Senin, Juli 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Pembangunan Pelabuhan Besar Kongo dan Kekhawatiran Kerusakan Alam

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (05/04/2022) - 06:25 WIB
in INTERNASIONAL
0
Seekor tukik berhasil menetas dan keluar dari cangkangnya

Pembangunan pelabuhan membuat penjaga hutan khawatir karena membahayakan alam

BANANA – – Setiap tahun, Christian Ndombe dan penjaga taman lainnya menjelajahi pantai-pantai lepas pantai Republik Demokratik Kongo. Mereka mencari sarang penyu, membawa telur-telur itu ke pusat penetasan untuk diinkubasi selama delapan pekan.

Dengan naiknya permukaan laut dan erosi, telah menghabiskan hampir seperempat tempat bertelur penyu. Sekarang kekhawatiran baru muncul dalam bentuk pelabuhan.

Menurut pemerintah, pembangunan pelabuhan akan membuka lapangan kerja dan menurunkan biaya impor. Namun ini menimbulkan kekhawatiran para penjaga hutan karena akan semakin membahayakan penyu untuk bertelur.

“Masalah yang kita miliki saat ini adalah untuk benar-benar melindungi mereka, kita perlu melindungi pantai,” kata Ndombe setelah melepaskan ratusan penyu yang baru menetas ke pantai dan menyaksikan mereka berebut ombak.

Menebarkan jaring ke laguna, nelayan Alexander Ngoma Chasa berharap untuk membeli barang-barang murah dan mendapatkan pekerjaan dengan dibangunnya Banan Port. Tapi dia khawatir tentang penyu dan hasil tangkapannya.

Banana Port akan dibangun dekat dengan perimeter Taman Laut Mangrove Kongo, sebuah cagar alam yang dilindungi oleh peraturan nasional dan internasional. Taman ini berisi berbagai spesies tumbuhan dan hewan yang rentan atau terancam punah, termasuk empat spesies penyu, manate, dan lumba-lumba.

Tidak jelas berapa banyak hutan bakau yang akan ditebang untuk mendukung pembangunan pelabuhan. Pengembang pelabuhan DP World Dubai belum mempublikasikan penilaian dampak lingkungan dan sosial atas lalulintas kapal-kapal besar di perairan tersebut.

“Strategi keberlanjutan memandu pendekatan kami.  Ini membantu kami untuk bekerja dengan cara yang bertanggung jawab yang memprioritaskan keberlanjutan dan dampak pada orang, komunitas, dan lingkungan tempat kami beroperasi,” kata pernyataan di situs perusahaan itu.

Pihak berwenang di Institut Konservasi Alam Kongo (ICCN), lembaga pemerintah yang mengelola taman nasional Kongo, mengatakan para ahlinya tidak dikonsultasikan dengan baik oleh para pengembang. “Sejauh yang saya tahu belum ada studi tentang dampak lingkungan dan sosial. Kita perlu melihat studi ini. Sampai sekarang kita belum memilikinya,” kata ketua ICCN Olivier Mushiete.

DP World bulan ini mengatakan kepada surat kabar The Guardian, bahwa mereka telah menyerahkan studi lingkungan dan dampak sosial awal kepada Badan Lingkungan Kongo, yang mengeluarkan DP World sertifikat lingkungan. “Kami akan melakukan studi dampak lingkungan lebih rinci sebelum konstruksi dimulai,” katanya.

Sumber: Republika

Tags: kongopembangunan pelabuhan kongopenjaga hutan kongopenyupenyu bertelur
ShareTweetPin
Previous Post

Partai Berkarya Masuk Koalisi Partai Nonparlemen

Next Post

Anggota DPR Pertanyakan Dirjen Bea Cukai Suka Jalan-Jalan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

Jumat (24/07/2026) - 22:42 WIB
Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Jumat (24/07/2026) - 22:38 WIB
Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Jumat (24/07/2026) - 16:44 WIB
Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Jumat (24/07/2026) - 15:53 WIB
Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Jumat (24/07/2026) - 15:51 WIB
Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Jumat (24/07/2026) - 15:49 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.