Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Presiden Sri Lanka Akui Buat Krisis Ekonomi

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (19/04/2022) - 13:37 WIB
in INTERNASIONAL
0
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa

Rajapaksa mengatakan pemerintah seharusnya mendekati IMF sejak awal krisis.

 KOLOMBO — Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mengakui membuat kesalahan yang menyebabkan krisis ekonomi terburuk di negara itu dalam beberapa dekade, Senin (18/4/2022). Dia berjanji untuk memperbaiki kondisi yang sudah terjadi.


“Hari ini, orang-orang berada di bawah tekanan besar akibat krisis ekonomi ini. Saya sangat menyesali situasi ini,” kata Rajapaksa.


Rajapaksa membuat pengakuan saat berbicara dengan 17 menteri Kabinet baru yang ditunjuk. “Selama dua setengah tahun terakhir kami menghadapi tantangan besar. Pandemi Covid-19, serta beban utang, dan beberapa kesalahan di pihak kami,” katanya.


“Mereka perlu diperbaiki. Kita harus memperbaikinya dan bergerak maju. Kita perlu mendapatkan kembali kepercayaan rakyat,” ujarnya.


Rajapaksa mengatakan pemerintah seharusnya mendekati Dana Moneter Internasional (IMF) sejak awal untuk membantu menghadapi krisis utang yang akan datang. Sri Lanka pun seharusnya tidak melarang pupuk kimia dalam upaya membuat pertanian sepenuhnya organik, karena kondisi ini menyebabkan penurunan kepemilikan devisa negara dan sangat merugikan petani.


Sri Lanka berada di ambang kebangkrutan dengan hampir 7 miliar dolar dari total 25 miliar solar utang luar negerinya jatuh tempo untuk pembayaran tahun ini. Kekurangan devisa yang parah menempatkan negara itu kekurangan uang untuk membeli barang-barang impor.


Orang-orang telah mengalami kekurangan kebutuhan pokok selama berbulan-bulan seperti makanan, gas untuk memasak, bahan bakar dan obat-obatan. Warga pun mengantre berjam-jam untuk membeli persediaan yang sangat terbatas yang tersedia.


Pemerintah juga disalahkan karena mengambil pinjaman besar untuk proyek infrastruktur yang tidak menghasilkan uang. Menurut Rajapaksa rasa sakit, ketidaknyamanan, dan kemarahan yang ditunjukkan oleh orang-orang yang terpaksa menunggu dalam antrean panjang untuk mendapatkan barang-barang penting dengan harga tinggi dapat dibenarkan.


Banyak kemarahan publik telah diarahkan pada Rajapaksa dan kakak laki-lakinya, Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa. Mereka mengepalai beberapa jabatan penting yang berpengaruh dan telah memegang kekuasaan selama hampir dua dekade terakhir.


Ribuan pengunjuk rasa menduduki pintu masuk kantor presiden untuk hari ke-10 pada Senin. Meski tuntutan mundur terhadap keluarga Rajapaksa terus meningkat, presiden dan perdana menteri tetap menjabat, hanya beberapa kerabat lainnya kehilangan kursi Kabinet sebagai upaya untuk menenangkan para pengunjuk rasa tanpa melepaskan kekuasaan keluarga. 

sumber : AP/Reuters

Sumber: Republika

Tags: Gotabaya Rajapaksaimfkrisis ekonomikrisis ekonomi sri lankakrisis sri lankakrisis utangpinjaman imfPresiden Sri Lankasri lanka
ShareTweetPin
Previous Post

Penanganan Hemofilia Dinilai Perlu Dioptimalkan

Next Post

Polemik Ruislag Masjid Al Hurriyah di Kebon Sirih Berlanjut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Selasa (21/04/2026) - 22:10 WIB
Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Selasa (21/04/2026) - 22:08 WIB
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Selasa (21/04/2026) - 22:04 WIB
Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.