Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Iran Tuduh AS Harus Bertanggu Jawab atas Jeda Pembicaraan Nuklir

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (04/04/2022) - 16:51 WIB
in INTERNASIONAL
0
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan pada Senin (4/4/2022), Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas jeda dalam pembicaraan antara Iran dan kekuatan dunia di Wina.

Washington harusnya sudah membuat keputusan politik untuk menghidupkan kembali JCPOA

 TEHERAN — Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan pada Senin (4/4/2022), Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas jeda dalam pembicaraan antara Iran dan kekuatan dunia di Wina. Pembicaraan itu membahas tentang menghidupkan kembali Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2015.


“Amerika bertanggung jawab atas penghentian pembicaraan ini kesepakatan sangat dekat,” kata Khatibzadeh.


Khatibzadeh menyatakan, Washington seharusnya sudah membuat keputusan politik yang bisa menghidupkan kembali JCPOA. Saat ini Teheran masih dapat menunggu, hanya saja, waktu tersebut akan habis.


“Teheran tidak akan menunggu selamanya agar pakta itu dihidupkan kembali,” ujar Khatibzadeh.


Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada pekan lalu, bahwa sejumlah kecil masalah yang belum terselesaikan tetap dalam pembicaraan nuklir. Washington menegaskan, tanggung jawab ada di Teheran untuk membuat keputusan tersebut.


Iran mengatakan bahwa masih ada masalah yang belum terselesaikan, termasuk AS menghapus penunjukan organisasi teroris asing (FTO) terhadap Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran. Teheran juga telah mendorong jaminan bahwa presiden AS di masa depan tidak akan menarik diri dari perjanjian, seperti yang pernah dilakukan oleh Donald Trump pada 2018.


Selain itu, Khatibzadeh mengatakan, Teheran siap untuk melanjutkan pembicaraan dengan saingan regional utamanya, Arab Saudi. Hanya saja, pembicaraan itu dapat terjadi jika Riyadh menunjukkan kesediaan untuk menyelesaikan masalah luar biasa antara kedua negara. Kedua negara telah memutuskan hubungan sejak 2016.


Arab Saudi dengan mayoritas populasi Muslim Sunni dan Iran dengan Muslim Syiah bersaing untuk mendapatkan pengaruh di seluruh kawasan Timur Tengah dalam berbagai peristiwa-peristiwa, termasuk perang di Yaman dan di Lebanon. Ketegangan antara kedua negara melonjak pada 2019 setelah serangan terhadap pabrik minyak Saudi yang diklaim dilakukan oleh Iran. 


 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: amerikairanjcpoakesepakatan nuklirnuklirperjanjian nuklir
ShareTweetPin
Previous Post

Mensesneg, Setkab, dan KSP Dicecar Soal Jabatan Presiden Tiga Periode di DPR

Next Post

Mengenang Prestasi Para Atlet di Kancah Internasional Lewat Direktori Atlet

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Kamis (04/06/2026) - 16:29 WIB
Menag Tegaskan Zakat Tidak Boleh Digunakan di Luar Asnaf

Menag: Jabatan Adalah Amanah, Jangan Tergoda Gratifikasi dan Suap

Kamis (04/06/2026) - 16:23 WIB
Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Aceh Menurun

Penumpang Pesawat dan Kapal di Aceh Turun pada April 2026

Kamis (04/06/2026) - 16:13 WIB
Malaysia Dominasi Kunjungan Turis ke Aceh Oktober 2024

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 14,75 Persen pada April 2026, Okupansi Hotel Ikut Menguat

Kamis (04/06/2026) - 16:10 WIB
Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Kamis (04/06/2026) - 16:05 WIB
Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Kamis (04/06/2026) - 15:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.