Banda Aceh — Pelatih kepala Persiraja Banda Aceh, Muhammad Ridwan, mengungkapkan alasan menerima tawaran untuk menukangi Laskar Rencong di tengah kondisi tim yang baru menelan tiga kekalahan beruntun pada awal kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Ridwan mengatakan, keputusan menerima tawaran Persiraja diambil setelah dirinya melihat klub tersebut sebagai tim tradisional dengan basis pendukung yang kuat serta memiliki skuad yang dinilai mampu bersaing.
Menurutnya, tawaran dari Persiraja datang pada Jumat (25/9/2026). Meski proses komunikasi berlangsung singkat, pembicaraan yang dilakukan dengan manajemen berlangsung serius hingga akhirnya tercapai kesepakatan.
“Saya merasa bersyukur dan terhormat bisa berada di sini. Saya mengapresiasi apa yang dikomunikasikan dan ditawarkan kepada saya,” kata Ridwan usai memimpin latihan Persiraja di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Senin sore (28/9/2026).
“Tawaran itu datang pada hari Jumat. Memang waktunya cukup singkat dan obrolan kami tidak basa-basi. Kami berbicara serius dan saling bertukar pikiran, baik dari pihak saya maupun pihak Persiraja,” ujarnya.
Ridwan menyebut salah satu pertimbangan utama dirinya menerima tawaran tersebut adalah karena Persiraja merupakan tim tradisional yang memiliki basis pendukung yang bagus.
Ia juga memiliki pengalaman menghadapi Persiraja ketika masih bersama Garudayaksa. Dalam pertandingan tersebut, menurut Ridwan, timnya harus bekerja keras untuk mendapatkan satu poin.
“Memang terakhir kali saya bermain di sini bersama Garudayaksa, kami bermain dengan susah payah untuk mendapatkan satu poin. Jadi, impresi pertama ketika datang ke sini adalah bahwa Persiraja merupakan tim yang sangat baik,” katanya.
Selain melihat karakter klub, Ridwan juga terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi skuad yang dimiliki Persiraja. Ia mengaku melihat sejumlah pertandingan yang telah dijalani tim sebelum memutuskan menerima tawaran tersebut.
“Saya perlu melihat terlebih dahulu bagaimana skuad yang ada. Saya melihat beberapa pertandingan yang sudah dijalani dan melihat bahwa Persiraja memiliki skuad yang bisa bersaing,” ujarnya.
Menurut Ridwan, Persiraja memiliki sejumlah pemain dengan talenta yang baik. Ia berharap bisa bekerja sama dengan para pemain untuk membawa tim meraih prestasi yang lebih baik ke depan.
“Ada beberapa talenta yang sangat baik dan saya yakin ke depan kami bisa bekerja sama untuk membawa prestasi yang lebih baik lagi, Insyaallah,” katanya.
Ridwan menyadari dirinya datang ketika Persiraja sedang berada dalam situasi yang tidak ideal. Tiga kekalahan beruntun menjadi tantangan awal yang harus dihadapi bersama tim, sementara waktu persiapan menuju pertandingan berikutnya sangat terbatas.
“Skuad pemain saat ini kondisinya memang tidak baik-baik saja. Tiga kali kalah, dan ini mungkin jarang terjadi di Persiraja. Sebagai pelatih, saya datang dalam kondisi seperti ini dan mungkin tidak diharapkan,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut tentu memberikan tekanan, baik kepada dirinya maupun para pemain. Namun, pengalaman menghadapi situasi serupa membuatnya memahami apa yang dirasakan para pemain.
“Saya pernah mengalami kondisi seperti ini, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Jadi, saya tahu rasanya dan apa yang dirasakan oleh para pemain,” katanya.
Ridwan menegaskan akan berupaya mengangkat kembali moral dan motivasi pemain agar tetap fokus menghadapi pertandingan berikutnya dengan target meraih tiga poin.
“Karena saya pernah merasakan hal yang sama, Insyaallah saya punya treatment untuk mereka. Saya akan berusaha mengangkat moral dan motivasi mereka agar tetap menghadapi pertandingan ke depan dengan target meraih tiga poin,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Ridwan juga membawa sejumlah staf untuk mengisi posisi kepelatihan yang sebelumnya ditinggalkan. Mereka terdiri dari asisten pelatih, pelatih penjaga gawang, dan analis. Sementara tambahan untuk posisi pelatih fisik kemungkinan akan dilakukan ke depan.
“Karena staf yang sebelumnya sudah tidak ada di sini, saya membawa staf untuk mengisi posisi-posisi yang ditinggalkan. Saya membawa asisten pelatih Edy, pelatih goalkeeper Zul, kemudian analis Coach Noval. Mungkin ke depan akan ada tambahan untuk pelatih fisik,” kata Ridwan.
Terkait persiapan pertandingan berikutnya, Ridwan mengakui waktu yang tersedia sangat singkat sehingga proses adaptasi belum dapat dilakukan secara maksimal. Meski demikian, ia optimistis situasi tersebut dapat diatasi bersama.
“Memang adaptasinya tidak terlalu banyak karena waktunya singkat. Namun, hal yang sama mungkin juga terjadi pada pelatih-pelatih yang mengambil tantangan seperti ini,” ujarnya.
Ia berharap Persiraja mampu memberikan hasil terbaik pada pertandingan menghadapi Sumsel nanti. “Insyaallah kami semua bisa mengatasinya. Insyaallah pada pertandingan melawan Sumsel nanti, kami bisa memberikan hasil yang terbaik,” katanya.
Pada latihan perdana yang dipimpinnya, Ridwan mengatakan tim masih berada dalam fase pemulihan. Sejumlah pemain inti belum menjalani latihan secara reguler bersama tim karena masih menjalani program recovery.
“Mereka hanya melakukan rondo, kemudian recovery, dan beberapa latihan lainnya dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi karena ini merupakan hari pertama kami berlatih,” ujarnya.
Ridwan mengatakan kualitas sebenarnya dari para pemain kemungkinan baru dapat dilihat pada sesi latihan berikutnya. Namun, ia mengapresiasi upaya yang ditunjukkan para pemain dalam latihan perdana.
“Mungkin besok kami bisa melihat kualitas sebenarnya dari para pemain. Namun, sejauh ini kami melihat effort yang ditunjukkan oleh pemain-pemain yang berlatih hari ini sangat bagus. Saya puas dengan itu,” pungkasnya.[]








