Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan kegiatan “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”, bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Berdasarkan pantauan LensaKita melalui siaran langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan kendaraan dinas Maung. Kedatangan Presiden disambut dengan lantunan rebana yang dimainkan oleh anak-anak, serta sambutan hangat dari para jemaah yang telah lebih dahulu hadir.
Presiden Prabowo tampak mengenakan busana muslim berupa baju koko putih, peci hitam, dan celana hitam, mencerminkan nuansa religius dan khidmat kegiatan tersebut. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo dipersilakan menuju panggung utama dan menempati kursi yang telah disediakan, sebelum mengikuti rangkaian pembukaan acara.
Sesuai agenda, kegiatan ini diawali dengan majelis doa dan munajat bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mendoakan warga masyarakat yang wafat serta para penyintas bencana di berbagai daerah di Indonesia, sekaligus memohon keselamatan bangsa dan negara.
Selain itu, acara ini juga menjadi momentum pengumuman dan pengenalan jajaran pengurus baru MUI masa khidmat 2025–2030 kepada umat Islam, masyarakat luas, pemerintah, serta seluruh komponen bangsa. Pengukuhan tersebut merupakan bentuk kesinambungan peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan umat, moderasi beragama, serta kontribusi keumatan dan kebangsaan.
Dalam agenda resmi, Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan akan menyampaikan taklimat pada pukul 11.35 WIB, yang diharapkan berisi arahan dan pesan kebangsaan terkait peran ulama, umat, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional serta memperkuat persatuan bangsa.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjalin sinergi dengan para ulama dan tokoh agama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, damai, dan berkeadaban.








