Banda Aceh – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Siswa Kader Dakwah (Iskada) Aceh akan menggelar Muktamar VI pada 21–22 November 2026 di Banda Aceh. Forum tertinggi organisasi dakwah tersebut akan menjadi momentum untuk menentukan arah, visi, dan kebijakan dakwah Iskada ke depan, sekaligus melanjutkan kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2030.
Steering Committee (SC) Muktamar VI DPP Iskada, Muhammad Taufik, mengatakan muktamar merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali.
“Insya Allah, muktamar akan menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi dan menentukan arah serta visi dakwah ke depan,” ujar Muhammad Taufik yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DPP Iskada, dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, para muktamirin dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Iskada di berbagai kabupaten dan kota di Aceh akan menghadiri forum tersebut.
Menurutnya, panitia telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyusunan materi muktamar hingga rencana pelaksanaan diskusi publik yang mengangkat tema-tema aktual terkait dakwah di Banda Aceh.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ustaz Abdurrahman, menyampaikan bahwa panitia terus mempersiapkan pelaksanaan muktamar sesuai dengan arahan Steering Committee.
“Alhamdulillah, kita sudah melakukan berbagai persiapan terkait pelaksanaan muktamar. Kita berharap semoga diberi kemudahan oleh Allah SWT,” ujarnya.
Iskada merupakan salah satu organisasi dakwah di Aceh yang telah berkiprah lebih dari 50 tahun. Organisasi ini berpusat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, sejak didirikan pada 5 Februari 1973.
Menjelang Muktamar VI, sejumlah nama diprediksi menjadi kandidat Ketua Umum DPP Iskada Aceh periode 2026–2030. Mereka antara lain Taufik Muhammad, Ustaz Mubashirullah, Ustaz Muliadi A. Karim, serta sejumlah dai muda dari DPW Iskada Aceh.
Muktamar VI diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan dakwah Iskada untuk periode kepemimpinan mendatang.[]








