Jumat, Juni 5, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Aceh Posisi 5 Penyumbang Inflasi Terbesar di Indonesia

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (24/08/2022) - 17:53 WIB
in DAERAH
0
Aceh Posisi 5 Penyumbang Inflasi Terbesar di Indonesia

Ilustrasi inflasi. Foto: net

BANDA ACEH – Provinsi Aceh menempati posisi kelima tingkat inflasi terbesar seluruh Indonesia. Hal itu diketahui dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Presiden Joko Widodo pada 18 Agustus 2022 mengenai penanganan inflasi di Indonesia, disebutkan bahwa terdapat beberapa provinsi dengan nilai inflasi tertinggi.

Adapun lima besar provinsi yang menyumbang inflasi terbesar di Indonesia, pertama Provinsi Jambi dengan nilai inflasi 8,55 persen, kedua Provinsi Sumatera Barat dengan nilai inflasi 8,00 persen, ketiga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan nilai inflasi 7,77 persen, keempat Provinsi Riau dengan nilai inflasi 7,03 persen, dan kelima Provinsi Aceh dengan nilai inflasi 6,97 persen.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh, Achris Sarwani, menyampaikan inflasi di Serambi Mekkah yang tergolong tinggi ini disumbang oleh beberapa komponen utama seperti cabai merah, bawang merah, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga (BBRT), dan cabai hijau.

Adapun proporsi inflasi dari lima komponen terbesar penyumbang inflasi pada bulan Juni-Juli 2022 adalah sebagai berikut, cabai merah 3,83 persen (ytd), bawang merah 0.98 persen (ytd), angkutan udara 0,82 persen (ytd), bahan bakar rumah tangga 0,48 persen (ytd), dan cabai hijau 0,34 persen (ytd).

“Dari data tersebut inflasi yang berasal dari volatile food lebih banyak dan memiliki andil terhadap inflasi yang besar. Oleh karena itu, fokus dalam pengendalian inflasi saat ini adalah pada komoditas volatile foods,” ungkap Achris Sarwani.

Achris menyebutkan, bahwa secara umum masalah yang saat ini dihadapi untuk komoditas pangan atau voatile foods ini terbagi menjadi dua yaitu permasalahan pangan dari komoditas yang tidak dihasilkan di Indonesia sehingga harus impor dari negara lain dan permasalahan mengenai kendala proses distribusi pasokan antar daerah yang kurang efektif.

Untuk permasalahan mengenai kendala distribusi, pemerintah daerah (Pemda) dapat membantu dengan mengadakan Kerjasama Antar Daerah (KAD) disertai subsidi kepada komoditas yang terdampak inflasi dengan menggunakan dana belanja tidak terduga atau belanja bansos.

“Selain itu, untuk mengatasi permasalahan inflasi dimaksud, perlu adanya peran serta seluruh stakeholders untuk meredam kepanikan publik,” jelasnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menyebutkan bahwa sentimen publik harus diperhatikan agar tidak terlalu reaktif terhadap perubahan-perubahan ekonomi. Persepsi masyarakat harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan budaya penimbunan ketika terjadi kenaikan harga.

Sementara itu, menurut satuan tugas (Satgas) pangan di Provinsi Aceh, tidak ditemukan penimbunan barang-barang sehingga permasalahan fluktuasi harga komoditas pangan di Provinsi Aceh tidak berasal dari proses penimbunan.

Selanjutnya, program pengendalian inflasi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) saat ini tetap dilaksanakan dengan mengacu pada kerangka 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersedaiaan Pasokan, Komunikasi efektif, dan kelancaran distribusi.

“Sebagai upaya khusus dalam menghadapi inflasi pangan, telah dilakukan kick-off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN PIP) di Aceh pada tanggal 18 Agustus 2022,” sebutnya.

Dalam jangka pendek strategi yang diakukan adalah dengan pelaksanaan pasar murah di Banda Aceh dan Sigli (komoditas bawang merah, cabai merah, telur ayam ras) pada tanggal 19-20 Agustus 2022. Serta pemanfaatan lahan bantaran sungai untuk penanaman Bawang Merah di Gampong Cot Cut, Aceh Besar (5 Ha) pada 19 Agustus 2022.

Menurut Kepala Direktorat Jendral Bea dan Cukai Provinsi Aceh, Safuadi, dalam jangka panjang, pusat logistik berikat pangan bisa menjadi solusi untuk membantu proses penyimpanan.

“Masalah logistik dapat ditangani dengan menyasar isu transportasi, inventori, administrasi,” ujar Safuadi.

Kemudian, pengimplementasian peta jalan (roadmap) pengendalian inflasi akan mebantu proses pengendalian inflasi. Dimana dalam peta  jalan tersebut telah dibuat sasaran jangka menengah tahun 2022-2024 baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota.

Untuk mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN PIP) baik program jangka pendek (quick wins) maupun program jangka panjang (long-term) dalam rangka pengendalian inflasi. Beberapa strategi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

Pertama; menyusun strategi/program khusus pengendalian inflasi untuk TPID kota pantauan IHK antara lain, TPID Banda Aceh, TPID Lhokseumawe, dan TPID Aceh Barat.

Kedua; pemetaan pelaku-pelaku utama dalam rantai pasokan pangan di Aceh terutama pengepul dan pedagang besar.

Ketiga; pelaksanaan pengawasan pengendalian inflasi secara cermat dan tanggung jawab serta menyampaikan permasalahan dan langkah-langkah penyelesaiannya.[]

Tags: bi perwakilan acehharga sembako naikinflasi aceh terbesarprovinsi aceh
ShareTweetPin
Previous Post

Pelantikan Pengurus PWI Aceh Besar Bakal Dihadiri Pj Bupati Muhammad Iswanto

Next Post

Bangkitkan Industri Pariwisata, Disbudpar Aceh Helat Festival Pesona Barsela di Tapak Tuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Basarnas Kerahkan Drone dan K-9 Cari Pendaki Hilang di Gunung Seulawah

Basarnas Kerahkan Drone dan K-9 Cari Pendaki Hilang di Gunung Seulawah

Kamis (04/06/2026) - 21:29 WIB
Terima Opini WTP dari BPK, Wali Kota Sabang Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

Terima Opini WTP dari BPK, Wali Kota Sabang Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

Kamis (04/06/2026) - 21:26 WIB
Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Kamis (04/06/2026) - 16:29 WIB
Menag Tegaskan Zakat Tidak Boleh Digunakan di Luar Asnaf

Menag: Jabatan Adalah Amanah, Jangan Tergoda Gratifikasi dan Suap

Kamis (04/06/2026) - 16:23 WIB
Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Aceh Menurun

Penumpang Pesawat dan Kapal di Aceh Turun pada April 2026

Kamis (04/06/2026) - 16:13 WIB
Malaysia Dominasi Kunjungan Turis ke Aceh Oktober 2024

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 14,75 Persen pada April 2026, Okupansi Hotel Ikut Menguat

Kamis (04/06/2026) - 16:10 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.