Hasyim menjadi satu-satunya anggota KPU periode 2017-2022 yang terpilih kembali.
JAKARTA — Tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia periode 2022-2027 telah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Selasa (12/4/2022). Usai pelantikan, para anggota mengadakan rapat pleno perdananya dan menunjuk Hasyim Asy’ari menjadi ketua KPU.
Hasyim menjadi satu-satunya anggota KPU periode 2017-2022 yang terpilih kembali. Bahkan, dia sudah menjadi anggota KPU sejak 2016 untuk menggantikan anggota KPU Husni Kamil Malik yang meninggal dunia.
Sebagai penyelenggara negara, anggota KPU tentu wajib melaporkan harta kekayaan atau LHKPN ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan laporan yang disampaikan Hasyim pada 31 Maret 2021 dan tercatat di elhkpn.kpk.go.id, dia memiliki total harta kekayaan Rp 7.677.000.000.
Total kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 5,6 miliar yang berada di Semarang, Kudus, Rembang, dan Pati, Jawa Tengah. Ada pula alat transportasi yang jumlahnya mencapai Rp 307 juta, antara lain motor Vespa PX150 tahun 1985, motor Honda Spacy tahun 2011, mobil Toyota Prado tahun 2006, dan mobil Nissan New Serena tahun 2014. Selain itu, harta bergerak lainnya senilai Rp 780 juta serta kas dan setara kas sejumlah Rp 990 juta.
Sebelum menjadi ketua dan anggota KPU, Hasyim terlebih dahulu menjabat anggota KPU Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2003-2008. Dia juga tercatat aktif menjadi pegiat pemilu dengan bergabung Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) sebagai sekretaris presidium pada 1998-1999 di Kabupaten Kudus.
Pria kelahiran Pati, 3 Maret 1973 itu, meraih gelar doktor (doctor of philosophy/Ph.D) dalam bidang sosiologi politik di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada 2012. Program pascasarjana dalam bidang ilmu politik ditempuhnya di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang lulus pada 1998.
Dia juga tercatat sebagai alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto jurusan hukum tata negara yang lulus sebagai sarjana pada 1995. Selain itu, Hasyim juga pernah aktif dalam organisasi dengan menjadi redaktur pelaksana, wakil pemimpin redaksi, sampai pemimpin redaksi majalah mahasiswa Unsoed, Projustitia.
Sumber: Republika










