Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Kredo 'Tak Ada Kejahatan yang Sempurna' Seperti tak Berlaku di Kasus Pembunuhan Akseyna

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (09/04/2022) - 00:43 WIB
in NASIONAL
0
Akseyna Ahad Dori. Penyelidikan kasus Akseyna mandek, Kompolnas menyurati Polda Metro Jaya

Pihak keluarga masih berharap kepolisian bisa menemukan tersangka pembunuh Akseyna.

oleh Rizky Suryarandika


“Tak ada kejahatan yang sempurna.”


Kalimat itu dikenal sebagai kredo bagi penegak hukum dalam pengusutan kasus pidana. Namun, di kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori yang sudah tujuh tahun berlalu, kredo itu seperti tak berlaku.


Akseyna ditemukan mengambang di Danau Kenanga, UI dengan kondisi tak bernyawa pada 26 Maret 2015. Akseyna ditemukan mengambang 1 meter dari tepi danau dengan kedalaman 1,5 meter. 


Dalam tas yang digendong oleh Akseyna ditemukan sejumlah batu yang diduga digunakan pelaku untuk mencegah tubuh Akseyna mengambang. Tubuh Akseyna turut menderita luka lebam saat ditemukan. Akseyna tercatat sebagai mahasiswa jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI. 


Seruan agar kasus Akseyna diungkap terus digalang di dunia maya. Hingga Jumat (8/4/2022), sudah ada 109.400 orang yang menandatangani petisi dukungan pengusutan kasus Akseyna di Change.org. Petisi ini ditujukan agar pihak Kepolisian dan UI sigap menyelidiki kasus tersebut. 


Masih di laman petisi itu, Ayah Akseyna, Marsekal Pertama TNI Mardoto, tak bisa melupakan anaknya yang menjadi korban pembunuhan dan ditemukan meninggal di danau UI. Ia menyinggung kepolisian dan UI yang dianggap melupakan kasus ini. 


“Dari awal, saya dan keluarga merasa berjuang sendiri agar kasus anak saya segera diungkap dan selesai,” kata Mardoto di laman petisi change.org dikutip Republika pada Jumat (8/4/2022). 


Mardoto menyayangkan pihak kampus dan kepolisian yang tak langsung mengontaknya ketika jenazah Akseyna ditemukan. Ia merasa menyesal karena pernah mengantar anaknya kuliah di UI hanya untuk kehilangan nyawa. 


“Dari penyelidikan, kasus Akseyna kini sudah ditegaskan sebagai kasus pembunuhan. Tapi, tujuh tahun berlalu, kasusnya masih tetap tak jelas,” ujar Mardoto. 


Mardoto mengaku pernah berkomunikasi dengan UI dalam bentuk permintaan bantuan hukum, bentuk tim investigasi, dan beri sanksi dosen penggiring opini negatif tentang Akseyna. Tetapi UI menolak. 


Penolakan bantuan dari UI terus terjadi walau kepengurusan rektor berganti. Mardoto mengingatkan UI sebagai lembaga pendidikan mestinya menjadi tempat yang aman untuk menuntut ilmu. 


“Katanya, mereka (UI) mau menyerahkan ini seluruhnya kepada kepolisian,” ucap Mardoto. 


Walau demikian, pihak keluarga tak kunjung mendapat kepastian dari kepolisian soal penuntasan kasus Akseyna. Lantas, ia hanya bisa pasrah menanti perkembangan kasus ini. Ia pun berpesan agar kepolisian bisa memberi informasi yang memadai secara berkala kepada pihak keluarga.


“Kepolisian sudah bilang ini utang yang harus mereka bayarkan. Ya… tapi kami harus menunggu berapa lama lagi?” ungkap Mardoto. 


 

Sumber: Republika

Tags: kasus pembunuhan akseynapolda metro jayaUIuniversitas indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

Jasa Marga Lanjutkan Perbaikan Ruas Tol Jakarta-Cikampek Jelang Lebaran

Next Post

Pengamat: Indonesia Dapat Manfaatkan Presidensi G20 untuk Redam Perang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
jemaah haji 2023

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Jemaah, Fasilitas Hampir Rampung 98 Persen

Selasa (21/04/2026) - 15:33 WIB
Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.