Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Macan Kumbang Mangsa Ternak Warga Banten, Habitat Terganggu?

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (30/03/2025) - 17:31 WIB
in DAERAH
0
Macan Kumbang Mangsa Ternak Warga Banten, Habitat Terganggu?

#image_title

 

  • Apa yang membuat macan kumbang masuk permukiman warga? Apakah habitatnya terganggu atau sumber pakannya berkurang? Panthera pardus melas ini ditangkap tim gabungan BKSDA Jabar-Banten di Kampung Sepang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (28/3/2025).
  • Identifikasi awal menunjukkan, usia macan tutul ini sekitar 1–2 tahun, sehingga lebih memilih wilayah jelajah baru. Untuk itu, ia memilih mangsa yang lebih mudah dijangkau, seperti ternak warga.
  • Peristiwa ini terjadi bukan karena Cagar Alam Gunung Tukung Gede, yang merupakan habitatnya, mengalami kerusakan. Kawasan hutan tersebut dalam kondisi baik. Menurut pantauan tim melalui kamera jebak, di kawasan seluas 1,519.50 hektar ini terdeteksi sekitar 10 individu macan kumbang dewasa.
  • Macan tutul, termasuk macan kumbang, mempunyai preferensi pakan beragam, mulai burung, mamalia kecil, kelelawar, hingga mamalia besar. Hewan-hewan tersebut masih cukup umum ditemukan, bahkan di hutan yang mengalami gangguan.

 

Apa yang membuat macan kumbang masuk permukiman warga? Apakah habitatnya terganggu atau sumber pakannya berkurang?

Sejumlah pertanyaan muncul setelah Panthera pardus melas ini ditangkap tim gabungan BBKSDA Jabar-Banten di Kampung Sepang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (26/3/2025).

Tuwuh Rahardianto Laban, Kepala Resort Konservasi Konservasi Wilayah III BBKSDA Jabar-Banten, menduga kucing besar ini masih dalam tahap pencarian teritori baru dan belajar berburu. Untuk itu, ia memilih mangsa yang lebih mudah dijangkau, seperti ternak warga.

“Identifikasi awal menunjukkan, usianya sekitar 1-2 tahun, sehingga lebih memilih wilayah jelajah baru,” terangnya, Jum’at (28/3/2025).

Peristiwa ini terjadi bukan karena Cagar Alam Gunung Tukung Gede, yang merupakan habitatnya, mengalami kerusakan. Kawasan hutan tersebut dalam kondisi baik. Menurut pantauan tim melalui kamera jebak, di kawasan seluas 1,519.50 hektar ini terdeteksi sekitar 10 individu macan kumbang dewasa.

“Belum termasuk anak-anaknya.”

Baca: Menghitung Populasi Macan Tutul Jawa di Habitat Tersisa

 

Macan tutul ini berhasil ditangkap oleh tim gabungan BBKSDA Jabar-Banten, pada Rabu (26/3/2025). Foto: Dok. BBKSDA Jabar-Banten

 

Macan kumbang diperiksa intensif

Rahardianto melanjutkan, macan kumbang ini telah memangsa sembilan ekor kambing dan lima ekor ayam warga, sejak dilaporkan kehadirannya pada 12 Maret 2025.

Upaya penangkapan awal dengan kandang jebak ukuran kecil tidak berhasil. Berikutnya, tim gabungan kembali memasang kandang jebak lebih besar yang didatangkan dari Taman Safari Indonesia (TSI), pada 26 Maret 2025.

“Sekitar pukul 22:00 WIB, macan tersebut masuk perangkap dan tidak dilakukan pembiusan karena tidak menunjukkan agresivitas. Tim hanya menggunakan ayam hidup dan ayam potong sebagai umpan. Selanjutnya, satwa dilindungi ini dititipkan di TSI untuk dilakukan pemeriksaan intensif.”

Untuk mencegah konflik serupa di masa mendatang, tim akan melakukan patroli rutin serta melibatkan masyarakat melalui MMP (Masyarakat Mitra Polhut).

