Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh mengalami inflasi sebesar 0,60 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Mei 2026 dibandingkan April 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada periode tersebut.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,96 persen dan memberikan andil sebesar 0,37 persen terhadap inflasi Aceh pada Mei 2026,” kata Agus Andria di Banda Aceh, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, sejumlah komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi bulanan antara lain tomat, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, serta nasi dengan lauk.
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil terhadap deflasi bulanan, yakni daging ayam ras, ikan tongkol, ikan dencis, emas perhiasan, dan telur ayam ras.
Selain inflasi bulanan, BPS Aceh juga mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Mei 2026 mencapai 5,12 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa harga barang dan jasa secara umum di Aceh naik rata-rata 5,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Secara tahunan, inflasi Aceh masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi tertinggi, yaitu sebesar 2,59 persen,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, komoditas yang menjadi pendorong utama inflasi tahunan meliputi beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin (SKM), dan tomat.
Sementara itu, sejumlah komoditas tercatat memberikan pengaruh terhadap deflasi tahunan, di antaranya tarif air minum PAM, baju muslim wanita, bawang putih, tarif Sekolah Menengah Atas (SMA), dan tarif Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa penghitungan inflasi di Aceh dilakukan pada lima daerah, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
Berdasarkan hasil penghitungan, seluruh wilayah tersebut mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Inflasi tahunan tertinggi tercatat di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Meulaboh sebesar 3,99 persen.
“Secara bulanan, seluruh daerah penghitungan inflasi di Aceh juga mengalami inflasi. Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,93 persen,” katanya.[]









