Senin, Juli 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

BMKG: Suhu Panas di Indonesia Bukan Gelombang Panas Seperti di India

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (17/05/2022) - 11:45 WIB
in NASIONAL
0
Suhu panas. Ilustrasi

Masyarakat dihimbau menghindari kondisi dehidrasi dan tetap menjaga kesehatan.

JAKARTA — Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati suhu udara panas dirasakan di beberapa tempat di Sumatra dan Indonesia bagian selatan awal Mei 2022. Hal ini sempat menimbulkan kepanikan masyarakat karena dikaitkan dengan kejadian gelombang panas yang tengah terjadi di India.

Dari catatan data BMKG, pada periode tersebut setidaknya 2 hingga 8 stasiun cuaca BMKG melaporkan suhu udara maximum >35℃. Stasiun cuaca Kalimaru (Kaltim) dan Ciputat (Banten) bahkan mencatat suhu maksimum sekitar 36℃ berurutan beberapa hari.


BMKG memastikan kejadian suhu panas di Indonesia tidaklah dikategorikan sebagai gelombang panas seperti di India karena tidak memenuhi definisi kejadian ekstrim meteorologis oleh Badan Meteorologi Dunia (WMO) yaitu anomali lebih panas 5℃ dari rerata klimatologis suhu maksimum di suatu lokasi dan setidaknya sudah berlangsung dalam lima hari.

“Gelombang panas umumnya juga terjadi dalam cakupan yang luas yang diakibatkan oleh sirkulasi cuaca tertentu sehingga menimbulkan penumpukan massa udara panas,” kata Plt Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko dalam keterangan pers, Selasa (17/5/2022).

Haryoko menjelaskan meningkatnya suhu pada bulan Mei ini sebenarnya adalah hal wajar. Dalam analisis klimatologi, sebagian besar lokasi-lokasi pengamatan suhu udara di Indonesia menunjukkan dua puncak suhu maksimum, yaitu pada bulan April, Mei, dan September.

“Hal itu memang terdapat pengaruh dari posisi gerak semu matahari dan dominasi cuaca cerah awal atau puncak musim kemarau,” ujar Haryoko.

Suhu maksimum sekitar 36℃ pun bukan merupakan suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia. Sebab rekor suhu tertinggi yang pernah terjadi adalah 40℃ di Larantuka (NTT) pada 5 September 2012 lalu. Namun, anomali suhu yang lebih panas dibandingkan beberapa wilayah lainnya di Indonesia mengindikasikan faktor lain yang mengamplifikasi periode puncak suhu udara tersebut.

“Kondisi udara yang terasa panas dan tidak nyaman dapat disebabkan oleh suhu udara yang tinggi. Suhu udara tinggi terjadi pada udara yang kelembapannya tinggi maka akan terkesan ‘sumuk’, sedangkan bila udaranya kering (kelembaban rendah) maka akan terasa ‘terik’ dan membakar,” ujar Haryoko.

Analisis iklim dasarian pada periode 1-10 Mei 2022 menunjukkan lebih hangatnya suhu muka laut di wilayah Samudera Hindia barat Sumatra dan Laut Jawa. Hal ini akan menambah suplai udara lembab akibat penguapan yang lebih intensif dari permukaan lautan.

Sementara itu, analisis sirkulasi angin menunjukkan adanya pusaran kembar di bagian utara dan selatan belahan bumi sebelah barat Sumatra sebagai manifestasi dari aktifnya gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) di area tersebut. Di sisi lain, di atas Pulau Kalimantan muncul vortex meskipun lebih lemah.

“Kondisi itu menyebabkan angin di atas sebagian wilayah Jawa dan Sumatra menjadi lemah dan cenderung stabil, sehingga udara yang lembab dan panas cenderung tertahan tidak bergerak ke mana-mana,” jelas Haryoko.

Haryoko menerangkan kejadian suhu udara panas kali ini memang dipengaruhi oleh faktor klimatologis yang diamplifikasi dinamika atmosfer skala regional dan skala meso. Inilah yang menyebabkan udara terkesan menjadi ‘lebih sumuk’ dan kemudian menimbulkan pertanyaan bahkan keresahan (selain kegerahan) publik.

“Namun, BMKG sekali lagi meyakinkan kondisi ini bukanlah termasuk kondisi ekstrem yang membahayakan seperti gelombang panas, meskipun masyarakat tetap dihimbau untuk menghindari kondisi dehidrasi dan tetap menjaga kesehatan,” imbau Haryoko.

Sumber: Republika

Tags: BMKGcuaca ekstremsuhu panas
ShareTweetPin
Previous Post

Fadli Zon Minta Dubes Singapura Beri Penjelasan Soal Deportasi UAS

Next Post

Dubes RI: UAS Bukan Dideportasi, Tapi tak Diberikan Izin Masuk Singapura

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

Jumat (24/07/2026) - 22:42 WIB
Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Jumat (24/07/2026) - 22:38 WIB
Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Jumat (24/07/2026) - 16:44 WIB
Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Jumat (24/07/2026) - 15:53 WIB
Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Jumat (24/07/2026) - 15:51 WIB
Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Jumat (24/07/2026) - 15:49 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.