Minggu, Mei 3, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

KLHK Kaji Teknik Penyemprotan Air Berkabut dari Gedung-Gedung Tinggi di Jakarta

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (23/08/2023) - 20:55 WIB
in NASIONAL
0
Mobil kepolisian menyemprotkan air di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (23/8/2023). Penyemprotan di sekitar jalan protokol tersebut sebagai upaya untuk membersihkan debu-debu yang bertebaran di jalanan akibat polusi udara.

#image_title

Mobil kepolisian menyemprotkan air di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (23/8/2023). Penyemprotan di sekitar jalan protokol tersebut sebagai upaya untuk membersihkan debu-debu yang bertebaran di jalanan akibat polusi udara.

JAKARTA — Pemerintah pusat melirik teknologi alternatif dalam skala mikro untuk mengatasi polusi udara melalui penyemprotan air berkabut yang dilakukan dari gedung-gedung tinggi di wilayah Jakarta. Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro mengatakan, operasi teknologi modifikasi cuaca dengan menyemai garam ke lapisan atmosfer masih belum optimal, karena hanya ada sedikit awan hujan akibat musim kemarau panjang.


“Kami mendiskusikan beberapa teknologi alternatif karena teknologi modifikasi cuaca tidak terbatas dengan pesawat yang menabur garam, tetapi dalam skala mikro misalnya dengan membuat semprotan air berkabut dari gedung-gedung tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers pengendalian pencemaran udara di Jakarta, Rabu (23/8/2023).


Sigit menuturkan pemerintah saat ini sedang menginventarisasi gedung-gedung tinggi yang potensial untuk dilakukan penyemprotan air berkabut dan menginventarisasi pemilik teknologi tersebut. Pagi tadi, imbuhnya, pemerintah telah bertemu dengan Pertamina yang memiliki teknologi itu sebagai alat untuk mengamankan fasilitas kilang dan depo.


“Jumat akan rapat lagi dengan Menkomarves (Menteri Koordinator Maritim dan Investasi) untuk menginventarisasi semua sumber-sumber yang ada. Kemudian titik-titik prioritas karena keterbatasan peralatan juga ketersediaan sumber untuk mendukung itu,” kata Sigit.


Lebih lanjut, dia menyampaikan teknologi penyemprotan air berkabut tidak bisa menyelesaikan masalah polusi udara seluas Jabodetabek. Oleh karena itu pemerintah pusat akan memilih daerah-daerah prioritas untuk dilakukan kegiatan penyemprotan.


Sigit menyampaikan pihaknya terus memantau kondisi cuaca dan awan hujan sebagai modal untuk mengurangi polusi udara melalui operasi teknologi modifikasi cuaca di Jakarta. Kegiatan operasi teknologi modifikasi cuaca yang dilakukan pada 19-21 Agustus 2023 lalu, hujan turun hanya di Bogor, Tangerang Selatan, dan Depok. Sedangkan di Jakarta hujan turun belum optimal. 


“Tanggal 28 Agustus diprediksi ada potensi awan hujan yang cukup di daerah Jakarta. Kami mengupayakan penerapan teknologi modifikasi cuaca pada tanggal itu, tetapi pelaksanaannya masih konfirmasi lagi setiap saat dengan BMKG,” ujar Sigit.


Berdasarkan analisis BMKG, peluang untuk memodifikasi cuaca masih terbuka hanya saja peluang itu cukup berat untuk dilakukan dengan melihat kondisi musim kemarau yang minim awan kumulus yang menjadi target penaburan garam semai.


 

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: klhkkualitas udara jakarta burukkualitas udara jakarta sangat burukpolusi udara dki jakartapolusi udara jakartasprayingteknologi modifikasi cuaca
ShareTweetPin
Previous Post

Hong Kong Akan Mulai Berlakukan Larangan Impor Makanan Bahari dari Jepang

Next Post

Cina akan Lebih Banyak Berinvestasi di sektor Industri Daripada Infrastruktur di Afrika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

68 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Layanan Haji Lancar

68 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Layanan Haji Lancar

Sabtu (02/05/2026) - 22:31 WIB
Hasil Imbang Tutup Musim, PSMS Gagal Capai Target Promosi

Hasil Imbang Tutup Musim, PSMS Gagal Capai Target Promosi

Sabtu (02/05/2026) - 22:09 WIB
Persiraja Ditahan Imbang PSMS 1-1 di Laga Terakhir Pegadaian Championship 2025/26

Persiraja Ditahan Imbang PSMS 1-1 di Laga Terakhir Pegadaian Championship 2025/26

Sabtu (02/05/2026) - 21:48 WIB
Gas Pol! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen, Lampaui Target Awal Tahun

Gas Pol! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen, Lampaui Target Awal Tahun

Sabtu (02/05/2026) - 09:23 WIB
Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Jumat (01/05/2026) - 22:52 WIB
64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dibekali Automasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dibekali Automasi Berbasis Inlislite

Jumat (01/05/2026) - 21:53 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.