Kamis, September 24, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Pakar HAM PBB: AS Buat Hidup Perempuan Afganistan Lebih Buruk

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (27/04/2022) - 00:50 WIB
in INTERNASIONAL
0
Seorang anak perempuan menunggu teman-temannya saat mereka berjalan ke sekolah di Kabul, Afghanistan, Ahad (12/9).

AS membuat hidup lebih buruk bagi perempuan Afghanistan melalui pemblokiran aset

JENEWA — Pakar Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Amerika Serikat (AS) berkontribusi pada penderitaan perempuan di Afghanistan akibat pembekuan aset. Krisis kemanusiaan di negara dengan 23 juta atau sekitar 60 persen dari populasi bergantung pada bantuan makanan memiliki dampak yang tidak proporsional pada perempuan dan anak-anak.

“Sementara kekerasan berbasis gender telah menjadi ancaman lama dan parah bagi perempuan dan anak perempuan, itu telah diperburuk oleh langkah-langkah yang diberlakukan oleh AS …,” kata pernyataan pernyataan 14 pakar hak asasi independen PBB tanpa memberikan rincian spesifik.

Pakar HAM tersebut menyalahkan pemerintah AS karena membuat hidup lebih buruk bagi perempuan Afghanistan melalui pemblokiran miliaran dolar aset bank sentral. Padahal aset itu merupakan sebagian dari uang bantuan untuk negara yang terakumulasi selama beberapa dekade.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pernyataan itu mengandung kesalahan serius. Dia membantah bahwa tindakan AS telah meningkatkan kesulitan yang dihadapi oleh perempuan Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban.

Dana bank sentral Afghanistan telah dibekukan sejak Agustus ketika Taliban mengambil alih dan pasukan asing menarik diri. Presiden AS Joe Biden mengeluarkan perintah eksekutif pada Februari yang menggerakkan untuk membebaskan setengah dari 7 miliar dolar AS aset bank sentral Afghanistan yang dibekukan AS untuk membantu rakyat Afghanistan. Namun, Washington masih menahan sisanya untuk kemungkinan memenuhi tuntutan hukum terkait terorisme terhadap Taliban.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan tindakan Februari telah memfasilitasi, bukan memblokir akses ke sebagian besar cadangan Bank Sentral Afghanistan. “Jika kami tidak mengambil tindakan apa pun, semua cadangan tidak akan dapat diakses tanpa batas waktu,” kata juru bicara itu.

Para ahli PBB yang ditunjuk oleh Dewan Hak yang berbasis di Jenewa menyebut ketentuan perintah itu terlalu luas. Mereka menghasilkan pemenuhan sanksi yang terlalu bersemangat sehingga mencegah orang Afghanistan dari akses apa pun ke barang-barang kemanusiaan dasar.

Pejabat AS itu membalas bahwa sanksi tersebut memiliki pengecualian eksplisit untuk bantuan vital. Dengan hukum hak asasi manusia internasional, pemerintah termasuk AS memiliki kewajiban untuk memastikan kegiatan mereka tidak mengakibatkan pelanggaran hak.

Para ahli secara resmi menyampaikan keprihatinan dan rekomendasi mereka kepada pemerintah AS 60 hari yang lalu. Namun, menurut pejabat PBB, mereka belum menerima balasan.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: aset afganistanpakar ham pbbpbbpemblokiran aset afganistanperempuan afganistanperempuan kabul
ShareTweetPin
Previous Post

Rekayasa Lalu Lintas Puncak Selama Lebaran Dilakukan Situasional

Next Post

Pemerintah Diminta Patuhi Rekomendasi PP Muhammadiyah Soal Wadas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Wakili Kemenag Aceh Besar, Yasmaidar Terima Anugerah Bunda Inklusi Inovatif

Wakili Kemenag Aceh Besar, Yasmaidar Terima Anugerah Bunda Inklusi Inovatif

Rabu (23/09/2026) - 23:18 WIB
Berjalan Kaki 10 Kilometer Setiap Hari, Andriy Anta Kacaribu Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun

Berjalan Kaki 10 Kilometer Setiap Hari, Andriy Anta Kacaribu Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun

Rabu (23/09/2026) - 23:16 WIB
Jika Tidak Ada Rekomendasi Pusat, Persip Pase Tolak Kongres PSSI Aceh

Jika Tidak Ada Rekomendasi Pusat, Persip Pase Tolak Kongres PSSI Aceh

Senin (21/09/2026) - 13:24 WIB
Menteri ESDM Setujui Rekomendasi Teknis BPMA untuk Percepatan Implementasi Permen ESDM 14/2025 di Aceh

Menteri ESDM Setujui Rekomendasi Teknis BPMA untuk Percepatan Implementasi Permen ESDM 14/2025 di Aceh

Minggu (20/09/2026) - 17:11 WIB
Rumbuk Pesisir Dorong Ekonomi Kreatif dan Suarakan Akses Wilayah Pesisir Abdya

Rumbuk Pesisir Dorong Ekonomi Kreatif dan Suarakan Akses Wilayah Pesisir Abdya

Minggu (20/09/2026) - 15:55 WIB
Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional XXXI, DPRA Apresiasi Perjuangan Kafilah di Semarang

Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional XXXI, DPRA Apresiasi Perjuangan Kafilah di Semarang

Sabtu (19/09/2026) - 23:46 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.