Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Kantong Semar Berbulu, Spesies Baru dari Kalimantan

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (25/12/2024) - 14:00 WIB
in DAERAH
0
Kantong Semar Berbulu, Spesies Baru dari Kalimantan

#image_title

 

  • Spesies kantong semar baru yang tumbuh di hutan Sabah, Kalimantan Utara, telah dinobatkan sebagai jenis baru secara ilmiah. Tumbuhan ini tersembunyi di Pegunungan Meliau, jantung negara bagian Sabah, Malaysia.
  • Namanya Nepenthes pongoides, atau kantong semar orangutan. Alasannya, karena memiliki bulu di sulur dan bagian lainnya. Bulu berwarna cokelat kemerahannya mirip bulu orangutan. Ciri lain, tidak memiliki kantong bagian atas.
  • Menurut catatan, hanya ada tiga pendakian yang terdokumentasi secara formal di pegunungan Meliau, yaitu pada 1956, 2004, dan 2018. Pada Mei 2023, sebagian dari tim yang melaporkan temuan spesies baru ini melakukan ekspedisi ke Pegunungan Meliau.
  • Para peneliti sangat mengkhawatirkan kelestarian spesies ini karena hampir pasti Nepenthes pongoides akan menjadi sasaran perburuan Jumlah yang sangat sedikit, di wilayah sempit, dengan ancaman kepunahan besar, membuat spesies ini dinilai sebagai sangat terancam punah berdasarkan kriteria Daftar Merah IUCN.

 

Spesies kantong semar baru yang tumbuh di hutan Sabah, Kalimantan Utara, telah dinobatkan sebagai jenis baru secara ilmiah. Tumbuhan yang tersembunyi di Pegunungan Meliau, jantung negara bagian Sabah, Malaysia, ini dianggap istimewa karena merupakan jenis terbesar yang pernah ada.

Namanya Nepenthes pongoides, atau kantong semar berbulu. Alasannya, karena memiliki bulu di sulur dan bagian lainnya. Bulu berwarna cokelat kemerahannya mirip bulu orangutan. Ciri lain, tidak memiliki kantong bagian atas.

Pegunungan Meliau tidak terlalu tinggi, namun cukup sulit untuk menembusnya. Sebab, di sekelilingnya terdapat perkebunan sawit yang digarap secara pribadi maupun industri. Sehingga, untuk bisa mengaksesnya perlu izin khusus. Selain itu, tingkat endemisitas yang rendah, membuat pegunungan ini kurang menarik minat para peneliti sebagai lokasi riset.

“Hal ini diperparah dengan kesulitan pendakian yang aman karena pertumbuhan hutan sekunder berduri dan lebat di bawah ketinggian 700 m, serta kurangnya air di atas 150 m, membuatnya jarang terjamah,” tulis Alviana Damit, mewakili tim, dalam laporan penelitian mereka di Australian Journal Botany, edisi 12 Desember 2024.

Baca: Mengenal ‘Nepenthes rigidifolia’, Kantong Semar Langka dari Sumatera

 

Bulu berwarna oranye di bagian bawah daun Nepenthes pongoides merupakan alasan utama tumbuhan ini dinamai kantong semar berbulu. Foto: Alviana Damit via NewScientist

 

Alviana adalah peneliti dari Kementerian Kehutanan Sabah, Malaysia, yang bekerja sama dengan peneliti dari Australia.

“Memang bulunya tidak selebat orangutan, lebih mirip bulu dada manusia,” kata Alastair S. Robinson, mengomentari mengapa dia mengusulkan nama orangutan. Robinson adalah ahli botani dari Royal Botanic Gardens Victoria, Melbourne, Australia, yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Menurut catatan, hanya ada tiga pendakian yang terdokumentasi secara formal di pegunungan Meliau, yaitu pada 1956, 2004, dan 2018. Pada Mei 2023, sebagian dari tim yang melaporkan temuan spesies baru ini melakukan ekspedisi ke Pegunungan Meliau. Tujuannya, untuk mendokumentasikan secara formal sekaligus menguji dugaan adanya spesies tanaman kantong semar baru. Disusul ekspedisi kedua pada Februari 2024.

Baca: Begini Cara Peneliti Buktikan Putri Malu Punya Ingatan

 

Bentuk utuh Nepenthes pongoides. Foto: Alviana Damit/Australian Journal Botany

 

Mirip Lambung Hewan

Kantong semar menjadi tanaman ikonik di dunia karena keunikannya. Tanaman merambat ini berevolusi menghasilkan daun yang menyerupai kantong, teko, atau kendi. Kantong berfungsi untuk menarik, menangkap, sekaligus mencerna mangsa. Agar bisa bertahan hidup di habitat yang miskin nutrisi, tanaman karnivora ini menangkap organisme kecil sebagai sumber makanan.

Robinson menjelaskan, pada dasarnya pegunungan Meliau merupakan tumpukan batu-batu besar, sehingga tidak ada air mengalir di bagian atas. Tanaman kantong semar sering menjadi satu-satunya sumber air bagi satwa liar setempat.

Mengutip Newscientist, ukuran kantong bisa mencapai 45 cm dan menampung lebih dari 2 liter air. Menurut Robinson, air dalam kantong seperti ekosistem kecil.

Di kantong itu ada binatang-binatang yang terjebak. Mulai lalat, nyamuk, kelabang, hingga sejenis kepiting. Pada temuan kantong semar orangutan ini, belum bisa dipastikan apakah tanaman menargetkan secara khusus mangsa artropoda. Namun, telah teramati adanya larva lalat, kaki seribu, kelabang, juga kepiting geosesarma.

