Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Cincin Emas Berusia 3.000 Tahun Kembali ke Yunani

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (21/05/2022) - 06:56 WIB
in INTERNASIONAL
0
Bendera Yunani/ilustrasi. Otoritas Yunani akan meminta 12 diplomat Rusia untuk angkat kaki dari negara mereka sebagai tanggapan atas perang di Ukraina.

Cincin itu sebelumnya telah diwariskan oleh ahli biofisika Hungaria.

ATHENA — Sebuah cincin emas berusia lebih dari 3.000 tahun telah berkelana jauh dan akhirnya kembali ke rumahnya. Benda ini dicuri dari sebuah pulau Aegea dalam Perang Dunia II, melintasi Atlantik, dibeli oleh seorang ilmuwan Hungaria pemenang Hadiah Nobel dan berakhir di museum Swedia telah menemukan jalan kembali ke Yunani.


Pengembalian benda bersejarah ini merupakan tindakan terbaru dari serangkaian desakan oleh otoritas Yunani yang mencari pengembalian karya yang dijarah dari negara kaya barang antik itu. Kementerian Kebudayaan Yunani mengatakan pada Jumat(20/5), bahwa karya emas era Mycenaean dari Rhodes, dihiasi dengan dua sphinx yang menghadap, dengan sukarela dikembalikan oleh pejabat Swedia. Pihak dari Swedia memberikan bantuan penuh untuk mendokumentasikan artefak dan asalnya.


Pakar Yunani mengkonfirmasi identifikasi potongan itu kemudian diserahkan di Stockholm oleh direktur eksekutif Yayasan Nobel Vidar Helgesen. Cincin itu sebelumnya telah diwariskan oleh ahli biofisika Hungaria. Yayasan yang mempersembahkan penghargaan tahunan untuk pencapaian luar biasa di beberapa bidang telah memberikannya kepada Museum Barang Antik Mediterania dan Timur Dekat di Stockholm.


Menteri Kebudayaan Yunani Lina Mendoni berterima kasih kepada Yayasan Nobel dan pihak berwenang Swedia atas pemulangan tersebut. “Hal itu menunjukkan rasa hormat mereka terhadap Yunani modern dan upaya terus-menerus kami untuk memerangi perdagangan ilegal barang-barang budaya,” katanya. 


Cincin yang akan menjadi simbol status untuk bangsawan lokal di milenium ke-3 SM ini ditemukan pada 1927 oleh arkeolog Italia di kuburan Mycenaean dekat kota kuno Ialysos di Rhodes. Pulau Aegean tenggara milik Italia sampai dimasukkan di Yunani setelah Perang Dunia II.


Kementerian Kebudayaan dan Olahraga mengatakan cincin itu dicuri dari sebuah museum di Rhodes selama perang bersama ratusan perhiasan dan koin lainnya yang masih hilang. Kemudian benda tersebut muncul di Amerika Serikat.


Cincin ini berada di AS selama 1950-an atau 1960-an oleh Georg von Bekssy, seorang ahli biofisika dan kolektor seni yang koleksinya disumbangkan ke Yayasan Nobel setelah kematiannya pada 1972. Dari tempat itu beberapa benda didistribusikan ke beberapa museum.


Helgesen dari Yayasan Nobel mengatakan tidak ada keraguan asal cincin itu berasal. “Bagi kami, sudah jelas bahwa cincin itu harus dikembalikan. Artefak ini memiliki nilai budaya-historis yang sangat besar bagi Yunani,” ujarnya. 


Museum Stockholm awalnya mengidentifikasi cincin dari Ialysos pada 1975 dan menghubungi pihak berwenang Yunani. “Namun itu tetap di Stockholm karena alasan yang tidak jelas dari arsip yang ada,” kata pernyataan Jumat. 


Karya seni itu sekarang akan dipajang di museum di Rhodes. 


Sumber: https://apnews.com/article/politics-travel-greece-museums-5e81f76d35ee07822f1de383f86448c2

Sumber: Republika

Tags: cincin emas yunanicincin yunanimuseum rhodesyunani
ShareTweetPin
Previous Post

Ketidakadilan yang Dilakukan Israel di Palestina Harus Dihentikan

Next Post

Gandeng Jerman, IPB University Kembangkan Teknologi ART dan Bio-Bank

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Tak Pulang Kampung, Pasien Rumah Singgah BFLF Lebaran Iduladha di Banda Aceh

Tak Pulang Kampung, Pasien Rumah Singgah BFLF Lebaran Iduladha di Banda Aceh

Selasa (26/05/2026) - 19:08 WIB
Asrama Haji Aceh Terapkan One Stop Service, Jemaah Mengaku Puas

Jemaah Haji Asal Bireuen Wafat Jelang Wukuf di Arafah, Akan Dibadalhajikan

Selasa (26/05/2026) - 14:54 WIB
Motor Satpam Terbakar Saat Kericuhan, USK Beri Bantuan Dua Unit Baru

Motor Satpam Terbakar Saat Kericuhan, USK Beri Bantuan Dua Unit Baru

Senin (25/05/2026) - 23:52 WIB
Wagub Aceh Jajaki Kerja Sama Lingkungan dan Energi dengan UEA

Wagub Aceh Jajaki Kerja Sama Lingkungan dan Energi dengan UEA

Senin (25/05/2026) - 23:39 WIB
Mualem Saksikan Langsung RDP DPR-RI Bahas Revisi UUPA

Mualem Saksikan Langsung RDP DPR-RI Bahas Revisi UUPA

Senin (25/05/2026) - 23:30 WIB
Listrik Padam, Warga Abdya Andalkan Warkop untuk Ngecas HP dan Akses Internet

Listrik Padam, Warga Abdya Andalkan Warkop untuk Ngecas HP dan Akses Internet

Senin (25/05/2026) - 21:05 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.