“Bila hutan rusak tidak hanya macan kumbang yang keluar habitat, satwa liar lain juga akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Baca: Terekam Kamera: Macan Tutul Mangsa Kucing Kuwuk di Hutan Muria

 

Slamet Ramadhan, macan kumbang yang dilepasliarkan di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Juni 2019. Foto: Dok. KLHK

 

Kajian mendalam perilaku macan kumbang

Erwin Wilianto, Founder Save Indonesia Nature & Threatened Species (SINTAS) Indonesia, menegaskan fenomena macan kumbang terkam ternak warga di Banten, baiknya ada kajian mendalam.

Meski demikian, kondisi yang terjadi membuat macan tutul memang perlu diselamatkan, baik untuk meredakan keresahan masyarakat maupun demi keselamatan macan itu sendiri.

“Berdasarkan informasi lapangan, sepertinya ada anomali perilaku yang perlu segera diperiksa dan ditangani. Hal penting bagi pengelola kawasan maupun tim rescue adalah beberapa tahun lalu ada macan tutul yang tidak jauh dari lokasi, mengidap penyakit canine distemper virus yang coba diselamatkan.”

Erwin memperkirakan, macan kumbang ini bisa jadi sedang mencari teritori baru. Atau bisa juga karena induknya masih mengasuh anak.

Prediksi lain, mengikuti pergerakan mangsa yang pada masa-masa tertentu, musim tanam dan panen cenderung mendekati perkebunan. Atau juga, memang ada gangguan di dalam hutan.

Kemungkinan menipisnya pakan alami sebagai penyebab fenomena ini cukup kecil.

“Sebab, macan tutul, termasuk macan kumbang, mempunyai preferensi pakan beragam, mulai burung, mamalia kecil, kelelawar, hingga mamalia besar. Nah, hewan-hewan ini masih cukup umum ditemukan, bahkan di hutan yang mengalami gangguan,” ujarnya anggota Fishing Cat Working Group ini.

Baca juga: Tidak Ada Harimau: Macan Dahan Penguasa Hutan Kalimantan

 

Dua individu macan kumbang ini terpantau di TN Bromo Tengger Semeru, akhir 2024 lalu. Foto: Instagram/Kemehut/BBTN Bromo Tengger Semeru

 

Saat ditanya kemungkinan habitat yang terbatas, Erwin mengatakan itu dilema konservasi.

“Jika dikatakan bahwa pengawetan dan perlindungan sudah baik sehingga populasi bertambah, sayangnya habitat sering kali tidak bertambah, karena lahannya tetap. Artinya, macan-macan baru perlu ruang hidup lebih luas.”

Cagar Alam Gunung Tukung Gede yang bersebelahan dengan Rawa Danau, kemungkinan sudah mendekati batas daya tampung. Untuk itu, pendekatan pengelolaan kawasan berbasis lanskap perlu dikedepankan.

Bisa saja, dikelola dengan menyambungkannya dengan hutan Akarsari (Gunung Aseupan, Gunung Karang, dan Gunung Pulosari) di selatan, termasuk Taman Hutan Raya (Tahura) Banten.

“Setelah dipahami penyebabnya, baru kita cari solusi intervensi paling tepat.”

Tidak ada solusi praktis yang bisa diterapkan secara universal di setiap lokasi.

“Namun, pada prinsipnya, pemantauan dan perlindungan tetap menjadi hal wajib di semua kawasan,” paparnya.

 

Macan Tutul dan Macan Kumbang, Satu Spesies Dua Nama

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Anak-anak Tewas, Sedimen Lumpur Nikel Kabaena Makan Korban

Next Post

Anyang Pakis, Kuliner Penuh Filosofi dari Padang Halaban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Jumat (26/06/2026) - 22:33 WIB
Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Jumat (26/06/2026) - 17:29 WIB
Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Jumat (26/06/2026) - 17:25 WIB
Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Jumat (26/06/2026) - 17:22 WIB
Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Kamis (25/06/2026) - 13:52 WIB
ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

Selasa (23/06/2026) - 23:08 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.