Kamis, Juli 30, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Kampanye Presiden Prancis Soroti Aturan Penggunaan Jilbab

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (16/04/2022) - 13:24 WIB
in INTERNASIONAL
0
Muslim Prancis saat berunjuk rasa menentang larangan jilbab. Dua calon presiden Prancis hadapi pertanyaan mengapa jilbab masuk ke kampanye politik. Ilustrasi.

Dua calon presiden Prancis hadapi pertanyaan mengapa jilbab masuk ke kampanye politik

PERTUIS — Kandidat calon presiden Prancis Marine Le Pen dan Presiden pejawat Prancis Emmanuel Macron menghadapi putaran kedua yang diperebutkan secara ketat pada 24 April. Mereka berdua dihadapkan oleh perempuan berjilbab yang bertanya mengapa pilihan pakaian harus dimasukkan ke dalam kampanye politik.

Presiden Prancis saat ini memang tidak akan melarang pakaian keagamaan. Akan tetapi dia telah mengawasi penutupan banyak masjid, sekolah, dan kelompok Islam dengan bantuan dari tim khusus untuk membasmi dugaan tempat berkembang biaknya radikalisme. Nilai itu dianggap berbahaya bagi nilai sekularisme Prancis.

Dalam kesempatan terbaru, Macron memperdebatkan seorang perempuan berjilbab dalam pertukaran di siaran France-Info pada Jumat. Dia berusaha menjauhkan diri dari Le Pen dengan mengatakan dia tidak akan mengubah undang-undang apa pun.

Perempuan penanya bernama Sara El Attar berkata merasa terhina oleh komentar Macron sebelumnya ketika menyarankan agar jilbab mengacaukan hubungan antara pria dan perempuan. Dia mengatakan perempuan Prancis telah dihukum beberapa tahun terakhir ini karena syal sederhana, tanpa ada pemimpin yang berkenan mencela ketidakadilan itu.

El Attar pun mengulangi argumen yang dibuat oleh banyak perempuan a bercadar di Prancis. Dia menyatakan kebanyakan orang secara keliru mengira para laki-laki membuat mereka memakai jilbab dan itu bukan pilihan pribadi.

“Bagi saya pribadi, pertanyaan tentang jilbab bukanlah obsesi,” kata Macron berusaha mempertahankan argumennya.

Sedangkan Le Pen memperlihatkan pandangan seputar jilbab ketika mendapatkan pertanyaan langsung di pasar petani kota selatan Pertuis. Seorang perempuan bercadar biru-putih mendekati Le Pen saat dia melewati penjual ikan dan pedagang untuk menyambut para pendukung.

“Apa yang dilakukan jilbab dalam politik?” ujar perempuan itu bertanya.

Le Pen membela posisi dalam keputusan untuk pelarangan penggunaan jilbab di tempat umum. Dia menyebut jilbab sebagai seragam yang dikenakan dari waktu ke waktu oleh orang-orang yang memiliki visi radikal tentang Islam.

“Itu tidak benar,” balas perempuan itu.

“Saya mulai memakai jilbab ketika saya adalah seorang perempuan dewasa. Bagi saya itu adalah tanda menjadi seorang nenek,” ujar perempuan itu mencatat bahwa ayahnya pernah bertugas di militer Prancis selama 15 tahun.

Le Pen menyerukan pelarangan jilbab di jalan-jalan Prancis, sebuah langkah besar lebih jauh dari dua undang-undang yang sudah ada. Larangan jilbab di ruang kelas berlaku pada 2004 dan larangan niqab penutup wajah di jalan-jalan tahun 2010.

Mantan direktur kelompok yang berkampanye melawan Islamofobia Marwan Muhammad mengatakan Macron dan Le Pen telah mengubah Islam di Prancis menjadi sepak bola elektoral. Keduanya mencari dukungan di antara audiens mereka masing-masing.

Menurut Muhammad, posisi Le Pen yang lebih radikal adalah berkah bagi Macron. “Yang dia inginkan adalah menampilkan dirinya sebagai alternatif, padahal sebenarnya kebijakannya selama lima tahun terakhir telah merusak umat Islam,” katanya.

Mahasiswa bernama Naila Ouazarf menyatakan ingin memiliki presiden yang menerima dirinya apa adanya, termasuk menggunakan jilbab. Dia mengatakan pakaiannya mencerminkan agama yang diyakininya.

Ouazarf akan menentang hukum yang dijanjikan jika Le Pen menjadi presiden. “Saya akan mengambil denda setiap kali saya keluar daripada melepas jilbab,” ujar perempuan berusia 19 tahun ini.

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: jilbab di prancispemilihan presiden prancispilpres prancisPresiden Prancis
ShareTweetPin
Previous Post

Miris, Ada 15 Kelurahan di DKI Jakarta Belum Miliki Puskesmas

Next Post

Peradi Bakal Pertimbangkan Pengunduran Diri Hotman Paris

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Bank Aceh dan Taspen Bekali ASN Jelang Pensiun Lewat Sosialisasi dan Wirausaha Pintar

Bank Aceh dan Taspen Bekali ASN Jelang Pensiun Lewat Sosialisasi dan Wirausaha Pintar

Kamis (30/07/2026) - 16:28 WIB
Efek Ketegangan Timur Tengah, Permintaan Emas di BSI Melejit

Nasabah Bullion BSI Melonjak 700 Persen, Bisnis Emas Kian Moncer

Kamis (30/07/2026) - 15:16 WIB
USK Juara Umum, Unsam Terima Estafet Tuan Rumah Peksimida 2028

USK Juara Umum, Unsam Terima Estafet Tuan Rumah Peksimida 2028

Kamis (30/07/2026) - 14:54 WIB
Mualem Dorong Hilirisasi Blok Andaman, Hashim Siap Bantu Datangkan Investor

Mualem Dorong Hilirisasi Blok Andaman, Hashim Siap Bantu Datangkan Investor

Kamis (30/07/2026) - 14:40 WIB
Prodi Kedokteran UIN Ar-Raniry Masuki Tahap Evaluasi, Izin Operasional Ditargetkan Segera Terbit

Prodi Kedokteran UIN Ar-Raniry Masuki Tahap Evaluasi, Izin Operasional Ditargetkan Segera Terbit

Kamis (30/07/2026) - 14:31 WIB
Mualem Tunjuk Wan Malaya sebagai Pj Ketua PA Nagan Raya, KPA Minta Kader Tetap Solid

Mualem Tunjuk Wan Malaya sebagai Pj Ketua PA Nagan Raya, KPA Minta Kader Tetap Solid

Rabu (29/07/2026) - 22:11 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.