Banda Aceh – Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, mengimbau jemaah haji asal Aceh untuk menjaga kondisi kesehatan serta mematangkan pemahaman manasik menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Menurut Arijal, kesiapan fisik dan penguasaan tata cara ibadah haji menjadi faktor utama agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan khusyuk.
“Jemaah diharapkan benar-benar menjaga kondisi tubuh serta memahami manasik haji dengan baik, sehingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci dapat berjalan optimal,” kata Arijal di Banda Aceh, Senin (27/4/2026).
Selain kesiapan jemaah, Arijal juga mengingatkan keluarga atau kerabat agar tidak mengganggu waktu istirahat jemaah selama berada di asrama haji. Ia menekankan pentingnya suasana yang kondusif untuk mendukung fokus dan kesiapan jemaah sebelum berangkat.
“Saat sudah di Asrama Haji, kami berharap keluarga tidak lagi mengganggu atau membuat aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi jemaah. Berikan mereka kesempatan untuk beristirahat dengan cukup,” katanya.
Arijal menjelaskan, jemaah haji Embarkasi Aceh dijadwalkan mulai masuk asrama pada 5 Mei dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 6 Mei mendatang.
Di sisi lain, ia juga menegaskan pentingnya kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan maksimal. Seluruh petugas embarkasi diminta bekerja dengan penuh dedikasi demi kenyamanan jemaah.
“Segala persiapan harus sudah rampung sebelum jemaah masuk asrama. Petugas harus siap memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melantik pendukung petugas haji embarkasi Aceh serta melakukan rapat koordinasi lintas sektor guna memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Aceh mencapai 5.502 orang, termasuk petugas. Kloter pertama akan masuk dalam gelombang awal, sementara kloter berikutnya tergabung dalam gelombang kedua dengan rute penerbangan menuju Jeddah.
Skema ini disusun untuk memastikan kelancaran pergerakan jemaah, terutama saat menjalani fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Sejalan dengan itu, tema penyelenggaraan haji tahun ini, “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan,” menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh jemaah.
Dengan persiapan yang matang dari seluruh pihak, Arijal berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat meraih haji yang mabrur.[]










