati demikian, menurut Samanta, sekadar bercerita (talk theraphy) tak dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menyebabkan gangguan kesehatan mental tersebut. Sehingga, dia berharap, program yang disediakan pemimpin Jakarta mendatang dapat lebih komprehensif. Menurutnya, pangkal permasalahannya adalah kemacetan.

“Solusi yang dibutuhkan warga Jakarta adalah bagaimana macet bisa terurai dan kualitas udara Jakarta bisa lebih baik,” katanya. Sehingga, kata dia, indeks kualitas hidup dan tingkat kebahagiaan masyarakat bisa lebih sejahtera lagi secara psikologis.

Di sisi lain, Psikolog Klinis Kasandra Putranto juga menyampaikan bahwa depresi dan kecemasan merupakan salah satu primadona masalah kesehatan mental di Jakarta. “Kalau data riset kesehatan dasar itu sebenarnya ada yang sudah dikeluarkan oleh Kemenkes. Yang jelas memang kecemasan, depresi, masih jadi salah satu primadona masalah kesehatan mental selain gangguan lain, terutama setelah pandemi,” kata Kasandra.

Mengacu pada data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sekitar 1 dari 10 orang di Indonesia mengidap gangguan mental. Dalam data yang sama, Riskesdas 2018 mengungkapkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun di Indonesia mengalami gangguan mental emosional.

Selain itu, lebih dari 12 juta orang dalam kelompok usia yang sama mengalami depresi. Penyebabnya tentu akan sangat beragam. “Mulai dari genetik, pola asuh, tekanan, lingkungan dan lain-lain,” katanya.

Karena itu, Kasandra mengatakan, hal ini yang perlu ada dalam program kerja pemimpin Jakarta kelak. Sehingga diharapkan data riskesdas bisa menjadi lebih baik di tahun depan. “Yang jelas salah satunya Jakarta adalah penyumbang angka kekerasan seksual, kemudian penyumbang angka adiksi narkoba,” katanya.

Jadi, kata dia, begitu banyak masalah di Jakarta yang harus menjadi perhatian calon pemimpin di depan supaya bisa memusatkan perhatian dalam kebijakan-kebijakannya dan membuat program-program yang memang bermanfaat serta bisa diakses oleh masyarakat.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: cagub cawagub jakartagangguan kesehatan mentalkemacetan jakartakemacetan kesehatan mentalkesehatan mentalkesehatan mental orang jakartamengatasi strespilkada jakarta
ShareTweetPin
Previous Post

Luis Suarez Umumkan Pensiun Bela Uruguay Selepas Laga Kontra Paraguay Akhir Pekan Ini

Next Post

Erick Thohir: PSSI Jantungnya Sepak bola, Kini Saatnya Diperbaiki

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Menag Nasaruddin Umar Tidak Larang Warga Sembelih Hewan Kurban

Menag Nasaruddin Umar Tidak Larang Warga Sembelih Hewan Kurban

Selasa (28/04/2026) - 22:05 WIB
Pemko Banda Aceh Pastikan Kasus Kekerasan Balita di Daycare, Operasional Dihentikan

Pemko Banda Aceh Pastikan Kasus Kekerasan Balita di Daycare, Operasional Dihentikan

Selasa (28/04/2026) - 22:02 WIB
Nurlis Effendi Ditunjuk sebagai Jubir Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Hormati Usulan DPRA Cabut Pergub JKA, Tunggu Rekomendasi Resmi

Selasa (28/04/2026) - 21:52 WIB
Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Dugaan Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Dugaan Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh

Selasa (28/04/2026) - 21:39 WIB
Ilustrasi bayi. Foto: Net

Bayi Diduga Dianiaya di Daycare Banda Aceh, 3 Pengasuh Langsung Dipecat

Selasa (28/04/2026) - 21:32 WIB
Jemaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Bus Shalawat Nonstop di Makkah

Jemaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Bus Shalawat Nonstop di Makkah

Selasa (28/04/2026) - 13:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.