Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Gangguan Kesehatan Mental: Keluarga Bisa Jadi Faktor Penyebab atau Pencegahnya

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (18/04/2022) - 08:52 WIB
in NASIONAL
0
Dini Rahma Bintari, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada seminar parenting Ramadhan 1443 dengan tema “Kiat Menjaga Kesehatan Mental Keluarga di Era Disrupsi Akibat Pandemi Covid-!9” yang diselnggarakan DKM Masjid Raya Palapa Baitus Salam bekerja sama dengan Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP), Ahad (17/4/2022).

Setidaknya ada lima tips bisa dilakukan keluarga saat menghadapi tekanan hidup.

 JAKARTA — Keluarga sesungguhnya diharapkan dapat menjadi elemen yang mendukung setiap anggotanya merasa aman, nyaman dan tidak stres. Namun, kadangkala keluarga juga bisa menjadi sumber dari gangguan kesehatan mental seseorang bila tidak ada upaya saling memahami antar anggota keluarga, terutama di saat pandemi seperti sekarang ini. 


Demikian disampaikan oleh Dini Rahma Bintari, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada seminar parenting Ramadhan 1443 dengan tema “Kiat Menjaga Kesehatan Mental Keluarga di Era Disrupsi Akibat Pandemi Covid-19” yang diselnggarakan DKM Masjid Raya Palapa Baitus Salam bekerja sama dengan Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP), Ahad (17/4/2022).


Dini manyampaikan, bahwa setidaknya ada dua faktor yang membedakan kondisi seseorang saat mengalami stress, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi seseorang adalah karakteristik individu (usia, gender, kondisi sosial dan ekonominya), pengalaman stress sebelumnya, tipe kepribadian, dan pola pikir. Sementara untuk faktor eksternal yaitu ada atau tidak adanya dukungan sosial. 


“Stres pada masa pandemi yang terjadi saat ini, bisa jadi mendorong kita lebih waspada dan antisipasi untuk jalankan protokol kesehatan agar tidak mudah tertular Covid-19. Namun, pada orang tertentu yang memang sudah lebih dulu punya masalah hidup akibat tekanan ekonomi, kehilangan salah satu anggota keluarganya dan lemahnya dukungan sosial padanya, justru memperburuk keadaannya,” ujar Dini.


Untuk itu, Dini menyarankan, setidaknya lima tips yang bisa dilakukan keluarga saat menghadapi tekanan hidup. Yaitu, saling mendukung bila ada anggota keluarga yang sedang hadapi masalah, menjadi teman curhat atau membangun komunikasi keluarga yang baik, melakukan hal yang rekreatif sehingga mampu menurunkan stress, kenali ciri-ciri stress pada anggota keluarga, dorong keluarga untuk memiliki harapan dan tujuan masa depan, dan meningkatkan ketakwaan dan keyakinan kepada Allah SWT dengan meningkatkan ibadah sebagai sarana mengatasi stress. 


“Banyaknya forum-forum ibadah di bulan Ramadhan ini  antaraalin dapat dijadikan momen yang baik untuk orang tua mengajak seluruh anggota keluarganya mengatasi stress,” ujar Dini.


Dalam kesempatan yang sama, Azimah Subagijo juga menyampaikan bahwa gangguan kesehatan mental pada seseorang terjadi terutama karena pelampiasan dari emosi negatifnya yang dilakukan secara salah. Seperti, berlebihan menggunakan gadget, hingga kekerasan. Akibatnya, justru menimbulkan masalah baru yaitu antaralain penyakit mental akibat kecanduan gadget, atau korban fisik dan psikis akibat KDRT. 


“Nomophobia atau panik bila jauh dari ponsel, fomo atau khawatir ketinggalan informasi karena tak terhubung dengan internet, textraphrenia atau sensasi palsu setelah menerima pesan, hingga sexting atau gemar berbagi pesan seksual, belakangan semakin banyak orang disekitar kita yang mengalaminya,” ujarnya. 


