Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Kota Nelayan Jepang Bergantung pada Keputusan Rusia

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (18/04/2022) - 12:17 WIB
in INTERNASIONAL
0
Warga membawa barang dari atas kapal yang bersandar ditambatan perahu yang dibangun dengan menggunakan dana desa di Desa Wani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (11/4/2022). Tambatan perahu yang dibangun dengan menggunakan dana desa tersebut bermanfaat bagi masyarakat di desa tersebut yang sebagian besar  menggantungkan hidupnya dari aktivitas di laut baik sebagai nelayan ataupun buruh bongkar muat angkutan kapal.

Nelayan khawatirkan terganggunya pembicaraan kuota penangkapan ikan di ZEE Jepang.

 NEMURO — Nelayan Jepang Tsuruyuki Hansaku baru saja lulus SMA ketika menjalani 10 bulan di penjara Soviet. Dia ditangkap di laut di atas kapal ayahnya karena menangkap ikan cod di wilayah yang dianggap Rusia sebagai wilayahnya.


Penduduk bersurai perak dari kota nelayan Jepang utara Nemuro, sekarang berusia 79 tahun. Dia masih gelisah karena pengaruh Moskow atas kekayaan bisnis perikanan keluarganya dan kampung halamannya.


Dengan hubungan Rusia-Jepang yang terurai akibat krisis di Ukraina, tidak ada komunitas Jepang yang merasakan dampak paling besar seperti Nemuro. Kekhawatiran kali ini adalah nasib pembicaraan yang diadakan setiap tahun antara kedua pemerintah untuk menetapkan kuota bagi Jepang untuk menangkap salmon dan trout yang lahir di Sungai Amur.


Negosiasi salmon-trout ini sudah dimulai sejak 1957 dan biasanya berakhir pada Maret, menyisakan banyak waktu sebelum dimulainya musim penangkapan ikan dengan jaring apung pada tanggal 10 April. Perundingan tersebut telah lama disebut-sebut sebagai satu-satunya saluran diplomatik yang tetap terjaga di antara dua negara, bahkan melalui era Perang Dingin.


Tahun ini, kedua negara belum menghasilkan apa pun. Pemerintah Jepang dan orang dalam industri mengatakan, penundaan negosiasi adalah demonstrasi kemarahan Rusia atas sanksi ekonomi yang diberlakukan Jepang bersama sekutunya akibat invasi ke Ukraina. Para menteri pemerintah Jepang tidak memiliki informasi terbaru tentang pembicaraan yang sedang berlangsung yang memasuki hari kelima pada Jumat (15/4/2022).


Musim penangkapan ikan tahunan dengan jaring apung untuk salmon dan trout di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang berlangsung dari April hingga Juni. Tokyo memerlukan izin Moskow untuk menangkap ikan bahkan di dalam ZEE-nya sendiri karena kesepakatan bersama yang memberikan hak kepada ikan untuk negara asal.


Industri perikanan Tokyo juga membutuhkan Moskow untuk tiga negosiasi tahunan lainnya. Pembicaraan ini mencakup berbagai produk, seperti rumput laut dan ikan sauri pasifik di beberapa daerah penangkapan ikan terkaya di dunia.


“Jika kami tidak bisa menangkap ikan, kami tidak bisa tinggal di sini,” ujar Hansaku.


Perusahan Hansaku melakukan kegiatan penangkapan dan pemrosesan sauri pasifik. “Ini masalah bertahan hidup bagi kami,” katanya.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: invasi rusiakonflik ukrainakuota penangkapan ikankuota penangkapan ikan nelayannelayan jepangzee jepangzona ekonomi eksklusif
ShareTweetPin
Previous Post

Universitas BSI Kampus Tangerang, Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

Next Post

Rusia Gempur Kharkiv, 18 Dilaporkan Terbunuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Karnaval HUT ke-81 RI di Sabang Meriah, 49 Sekolah Tampilkan Kreativitas dan Semangat Kemerdekaan

Karnaval HUT ke-81 RI di Sabang Meriah, 49 Sekolah Tampilkan Kreativitas dan Semangat Kemerdekaan

Kamis (20/08/2026) - 14:10 WIB
BMA Salurkan Rp32,15 Miliar Modal Usaha Individu 

BMA Salurkan Rp32,15 Miliar Modal Usaha Individu 

Kamis (20/08/2026) - 06:57 WIB
‎Wagub Bersama Wamendagri Hadiri Pengukuhan DPP FKKA Aceh

‎Wagub Bersama Wamendagri Hadiri Pengukuhan DPP FKKA Aceh

Kamis (20/08/2026) - 00:05 WIB
Pemerintah Bentuk Desk Koordinasi Aceh, Wagub Dek Fadh: Mendukung Pembangunan Ekonomi Aceh

Pemerintah Bentuk Desk Koordinasi Aceh, Wagub Dek Fadh: Mendukung Pembangunan Ekonomi Aceh

Rabu (19/08/2026) - 21:25 WIB
BBPOM Aceh Dorong Pelayanan Publik di Aceh Barat Semakin Cepat dan Digital

BBPOM Aceh Dorong Pelayanan Publik di Aceh Barat Semakin Cepat dan Digital

Rabu (19/08/2026) - 21:23 WIB
Wagub Aceh Bersama Wamendagri Tinjau Blang Padang, Dorong Kepastian Status Lahan

Wagub Aceh Bersama Wamendagri Tinjau Blang Padang, Dorong Kepastian Status Lahan

Rabu (19/08/2026) - 21:19 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.