Minggu, April 19, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Milisi Pro Pemerintah Libya Bantah Tuduhan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (06/05/2022) - 10:01 WIB
in INTERNASIONAL
0
Para migran yang ditahan duduk di depan pasukan keamanan setelah dikembalikan ke Libya menyusul upaya untuk menyeberangi Laut Mediterania, di Misrata, Libya, Minggu, 24 April 2022. Milisi Libya yang didukung pemerintah membantah tuduhan Amnesty International yang menyatakan mereka melakukan pembunuhan, penganiayaan dan kerja paksa.

Milisi Stability Support Authority mengancam akan menggugat Amnesty.

 LIBYA — Milisi Libya yang didukung pemerintah membantah tuduhan Amnesty International yang menyatakan mereka melakukan pembunuhan, penganiayaan dan kerja paksa. Milisi Stability Support Authority (SSA) mengancam akan menggugat Amnesty.


“(SSA) melakukan pembunuhan ilegal, penahanan paksa, intersepsi dan kerap menyiksa, kerja paksa, dan melanggar hak asasi manusia para imigran dan pengungsi yang ditahan dengan sewenang-wenang,” kata Amnesty seperti dikutip dari Voice of America, Kamis (5/5/2022) waktu setempat.


SSA mengatakan mereka “menegakan hukum Libya” dan meminta pertanggung jawaban anggotanya yang melakukan “tindakan ilegal”. Kelompok itu menambahkan mereka “berhak menggugat Amnesty International atas pencemaran nama baik dan fitnah pada negara Libya dan lembaga resminya.”


SSA didirikan mantan Perdana Menteri Fayez al-Sarraj pada Januari 2021. Dipimpin salah satu orang paling berkuasa di Ibukota Tripoli, Abdel Ghani al-Kikli.


Amnesty mengatakan al-Kikli yang dikenal “Gheniwa” ditunjuk sebagai ketua kelompok itu. “Meski milisi di bawah komandonya memiliki sejarah melanggar hukum internasional dan hak asasi serius lainnya yang terdokumentasi dengan baik.”


Libya jatuh dalam kekerasan tanpa hukum setelah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mendukung pemberontakan yang menjatuhkan diktator Moammar Gaddafi. Kelompok-kelompok bersenjata bersaing memperebutkan wilayah saat pemerintahan sementara datang dan pergi.


Banyak kelompok-kelompok itu yang terintegrasi dengan pemerintah. Sebagian untuk mengakses kekayaan minyak negara itu dan organisasi kemanusiaan kerap menuduh mereka melakukan pelanggaran hak asasi.


Libya kembali terpecah menjadi dua pemerintahan yang bersaing. Pada bulan Maret lalu penyidik PBB mengatakan pelanggaran hak asasi manusia serius termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan terus terjadi di Libya. Sementara tidak ada pihak yang dihukum.

Sumber: Republika

Tags: amnesty internationalhak asasi manusiaimigrankerja paksalibyalibya bantah lakukan kerja paksamilisi libyapelanggaran hamStability Support Authority
ShareTweetPin
Previous Post

Jokowi Ajak Cucu Wisata Satwa di Bali

Next Post

KSP: Pemerintah Selidiki Hepatitis Akut Misterius

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Tak Lagi Sekadar Mayam, The Palace Jeweler Bongkar Cara Lama Jual Beli Emas di Aceh

Tak Lagi Sekadar Mayam, The Palace Jeweler Bongkar Cara Lama Jual Beli Emas di Aceh

Minggu (19/04/2026) - 14:08 WIB
Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Kelola Persiraja Banda Aceh

Dek Gam Tegaskan Laga Persiraja vs Garudayaksa Bukan Sekadar Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 22:49 WIB
Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Sabtu (18/04/2026) - 21:48 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 21:42 WIB
5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.