“Bahkan ada seorang ayah yang tega menganiaya balitanya karena kalah main game online, atau ibu yang menganiyaya tiga anaknya hingga salah satunya meninggal dunia. Tentu kondisi ini akan terus menimbulkan masalah bila tidak diatasi apalagi jika terjadi sejak usia anak-anak,” ujar Ketua Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP) dalam keterangannya yang disampaikan kepada Republika.co.id. 


Oleh karena itu, Azimah menyarankan, menjadikan komunikasi keluarga yang baik sebagai kiat untuk mengatasi tekanan hidup. Menurut Azimah, komunikasi ini penting bukan hanya kepada sesama manusia, namun juga komunikasi kepada Sang Pencipta.


“Komunikasi dapat membantu seseorang mengatasi stress karena dengan komunikasi yang efektif seseorang akan dapat belajar menerima masalah yang menimpanya (ikhlas), berpikir positif (hikmah), hingga menemukan solusi atas permasalahannya. Termasuk juga dengan berkomunikasi kepada sang pencipta melalui doa dan ibadah,” ujar Azimah yang juga Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Kaluarga DKM Masjid Raya Palapa Baitus Salam ini.


Selain pemberian materi pada seminar parenting Ramadhan 1443, kegiatan ini juga diikuti dengan pembagian paket sembako kepada 160 keluarga dhuafa dan pelajar terdampak Covid-19 dengan dukungan dari  Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih (YPP) SCTV dan Indosiar, serta LAZ Baitus Salam.


Djodi Tjahjadi, selaku Ketua DKM Masjid Raya Palapa Baitus Salam menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut beliau, setiap orang tua penting untuk peduli kemaslahatan anaknya agar tidak terjerumus perilaku menyimpang seperti narkoba dan tawuran, termasuk juga dukungan dari masyarakat sekitarnya.


“Kami di Masjid Raya Palapa Baitus Salam ini terbuka dengan berbagai pihak untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di masjid ini bagi kegiatan-kegiatan positif anak-anak, remaja, ibu-ibu, dan juga masyarakat umum. Para orang tua bisa mengajak anaknya berolah raga, bermain, atau belajar di TPA atau diniyah, selain juga untuk beribadah,” ujar Djodi.

Sumber: Republika

Tags: faktor internal dan eksternalgangguan kesehatan mentalkdrtkeluarga bisa jadi faktor penyebab atau pencegahnya
ShareTweetPin
Previous Post

Dinas PUPR Depok Perbaiki Area Makam di Kemiri Muka yang Longsor

Next Post

Ini Kata AHY Soal Bangun Poros Alternatif Berkoalisi dengan NasDem

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dilantik Jadi Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr Mursyidin

Dilantik Jadi Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr Mursyidin

Senin (20/07/2026) - 15:46 WIB
Dayah Darul Quran Aceh Gelar Silaturahmi dan Serah Terima Santri Baru

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Silaturahmi dan Serah Terima Santri Baru

Minggu (19/07/2026) - 18:25 WIB
Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Minggu (19/07/2026) - 18:18 WIB
BPMA dan Medco E&P Malaka Gelar Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

BPMA dan Medco E&P Malaka Gelar Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu (19/07/2026) - 17:44 WIB
PSAF 2026 Siap Digelar, Paya Seunara Tawarkan Pesona Alam Pegunungan Sabang

PSAF 2026 Siap Digelar, Paya Seunara Tawarkan Pesona Alam Pegunungan Sabang

Sabtu (18/07/2026) - 22:41 WIB
KPK Minta Data Hibah, Pokir DPRD dan Proyek Pengadaan dari Seluruh Bupati-Wali Kota di Aceh

KPK Minta Data Hibah, Pokir DPRD dan Proyek Pengadaan dari Seluruh Bupati-Wali Kota di Aceh

Sabtu (18/07/2026) - 20:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.