Banda Aceh — Owner Daycare Baby Preneur, Husaini, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya orang tua atau wali murid, atas keresahan yang timbul akibat kejadian di lingkungan daycare tersebut.
Husaini mengaku baru dapat memberikan klarifikasi karena menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung agar tidak mengganggu jalannya pemeriksaan oleh pihak berwenang.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua/wali murid, atas keresahan dan kekhawatiran yang timbul akibat kejadian ini,” kata Husaini dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan bahwa saat ini pelaku telah menjalani pemeriksaan dan proses hukum sedang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pihaknya, kata dia, menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum serta mendukung langkah hukum yang diambil.
“Saat ini pelaku telah menjalani pemeriksaan dan proses hukum sedang berjalan. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang dan mendukung langkah hukum yang dilakukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Husaini juga menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak memiliki kaitan dengan TK Khalifah Aceh 3 maupun jaringan Khalifah secara nasional.
“Saya menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitannya dan tidak berada di bawah manajemen TK Khalifah Aceh 3 dan keluarga besar Khalifah se-Indonesia,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Daycare Baby Preneur dan TK Khalifah Aceh 3 merupakan dua unit yang berbeda, baik dari sisi manajemen, operasional, maupun lokasi.
“Unit Daycare Baby Preneur dan TK Khalifah Aceh 3 merupakan dua unit yang berbeda manajemen, berbeda operasional, serta berada di lokasi yang berbeda,” jelas Husaini.
Husaini juga menyatakan penyesalan mendalam atas peristiwa tersebut dan menegaskan sikapnya yang tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, terutama terhadap anak-anak.
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini dan tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam keadaan apa pun, khususnya terhadap anak-anak,” katanya.
Ke depan, ia berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Ia juga berharap masyarakat dapat memberikan doa dan dukungan agar proses hukum berjalan dengan baik serta keadilan dapat ditegakkan.
“Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses ini berjalan dengan baik dan keadilan dapat ditegakkan,” tutupnya.[]










