Minggu, Juni 14, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Jepang Berharap AS Luncurkan Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (10/05/2022) - 10:43 WIB
in INTERNASIONAL
0
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk pertama kalinya menyebut invasi Rusia di Ukraina sebagai genosida.

Jepang harap kunjungan Biden luncurkan strategi ekonomi ekonomi AS di Indo Pasifik

WASHINGTON — Duta Besar Jepang untuk Amerika Serikat (AS) Koji Tomita mengatakan, Presiden Joe Biden akan berkunjung ke negaranya pada bulan ini. Ia berharap kunjungan ini bertepatan dengan peluncuran strategi ekonomi AS di Indo-Pasifik pasalnya China “sangat agresif” mengisi kekosongan setelah Washington meninggalkan pakta perdagangan kawasan.

Tomita mengatakan Jepang dan AS sudah mengerjakan detail Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) yang membutuhkan keseimbangan antara inklusivitas dan standar tinggi. Hal ini ia sampaikan dalam acara yang digelar Center for Strategic and International Studies.  

Negara-negara Asia ingin memperkuat hubungan dengan AS tapi frustrasi dengan lamanya proses penyusunan rencana hubungan ekonomi AS-Indo Pasifik. AS menyusun kerangka kerja yang baru setelah mantan Presiden Donald Trump mengeluarkan Washington dari pakta perdagangan dengan kawasan pada 2017 lalu.

Biden yang akan berkunjung ke Korea Selatan (Korsel) dan Jepang pada 20 sampai 24 Mei mengumumkan rencana IPEF tahun lalu. Saat mengumumkan strategi AS di kawasan Indo-Pasifik bulan Februari lalu, pemerintah Biden mengatakan berencana meluncurkan IPEF pada awal 2022.

Tomita mengatakan kunjungan Biden memberi sinyal kuatnya fokus Washington pada kawasan. Walaupun sedang ada perang di Ukraina.

“Namun itu tidak hanya pesan, saya pikir kunjungan ini akan menunjukkan dengan sangat kuat Jepang dan Amerika Serikat bersama-sama siap memimpin pembangunan ekonomi dan sosial di kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas,” katanya, Senin (9/5).

Tomita mencatat, kunjungan Biden juga mencakup pertemuan dengan pemimpin negara-negara Quad yang terdiri dari AS, Jepang, Australia dan India. Ia mengatakan kelompok itu wahana penting untuk mencapai tujuan tersebut.

“Selain itu, saya mengharapkan kunjungan ini juga akan bertepatan dengan peluncuran resmi inisiatif Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik Amerika Serikat, dan kini kami mencoba untuk menyempurnakan gagasan-gagasan yang terkandung dalam inisiatif itu,” tambah Tomita.

Biden akan menjadi tuan rumah pertemuan khusus dengan pemimpin-pemimpin negara Asia Tenggara di Washington, Kamis (12/5). Tapi seorang diplomat Asia mengatakan IPEF tidak masuk agenda formal sebab sebagian besar negara ASEAN tidak menandatangani kerangka kerja itu.

Diplomat tersebut mengatakan, setidaknya enam negara akan menandatangani kerangka kerja itu untuk menegosiasikan berbagai standar. Mereka adalah Australia, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, dan dua anggota ASEAN yakni Filipina dan Singapura.  

Pengamat mengatakan Washington juga ingin menggaet Vietnam dan Indonesia. Tapi kedua negara itu masih belum sepakat dengan standar AS pada arus data lintas batas.

Tomita menilai, keluarnya AS dari pakta perdagangan yang dikenal sebagai Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership sebagai sebuah kemunduran. Ia mengatakan, Cina “sangat agresif untuk mengisi kekosongan ini.”

“Setiap Anda melakukan segala bentuk forum kawasan terdapat keseimbangan yang harus dicapai antara inklusivitas dan standar tinggi, (pada IPEF) tentu kami harus mencapai keduanya, tapi kami harus meraih keseimbangan yang tepat antara dua syarat ini,” tambahnya.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: biden ke jepangindo pasifikkoji tomitapakta perdagangan kawasanstrategi ekonomi indo pasifik
ShareTweetPin
Previous Post

Tentara Thailand Marah dan Boikot Lazada, Ini Penyebabnya

Next Post

Israel Hancurkan Empat Bangunan Palestina di Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Buka Perjusa MIN 27 Aceh Besar, Yahwa Tekankan Kemandirian, Ukhuwah, dan Jaga Ibadah

Buka Perjusa MIN 27 Aceh Besar, Yahwa Tekankan Kemandirian, Ukhuwah, dan Jaga Ibadah

Sabtu (13/06/2026) - 21:45 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Jelang Kepulangan Jamaah Haji, PPIH Aceh Optimalkan Layanan Debarkasi

Sabtu (13/06/2026) - 21:42 WIB
Nurlis Effendi Ditunjuk sebagai Jubir Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Berduka atas Wafatnya Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah

Sabtu (13/06/2026) - 20:11 WIB
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Wafat, Dimakamkan di Pidie

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Wafat, Dimakamkan di Pidie

Sabtu (13/06/2026) - 14:22 WIB
UIN Ar-Raniry dan UINSU Medan Perpanjang Kerja Sama

UIN Ar-Raniry dan UINSU Medan Perpanjang Kerja Sama

Sabtu (13/06/2026) - 09:17 WIB
Deretan Artis Ibu Kota Bakal Meriahkan Pelantikan DPW PAN Aceh

Deretan Artis Ibu Kota Bakal Meriahkan Pelantikan DPW PAN Aceh

Jumat (12/06/2026) - 11:31 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.