Kamis, September 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home KAMPUS

Mahasiswa Myanmar Ungkap Pengalaman Positif Kuliah di USK dan Kehangatan Masyarakat Aceh

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (08/04/2026) - 15:03 WIB
in KAMPUS
0
Mahasiswa Myanmar Ungkap Pengalaman Positif Kuliah di USK dan Kehangatan Masyarakat Aceh

Mahasiswa asal Myanmar, Htet Htet Hlaing. Foto: Humas USK

Banda Aceh – Mahasiswa asal Myanmar, Htet Htet Hlaing (23), membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Program Kelas Internasional, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK). Ia mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang positif sekaligus merasakan kehangatan budaya masyarakat Aceh selama tinggal di Banda Aceh.

Htet menjelaskan bahwa sistem perkuliahan di kelas internasional yang sebagian besar menggunakan bahasa Inggris sangat membantunya dalam memahami materi dan berpartisipasi aktif. Meski pada awalnya ia sempat menghadapi tantangan bahasa ketika beberapa mata kuliah disampaikan dalam Bahasa Indonesia, ia mampu beradaptasi seiring berjalannya waktu.

“Seiring waktu, saya mulai terbiasa dan merasa lebih nyaman mengikuti perkuliahan di sini,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia juga mengapresiasi sikap para dosen di USK yang dinilai ramah, terbuka, dan sangat mendukung mahasiswa. Menurutnya, dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan tidak ragu meminta bantuan saat mengalami kesulitan.

“Saya merasa sangat terbantu karena para dosen selalu bersedia memberikan bimbingan dan membantu saya memahami materi,” tambahnya.

Di luar aktivitas akademik, kehidupan kampus di USK dinilai sangat dinamis dan memberikan banyak peluang bagi mahasiswa untuk berkembang. Berbagai kegiatan yang tersedia memungkinkan mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus membangun relasi. Htet mengaku berhasil menjalin banyak pertemanan, baik dengan mahasiswa dari fakultas yang sama maupun dari berbagai jurusan lainnya.

Pengalaman tinggal di Banda Aceh juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan studinya. Ia menilai masyarakat Aceh memiliki kebanggaan yang kuat terhadap budaya dan bahasa mereka, yang tercermin dalam interaksi sehari-hari.

“Bahkan dalam percakapan sederhana, seperti saat menggunakan transportasi online, saya sering diajarkan beberapa kata dalam bahasa Aceh. Hal itu terasa sangat hangat dan menyenangkan,” ungkapnya.

Menurut Htet, rasa ingin tahu masyarakat terhadap dirinya sebagai mahasiswa asing justru membuka ruang dialog yang positif. Ia sering mendapat pertanyaan mengenai alasan memilih Banda Aceh sebagai tempat studi, terutama karena kota ini dikenal dengan nilai-nilai Islam yang kuat.

Namun, ia melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan memahami perbedaan budaya. “Percakapan seperti ini membuat saya lebih memahami identitas dan tradisi masyarakat Aceh, sekaligus belajar menghargai perbedaan,” katanya.

Selain itu, keindahan alam Banda Aceh juga memberikan kesan mendalam baginya. Pemandangan pantai saat matahari terbenam serta lanskap pegunungan di sekitarnya menjadi sumber ketenangan di tengah kesibukan akademik.

“Banda Aceh adalah tempat yang membuat saya merasa dekat dengan alam dan menemukan ketenangan,” ujarnya.

Pengalaman Htet Htet Hlaing mencerminkan bagaimana Universitas Syiah Kuala tidak hanya menawarkan kualitas pendidikan yang baik, tetapi juga lingkungan yang inklusif serta kaya akan nilai budaya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan di USK.[]

Tags: acehmahasiswamyanmarpendidikanusk
ShareTweetPin
Previous Post

Menhaj Pastikan Persiapan Haji 2026 Rampung, Jemaah Mulai Berangkat 22 April

Next Post

Sekda Aceh: RKPA 2027 Harus Selaras dengan Kebijakan Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

20 Nazir Terima Sertifikat Tanah Wakaf, Kemenag Aceh Besar: Wajib Produktif

20 Nazir Terima Sertifikat Tanah Wakaf, Kemenag Aceh Besar: Wajib Produktif

Rabu (09/09/2026) - 22:25 WIB
SMAN 9 Banda Aceh Gandeng USK dan UIN Ar-Raniry Perkuat Kualitas Pendidikan

SMAN 9 Banda Aceh Gandeng USK dan UIN Ar-Raniry Perkuat Kualitas Pendidikan

Rabu (09/09/2026) - 22:23 WIB
ACF 2026 Jadi Pusat Studi Gastronomi Aceh, Hadirkan 500 Lebih Variasi Rasa

ACF 2026 Jadi Platform Kolaborasi, Puluhan Komunitas Ikut Terlibat

Rabu (09/09/2026) - 22:19 WIB
Tiga Bakal Calon Resmi Mendaftar, Pemilihan Ketua PSSI Aceh Digelar 3 Oktober

Tiga Bakal Calon Resmi Mendaftar, Pemilihan Ketua PSSI Aceh Digelar 3 Oktober

Rabu (09/09/2026) - 22:09 WIB
Aceh Dorong Dana Otsus Minimal 2,5 Persen dalam Revisi UUPA

Mualem-Dek Fadh Sambut Baik Revisi UUPA Jadi Usul Inisiatif DPR RI

Rabu (09/09/2026) - 22:07 WIB
Rakor Gubernur se-Sumatera, Dek Fadh Dorong Penguatan Konektivitas dan Ekonomi Kawasan

Rakor Gubernur se-Sumatera, Dek Fadh Dorong Penguatan Konektivitas dan Ekonomi Kawasan

Rabu (09/09/2026) - 22:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.