Kantong semar akan membiarkan hewan yang terjebak membusuk. Nutrisinya kemudian diserap melalui jaringan khusus. Biasanya, kantong semar mengeluarkan lendir, cairan kendi, asam, protein, juga enzim pencernaan yang mirip pencernaan hewan.

Menurut sebuah literatur, asam lambung pada hewan bisa sangat asam dengan pH sekitar 1,5. Sementara pada tanaman karnivora bisa mencapai pH 2 hingga 3. Lingkungan yang asam menjadi penghalang munculnya patogen dan menyediakan lingkungan optimal untuk  proses penyerapan nutrisi.

Pada tanaman kantong semar orangutan, cairan lendir tercatat sebagai pH 5. Bandingkan dengan air layak minum, umumnya berkisar pada pH 6,5 hingga pH 8,5. Saat survei dilakukan, suhu lingkungan pagi hari tercatat 23,7 derajat Celsius dan siangnya 28 derajat Celsius. Ketinggian lokasi pada situs pertama kurang dari 1.000 m, dan situs kedua kurang dari 900 m. Topografinya sangat curam, tandus, dengan bongkahan batu yang tidak mendukung pertumbuhan tanaman.

Baca juga: Hutan Kerangas untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang Timah

 

Kantong semar merupakan tumbuhan unik yang suka makan serangga. Jenis ini ditemukan di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia

 

Pernah Dilaporkan

Nepenthes pongoides pertama kali didokumentasikan pada ekspedisi 2004, menurut laporan tersebut. Namun, saat itu diidentifikasi sebagai spesies N. stenophylla. Pada ekspedisi 2018, foto-foto yang baru dan lebih lengkap telah memunculkan kecurigaan bahwa tanaman ini mungkin belum teridentifikasi. Nama yang disarankan waktu itu adalah Nepenthes sp. “Sabah”. Untuk membuktikan, survei terbaru dilakukan pada Mei 2023 dan Februari 2024.

Mengutip penjelasan para peneliti, tanaman kantong semar tersebar dari Malaysia, Indonesia, Madagaskar, Kaledonia Baru, hingga beberapa pulau terpencil di Pasifik Barat. Di dunia, kantong semar jumlahnya lebih dari 160 spesies. Pulau Kalimantan menjadi habitat dengan tingkat evolusi mekanisme perangkap paling tinggi.

Pada survei pertama di kawasan yang masuk cagar alam Hutan Ulu Tungud ini, para peneliti menemukan 37 individu. Lokasi persisnya dirahasiakan untuk tujuan konservasi. Sementara pada survei kedua, mereka menemukan 14 individu.

Namun dari kedua situs, populasi tumbuhan dewasa yang teramati hanya 39 jenis. Tumbuhan muda lainnya mungkin tidak berumur panjang karena berada di lapisan lumut tipis. Sementara yang dewasa tumbuh subur di tempat berhumus, di antara bebatuan dan semak bambu.

Para peneliti sangat mengkhawatirkan kelestarian spesies ini karena hampir pasti Nepenthes pongoides akan menjadi sasaran perburuan liar.

Jumlah yang sangat sedikit, di wilayah sempit, dengan ancaman kepunahan besar, membuat spesies ini dinilai sebagai sangat terancam punah berdasarkan kriteria Daftar Merah IUCN.

 

Kantong Semar, Tumbuhan yang Suka Makan Serangga

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Catatan Akhir Tahun 2024: Tata Kelola Karut Marut, Sawit Terus Ekspansi

Next Post

Teknik Geofisika Terima Anugerah Quality Assurance Award USK 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Penyaluran Banpang Aceh Capai 186,93 Ton, BULOG Perkuat Distribusi ke Daerah

Penyaluran Banpang Aceh Capai 186,93 Ton, BULOG Perkuat Distribusi ke Daerah

Selasa (18/08/2026) - 16:58 WIB
Fkep USK Lantik Jajaran Pimpinan Baru, Dorong Inovasi Pendidikan Keperawatan

Fkep USK Lantik Jajaran Pimpinan Baru, Dorong Inovasi Pendidikan Keperawatan

Selasa (18/08/2026) - 15:34 WIB
BFLF-Kemendukbangga Aceh Hadirkan Rumah Singgah Lansia, Wadah Lansia Bersosialisasi dan Tetap Produktif

BFLF-Kemendukbangga Aceh Hadirkan Rumah Singgah Lansia, Wadah Lansia Bersosialisasi dan Tetap Produktif

Selasa (18/08/2026) - 15:24 WIB
Pemko Banda Aceh Berhentikan Sementara Kepala Inspektorat

Pemko Banda Aceh Berhentikan Sementara Kepala Inspektorat

Selasa (18/08/2026) - 15:16 WIB
WALHI Aceh Nilai Raqan RTRW Aceh Jadi Karpet Merah Investasi Ekstraktif

WALHI Aceh Nilai Raqan RTRW Aceh Jadi Karpet Merah Investasi Ekstraktif

Selasa (18/08/2026) - 14:20 WIB
Di Malam Resepsi HUT RI, Wali Kota Sabang Titip Pesan untuk Generasi Muda

Di Malam Resepsi HUT RI, Wali Kota Sabang Titip Pesan untuk Generasi Muda

Selasa (18/08/2026) - 14:17 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.