Kamis, September 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Kontradiksi Merdeka Belajar Melawan Kemerdekaan: Kelanjutan Liberalisme Kolonial?

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (18/08/2023) - 09:24 WIB
in NASIONAL
0
Para siswa sekolah belajar  berbasis daring dalam bentuk aplikasi . (ilustrasi)

#image_title

Para siswa sekolah belajar berbasis daring dalam bentuk aplikasi . (ilustrasi)

Oleh: Affan Ramli Pengajar Pedagogi Kritis


Ada 44,19 juta siswa di Indonesia pada tahun ajaran 2022/2023 (BPS). Ditambah 7,8 juta mahasiswa yang tercatat hingga awal tahun 2023. Membicarakan Merdeka Belajar di momen HUT kemerdekaan Indonesia yang ke 78, bermakna membincang cara perlakuan negara terhadap hidup 56 juta manusia di republik ini. 


Kata ‘manusia’ dalam pernyataan di atas tidak boleh diganti dengan istilah sumberdaya manusia (SDM). Bagaimanapun, konsep SDM seperti ditulis Richard Huff,  bias ekonomi kapitalisme. Secara teoritis, konsep SDM menekankan hubungan antara investasi terus menerus menyiapkan manusia dan peningkatan produktivitas ekonomi.


Dari sudut pandang ini, ada kontradiksi gagasan di Kemendikbud dalam menjelaskan kebijakan Merdeka Belajar. Satu sisi, Merdeka Belajar dinyatakan berangkat dari ajaran Ki Hajar Dewantara yang sepenuh-penuh hati mementingkan mental kemerdekaan dan kemandirian kaum terpelajar. Sisi lain, Kemendikbud menekankan Merdeka Belajar merupakan langkah mengejar SDM Unggul Indonesia yang ekonomi sentris. Artinya, Merdeka Belajar merupakan kebijakan pendidikan untuk mengabdi sebaik-baiknya pada tatanan ekonomi kapitalisme.


Mental kemerdekaan dalam ajaran pendidikan Ki Hajar Dewantara justru merupakan hal menakutkan bagi tatanan ekonomi kapitalisme. Seperti dijelaskan pakar kapitalisme pendidikan Amerika, Samuel Bowles dan Herbert Gintis, bahwa dunia kapitalisme membutuhkan mental jinak kaum buruh. Lembaga-lembaga pendidikan modern bertugas menyiapkan itu.


 


 

Sumber: Republika

Tags: belajar merdekahikmah kemerdekaankemerdekaanmerdeka
ShareTweetPin
Previous Post

PDIP: Jika Ganjar Pasang Foto Jokowi Masih Satu Partai, Kalau Capres Lain tidak Etis

Next Post

Palestina Siap Lakukan Pemilihan Gubernur di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

TikTok Go Dukung ACF 2026, Perkuat Digitalisasi UMKM Kuliner Aceh

TikTok Go Dukung ACF 2026, Perkuat Digitalisasi UMKM Kuliner Aceh

Kamis (10/09/2026) - 13:52 WIB
Mau Sanger Gratis di Sanger Day Fest 2026? Begini Cara Klaimnya

Mau Sanger Gratis di Sanger Day Fest 2026? Begini Cara Klaimnya

Kamis (10/09/2026) - 12:49 WIB
20 Nazir Terima Sertifikat Tanah Wakaf, Kemenag Aceh Besar: Wajib Produktif

20 Nazir Terima Sertifikat Tanah Wakaf, Kemenag Aceh Besar: Wajib Produktif

Rabu (09/09/2026) - 22:25 WIB
SMAN 9 Banda Aceh Gandeng USK dan UIN Ar-Raniry Perkuat Kualitas Pendidikan

SMAN 9 Banda Aceh Gandeng USK dan UIN Ar-Raniry Perkuat Kualitas Pendidikan

Rabu (09/09/2026) - 22:23 WIB
ACF 2026 Jadi Pusat Studi Gastronomi Aceh, Hadirkan 500 Lebih Variasi Rasa

ACF 2026 Jadi Platform Kolaborasi, Puluhan Komunitas Ikut Terlibat

Rabu (09/09/2026) - 22:19 WIB
Tiga Bakal Calon Resmi Mendaftar, Pemilihan Ketua PSSI Aceh Digelar 3 Oktober

Tiga Bakal Calon Resmi Mendaftar, Pemilihan Ketua PSSI Aceh Digelar 3 Oktober

Rabu (09/09/2026) - 22:09 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.