Banda Aceh – Antrean panjang kendaraan di Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, terus dikeluhkan para pengendara. Sistem buka-tutup yang diberlakukan di jalur strategis penghubung Aceh–Sumatera Utara dinilai belum efisien karena waktu tunggu bisa mencapai satu jam bahkan lebih.
Keluhan tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua DPRA dari Fraksi Partai NasDem, Saifuddin Muhammad, yang akrab disapa Yah Fud.
Menurut Yah Fud, antrean yang kian panjang, terutama pada jam sibuk, mengganggu kenyamanan dan produktivitas masyarakat.
“Kondisi ini tentu sangat meresahkan masyarakat, khususnya pengendara. Apalagi, ketika berada di tengah antrean panjang, waktu tempuh yang semakin lama bisa berdampak negatif pada kegiatan ekonomi dan mobilitas masyarakat,” kata Yah Fud dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).
Ia menilai salah satu penyebab utama kemacetan adalah sistem buka-tutup yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan setempat. Karena itu, ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola pengaturan lalu lintas tersebut.
“Sistem buka-tutup yang ditetapkan selama ini perlu dievaluasi, terutama di jam-jam padat. Pembukaan yang terlalu lama di salah satu sisi akan berdampak antrean sangat panjang di sisi lainnya. Saya meminta Dishub untuk mengatur ulang jadwal dan durasi buka-tutupnya atau mempertimbangkan alternatif lain yang dapat meminimalisir panjangnya antrean,” katanya.
Sistem buka-tutup di jembatan tersebut sebelumnya diterapkan untuk menghindari penumpukan kendaraan dari dua arah yang melintasi jembatan darurat. Namun, tingginya volume kendaraan justru kerap memicu kemacetan panjang hingga berjam-jam.
Selain itu, Yah Fud juga menyoroti masih adanya pengendara yang melawan arah, yang semakin memperparah kondisi lalu lintas di lokasi tersebut.
Ia meminta Dinas Perhubungan bersama pihak terkait untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran tersebut.
“Saya berharap Dinas Perhubungan memberi atensi penuh terhadap persoalan ini. Segera atur ulang manajemen buka-tutup dan bertindak tegas kepada setiap pengemudi yang tidak patuh,” pungkasnya.[]









