Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Zulfikri Anas: Mari Fokus pada Esensi , bukan Make Up Kurikulum 

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (26/04/2022) - 08:42 WIB
in NASIONAL
0
Pusat Riset Pendidikan BRIN menggelar Tadarus Pendidikan bertema Kurikulum Merdeka: Esensi, Hakiki dan Implementasi, Senin (25/4).

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu opsi pemulihan pendidikan.

JAKARTA — Saat ini di Indonesia berlaku tiga kurikulum untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah yakni Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 yang Disederhanakan, dan Kurikulum Merdeka. “Sekolah diberi keleluasaan memilih kurikulum yang paling tepat untuk diterapkan di sekolah masing-masing dengan benar-benar mempertimbangkan karakteristik murid,” ungkap Oos M  Anwas, Plt Kepala Pusat Riset Pendidikan saat membuka Tadarus Pendidikan di Jakarta, Senin (25/4).


Tadarus Pendidikan yang mengusung tema Esensi, Hakiki, dan Implementasi Kurikulum Merdeka dihadiri lebih dari 300 peserta. Mereka terdiri dari dosen, guru, periset dan praktisi pendidikan.


Masih menurut Oos, sejatinya kurikulum wajib didesain untuk berkhidmah kepada murid dan memberi ruang bagi guru berinovasi. Untuk itu, Pusat Riset Pendidikan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)  akan terus memberikan berbagai pertolongan bagi guru agar memiliki kemampuan mumpuni dalam mengelola pembelajaran dan penilaian. “Pusat Riset Pendidikan memiliki sekitar 80 periset yang siap berkolaborasi dengan para pelaku dan pemangku pendidikan untuk menemukan berbagai formula manjur guna  mencerdaskan kehidupan bangsa,”   ujar  Oos seperti dikutip  dalam rilis yang diterima Republika.co.id.


Kurikulum Merdeka,  menurut Zulfikri Anas, Plt Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemendikbudristek, merupakan salah satu opsi pemulihan pendidikan. Zulfikri berharap sekolah berani jujur merefleksi dirinya sebelum memilih opsi implementasi Kurikulum Merdeka. “Ada tiga opsi implementasi Kurikulum Merdeka.  Pertama,  sekolah menerapkan beberapa fitur Kurikulum Merdeka untuk memperkuat efektivitas dan kebermaknaan kurikulum yang sedang berlangsung,” kata Zulfikri.


Kedua, lanjut Zulfikri,  sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan memakai perangkat yang dikembangkan pemerintah, dan ketiga, sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan perangkat secara mandiri.


 Zulfikri mengingatkan agar semua pelaku pendidikan  fokus pada esensi, bukan make up  kurikulum. “Mengenali murid dengan baik, berkhidmah pada murid, materi esensial, pembelajaran dan penilaian berkualitas merupakan esensi keberhasilan kurikulum,” tegas Zulfikri. 


Senada dengan Zulfikri, Deni Hadiana, periset Pusat Riset Pendidikan mengatakan,  Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka sangat vital karena merupakan rujukan bagi guru saat mengembangkan tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran dan penilaian, dan bahan ajar untuk itu “Perumusan Capaian Pembelajaran hendaknya telah benar-benar mencerminkan capaian yang terukur, holistik, dan konten esensial,” kata Deni.


Deni juga meminta agar Capaian Pembelajaran bersifat dinamis.  “Artinya sekolah dan guru diberi ruang untuk mengembangkan capaian pembelajaran selama melampaui capaian pembelajaran versi pemerintah,” ujarnya.


Dihubungi secara terpisah, praktisi  Afrizal Sinaro  menyambut baik kebijakan pemerintah yang tidak lagi memaksa sekolah menerapkan kurikulum tertentu. Afrizal meyakini Kurikulum Merdeka didesain untuk memaksimalkan pelayanan pembelajaran dan penilaian terbaik pada murid.


 

Sumber: Republika

Tags: esensi kurikulumkurikulum merdekaopsi pemulihan pendidikanpusat riset pendidikan BRINtadarus pendidikan
ShareTweetPin
Previous Post

Universitas BSI Kampus Cibitung Tebar Ilmu Digital Marketing dan Literasi Digital

Next Post

Ramadhan Momentum Melatih Siswa Rajin Bersedekah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

Senin (20/04/2026) - 22:13 WIB
Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Senin (20/04/2026) - 22:10 WIB
Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Senin (20/04/2026) - 16:49 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Senin (20/04/2026) - 16:38 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.