Minggu, Mei 3, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Mitigasi Bird Strike untuk Keselamatan Penerbangan

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (09/01/2025) - 19:42 WIB
in DAERAH
0
Mitigasi Bird Strike untuk Keselamatan Penerbangan

#image_title

 

  • Seberapa sering pesawat menabrak burung? Menurut Badan Penerbangan Federal Amerika (FAA), tabrakan pesawat dengan satwa liar merupakan hal yang umum terjadi.
  • Tabrakan pesawat dengan burung, setua umur penerbangan itu sendiri. Catatan pertama dialami oleh penerbangan Wright III pada 7 September 1905.
  • Burung bukan tandingan pesawat. Baik ukuran, kecepatan, maupun kekuatannya. Tabrakan burung dengan pesawat selalu membawa konsekuensi mematikan untuk burung.
  • Burung (aves), bukan satu-satunya satwa yang berisiko tertabrak pesawat. Sejumlah spesies lain dari mamalia, reptil, juga dilaporkan pernah bertabrakan dengan pesawat.

 

Jam hampir menunjukkan pukul 9 pagi waktu setempat. Sekumpulan burung terbang melewati bandara internasional Muan, Korea Selatan. Pesawat Jeju Air telah memperoleh izin untuk mendarat, namun pilot sejurus kemudian melaporkan bahwa pesawat baru saja menabrak burung atau bird strike.

Pilot lalu membatalkan pendaratan dan meminta izin untuk melakukan pendaratan dari arah berlawanan. Mengutip BBC, menara kontrol mengizinkan pendaratan alternatif. Namun, pesawat gagal mengeluarkan roda pendaratan. Pesawat tergelincir hingga menabrak pagar pembatas bandara dan terbakar. Dari 175 penumpang dan enam awak pesawat, hanya dua orang yang selamat.

Apakah itu disebabkan burung?

“Jika seekor burung menabrak salah satu mesin, hal terburuk yang dapat terjadi adalah mesin mati. Tabrakan burung tidak menyebabkan roda pendaratan rusak atau sayap tidak dapat direntangkan. Jadi pasti ada alasan lain,” kata Alvin Lie, pengamat penerbangan dari Indonesia kepada Channel News Asia, saat dimintai tangapan penyebab peristiwa yang terjadi pada Minggu, 29 Desember 2024 itu.

Sebenarnya, seberapa sering pesawat menabrak burung? Menurut Badan Penerbangan Federal Amerika (FAA), tabrakan pesawat dengan satwa liar merupakan hal yang umum terjadi. Sebagian besar disebabkan burung. Sepanjang 1990 hingga 2023, ada 292 ribu laporan tabrakan. Hampir 20 ribu kasus terjadi di 780 bandara AS hanya tahun 2023 saja.

Tabrakan antara pesawat dengan burung juga bukan peristiwa baru, seperti dinyatakan dalam sebuah laporan.

“Tabrakan pesawat dengan burung, setua umur penerbangan itu sendiri. Catatan pertama dialami oleh penerbangan Wright III pada 7 September 1905,” tulis Isabel C Merz, mewakili tim, dalam sebuah artikel di jurnal Aerospace (2020). Dia berasal dari Fakultas Teknik Penerbangan, Universitas Teknologi Delft, Belanda. Wright bersaudara adalah penemu pesawat terbang.

Baca: Burung Laut Arktik, Juara Migrasi Terjauh Sedunia

 

Pesawat terbang yang saat mengudara tidak bisa menghindari tabrakan dengan burung. Foto: Pixabay/Martin Herfurt/Free to use

 

Bukan hanya Burung

Burung bukan tandingan pesawat. Baik ukuran, kecepatan, maupun kekuatannya. Tabrakan burung dengan pesawat selalu membawa konsekuensi mematikan untuk burung. Bagi pesawat, meski bisa membawa kerusakan, persentasenya hanya 2,83 hingga 8,18 setiap 10 ribu penerbangan, menurut data yang dikumpulkan Merz dan timnya.

Persentasenya memang kecil, namun karena jumlah frekuensi penerbangan besar maka jumlah kerusakan dan kerugian juga menjadi besar. Hingga 2019, tercatat tabrakan burung telah menyebabkan 818 kerusakan dan 534 kematian, menurut laporan itu.

