Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Entomolog Kesehatan jelaskan potensi DBD di Kota Bogor

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (15/05/2022) - 22:03 WIB
in NASIONAL
0
Seorang anak yang terkena virus Demam Berdarah Dengue (DBD) dirawat di ruangan teratai yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Bogor.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan potensi genangan air semakin tinggi.

 BOGOR — Entomolog Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Fairuz Hayati menjelaskan, potensi dan pencegahan kasus pasien penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerahnya yang biasa dijuluki kota hujan sangat dimungkinkan atas faktor cuaca dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan.


Menurut Fairuz, saat menerangkan mengenai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus, di Kota Bogor, Ahad (15/5/2022), perlu diwaspadai masyarakat Kota Bogor karena memiliki curah hujan yang tinggi.


“Julukan kota hujan bagi Kota Bogor, salah satunya karena memang lebih sering hujan dibanding daerah lain. Memberantas sarang nyamuk harus jadi agenda masyarakat yang memiliki lingkungan banyak genangan, sebab DBD dapat menyebabkan kematian,” katanya.


Fairuz menyampaikan, curah hujan yang tinggi menyebabkan potensi genangan air semakin tinggi, terlebih pada tempat-tempat yang jarang digunakan, atau tidak terawat dengan baik. Selayaknya nyamuk, Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus juga senang berada di genangan air pada tempat yang jarang dibersihkan.


Penyakit DBD yang dapat menyebabkan kematian dengan gejala demam tinggi mendadak, sakit kepala, ruam, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah serta kelelahan dan pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok membahayakan nyawa penderitanya.


Fairuz pun mengingatkan, pada tahun 2021, jumlah kematian akibat penyakit DBD di Indonesia mencapai 472 orang dan di Kota Bogor dalam empat bulan terakhir mulai Januari-April 2022, rata-rata di atas 100 kasus pasien DBD.Terlebih, menurut data Dinas Kesehatan Kota Bogor, selama Januari-April 2022 terdapat 511 orang diserang penyakit DBD. Pada Bulan Januari di musim penghujan kasus pasien DBD mencapai 129 orang.


Kemudian turun pada Bulan Februari menjadi 75 orang, melonjak 100 persen menjadi 155 orang pada bulan Maret dan mulai turun pada April menjadi 152 orang. Menurutnya, masyarakat harus mulai menggalakkan kembali 3M plus, yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, mendaur ulang atau memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan.


Ditambah mencegah gigitan dan pengembangbiakan nyamuk dengan delapanlangkah yaitu memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidur menggunakan kelambu dan memasang kawat kasa di lubang ventilasi.


Selanjutnya, menggunakan lotion antinyamuk, tidak menggantung pakaian yang sudah dipakai, memasang perangkap telur nyamuk yang disebut ovitrap/lavitrap/mosquito trap dan pengendalian larva atau jentik nyamuk dengan pemberian larvasida yang bertujuan untuk membunuhnya.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: aedes aegypti dan aedes albocpictuscurah hujan tinggi kota bogorgigitan nyamukpasien dbdpenyebaran dbd
ShareTweetPin
Previous Post

Anggota DPR: Puan Penuhi Kriteria Pemimpin karena Ditempa Sejarah

Next Post

Rakyat Iran Turun ke Jalan Protes Kenaikan Harga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Kamis (04/06/2026) - 16:29 WIB
Menag Tegaskan Zakat Tidak Boleh Digunakan di Luar Asnaf

Menag: Jabatan Adalah Amanah, Jangan Tergoda Gratifikasi dan Suap

Kamis (04/06/2026) - 16:23 WIB
Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Aceh Menurun

Penumpang Pesawat dan Kapal di Aceh Turun pada April 2026

Kamis (04/06/2026) - 16:13 WIB
Malaysia Dominasi Kunjungan Turis ke Aceh Oktober 2024

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 14,75 Persen pada April 2026, Okupansi Hotel Ikut Menguat

Kamis (04/06/2026) - 16:10 WIB
Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Kamis (04/06/2026) - 16:05 WIB
Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Kamis (04/06/2026) - 15:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.