Dari riset yang dikerjakan Merz, kejadian tabrakan antara pesawat dengan burung tergantung beberapa faktor. Semakin tinggi penerbangan, semakin rendah tabrakan yang dilaporkan. Tabrakan terbanyak terjadi pada ketinggian di bawah 2.500 kaki. Selain itu, musim juga berpengaruh. Musim panas menjadi waktu tabrakan terbanyak dan musim dingin paling rendah. Risiko tabrakan juga meningkat, jika bandara terletak di jalur migrasi burung.

Laporan untuk Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) menyebutkan beberapa spesies burung yang potensial menyebabkan kerusakan. Di Amerika, tertinggi adalah angsa kanada, lalu burung bangkai (Turkey Vulture), merpati, mallard (sejenis bebek), dan angsa salju. Selain karena ukuran, mereka juga kerap terbang berkelompok.

Sementara untuk lima spesies paling sering tertabrak untuk wilayah Inggris dan Amerika Utara pada 2007 berturut-turut jalak/starling, tekukur/mourning dove, burung layang-layang, merpati, dan cerek.

Burung (aves), bukan satu-satunya satwa yang berisiko tertabrak pesawat. Sejumlah spesies lain dari mamalia, reptil, juga dilaporkan pernah bertabrakan dengan pesawat.

Misalnya di Amerika, hewan seperti rusa, anjing hutan, kura-kura, sigung, kelelawar, buaya, dan iguana pernah menjadi korban. Sementara rusa ekor putih dan anjing hutan adalah spesies paling banyak menjadi korban tabrakan selain burung, selama kurun waktu 1990 hingga 2023.

Baca juga: Atraksi Burung pada Pesawat Terbang

 

Burung layang-layang batu atau Hirundo tahitica ini tersebar hingga ketinggian 1.640 mdpl. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia

 

Pengelolaan Kawasan Bandara

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional di bawah PBB (ICAO), telah mengeluarkan imbauan rencana pengelolaan satwa liar bandara, yang harus mencakup lingkungan hingga radius 13 kilometer di sekitar bandara.

Tujuannya agar area bandara, terutama pendaratan dan penerbangan steril dari satwa liar. Biasanya, metode pengusiran burung secara praktis juga dipakai. Mulai dari sirine pengganggu, bahan kimia, patung, drone, hingga menggunakan jasa anjing terlatih.

Masih menurut Merz, pesawat yang diberi warna cerah juga membantu burung mendeteksi secara visual keberadaan pesawat. Sehingga, burung punya cukup waktu untuk menghindarinya. Warna pesawat yang kontras dengan langit terbukti membantu burung segera mengenali keberadaan pesawat. Sementara, lampu berdenyut pada pesawat bisa menurunkan jumlah tabrakan dengan burung hingga 66 persen.

Mau tidak mau area bandara sebisa mungkin dibuat tidak menarik bagi burung. Materi seperti sumber makanan, air, dan tempat berlindung dihilangkan dari sekitar bandara.

“Selain itu, pemantauan burung di luar bandara juga perlu dilakukan. Agar aktivitas keberadaannya segera diketahui,” jelas laporan tersebut.

 

Ilmuwan Bongkar Mitos: Dodo Bukan Burung Bodoh

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Misteri Sisik Buaya: Pola Acak yang Mengejutkan

Next Post

Reklamasi Pesisir Surabaya Bakal Bebani Nelayan Perempuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

68 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Layanan Haji Lancar

68 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Layanan Haji Lancar

Sabtu (02/05/2026) - 22:31 WIB
Hasil Imbang Tutup Musim, PSMS Gagal Capai Target Promosi

Hasil Imbang Tutup Musim, PSMS Gagal Capai Target Promosi

Sabtu (02/05/2026) - 22:09 WIB
Persiraja Ditahan Imbang PSMS 1-1 di Laga Terakhir Pegadaian Championship 2025/26

Persiraja Ditahan Imbang PSMS 1-1 di Laga Terakhir Pegadaian Championship 2025/26

Sabtu (02/05/2026) - 21:48 WIB
Gas Pol! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen, Lampaui Target Awal Tahun

Gas Pol! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen, Lampaui Target Awal Tahun

Sabtu (02/05/2026) - 09:23 WIB
Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Jumat (01/05/2026) - 22:52 WIB
64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dibekali Automasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dibekali Automasi Berbasis Inlislite

Jumat (01/05/2026) - 21:53 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.