Sabtu, Agustus 15, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Mirip Alien, Predator Besar Ditemukan di Jurang Laut Kedalaman 8.000 m

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (09/03/2025) - 09:37 WIB
in DAERAH
0
Predator dari dasar jurang laut Atacama | Gambar oleh Woods Hole Oceanographic Institution

#image_title

  • Para ilmuwan menemukan Dulcibella camanchaca, amfipoda predator aktif pertama di kedalaman lebih dari 8.000 meter, menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap tekanan ekstrem, kegelapan, dan kekurangan nutrisi.
  • Jurang Atacama, atau Palung Peru-Chili, adalah salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi, dengan tekanan hidrostatik tinggi, suhu rendah, dan kegelapan abadi, yang mendukung keanekaragaman hayati unik dan spesies endemik.
  • Penemuan Dulcibella camanchaca menyoroti pentingnya eksplorasi laut dalam untuk mengungkap keanekaragaman hayati dan memahami adaptasi kehidupan di lingkungan ekstrem, serta menekankan perlunya konservasi ekosistem laut dalam yang rapuh.

Jurang Laut Atacama, atau Palung Peru-Chili, membentang sepanjang 5.900 kilometer di pesisir barat Amerika Selatan, mencapai kedalaman lebih dari 8.000 meter. Tempat ini adalah salah satu jurang laut terdalam dan lingkungan paling ekstrem di Bumi. Tekanan hidrostatik di dasarnya melebihi 800 atmosfer, setara dengan tekanan yang luar biasa besar, sementara suhu air mendekati titik beku. Kegelapan abadi menyelimuti jurang, karena sinar matahari tidak dapat menembus kedalaman ini. Kurangnya nutrisi, meskipun perairan permukaan kaya, membuat lingkungan ini sangat miskin makanan. Jurang ini juga terletak di zona subduksi aktif, menyebabkan sering terjadinya gempa bumi dan tsunami, menambah kesulitan hidup di sana.

Meskipun kondisinya ekstrem, Jurang Atacama adalah rumah bagi keanekaragaman hayati unik. Organisme seperti amfipoda dan ikan siput telah beradaptasi dengan tekanan tinggi, suhu dingin, dan kegelapan. Jurang ini menjadi target penting penelitian ilmiah, karena karakteristik uniknya dan banyaknya spesies endemik. Kombinasi tekanan ekstrem, suhu dingin, kegelapan, dan kurangnya nutrisi menciptakan lingkungan yang menantang, tetapi organisme di sana telah mengembangkan adaptasi luar biasa, menjadikannya salah satu tempat paling menarik untuk penelitian laut dalam.

Baca juga: Spesies Ikan Baru Ditemukan di Dasar Laut Antartika

Penemuan Dulcibella camanchaca: Predator Baru di Kedalaman Ekstrem

Di tengah tantangan lingkungan yang sedemikian rupa, para ilmuwan baru-baru ini mengumumkan penemuan spesies krustasea baru yang diberi nama Dulcibella camanchaca. Spesies ini bukan hanya amfipoda baru, tetapi merupakan amfipoda predator aktif pertama yang berhasil didokumentasikan di kedalaman lebih dari 8.000 meter di Jurang Laut Atacama. Penemuan ini sangat menggembirakan karena sebelumnya, predator amfipoda aktif jarang ditemukan di kedalaman hadal, terutama di Palung Atacama. Dengan panjang sekitar 4 cm, Dulcibella camanchaca menunjukkan adaptasi morfologi yang luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan yang ekstrem. Ia memiliki kemampuan berenang cepat, memungkinkannya berburu secara aktif di kolom air yang dalam.

Predator dari dasar jurang laut Atacama | Gambar oleh Woods Hole Oceanographic InstitutionPredator dari dasar jurang laut Atacama | Gambar oleh Woods Hole Oceanographic Institution

Organisme ini menambah pemahaman kita tentang kompleksitas rantai makanan di zona hadal, di mana predator aktif memainkan peran penting dalam ekosistem yang miskin nutrisi. Anggota tubuh raptorial Dulcibella camanchaca adalah fitur kunci yang memungkinkan predator ini berhasil menangkap mangsanya. Dirancang dengan cakar tajam dan struktur yang kuat, anggota tubuh ini memungkinkannya untuk dengan cepat dan efisien menangkap amfipoda yang lebih kecil, yang menjadi sumber utama makanannya. Adaptasi ini sangat penting di lingkungan yang gelap dan dengan sumber makanan yang langka. Selain itu, warna tubuh Dulcibella camanchaca yang cenderung gelap berfungsi sebagai kamuflase, memungkinkannya bersembunyi dari predator lain atau menyergap mangsanya tanpa terdeteksi dalam kegelapan abadi jurang laut.

Penamaan dan Karakteristik Lingkungan: Menjelajah Zona Hadal

Penemuan ini merupakan hasil dari Ekspedisi Sistem Pengamatan Laut Dalam Terpadu (IDOOS) 2023 di atas kapal penelitian R/V Abate Molina. Para peneliti menggunakan kendaraan pendarat, sebuah platform otonom yang dirancang untuk beroperasi di kedalaman laut ekstrem, untuk mengumpulkan empat spesimen Dulcibella camanchaca dari kedalaman 7.902 meter. Kendaraan pendarat ini dilengkapi dengan perangkap berumpan dan kamera beresolusi tinggi, memungkinkan para ilmuwan untuk memantau dan mengumpulkan spesimen tanpa mengganggu habitat alami mereka.

Baca juga: Apakah Masih Ada Satwa Raksasa yang Belum Ditemukan Manusia?

Ilustrasi Dulcibella camanchaca, predator laut dalam| Gambar oleh Woods Hole Oceanographic InstitutionIlustrasi Dulcibella camanchaca, predator laut dalam| Gambar oleh Woods Hole Oceanographic Institution

Spesimen kemudian dianalisis secara morfologis dan genetik di Universidad de Concepción. Dr. Carolina González, salah satu penulis utama penelitian ini, menekankan bahwa kolaborasi dalam penelitian ini sangat penting untuk mengkonfirmasi Dulcibella camanchaca sebagai spesies baru dan menyoroti penemuan keanekaragaman hayati yang sedang berlangsung di Jurang Laut Atacama.

“Dulcibella camanchaca adalah predator perenang cepat yang kami beri nama dari ‘kegelapan’ dalam bahasa masyarakat dari wilayah Andes untuk menandakan laut dalam yang gelap tempat ia memangsa,” jelas Dr. Johanna Weston, seorang ahli ekologi hadal dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI). Penamaan ini bukan sekadar simbolis; “camanchaca” sendiri merujuk pada kabut tebal yang sering menyelimuti wilayah Andes, mencerminkan kegelapan dan misteri jurang laut tempat spesies ini ditemukan. Penamaan ini sekaligus menghormati pengetahuan dan bahasa masyarakat adat yang telah lama hidup berdampingan dengan lingkungan yang keras ini.

Lingkungan tempat Dulcibella camanchaca hidup adalah zona hadal, salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi, dimulai pada kedalaman sekitar 6.000 meter dan mencapai titik terdalam lautan. Tekanan di zona hadal dapat mencapai lebih dari 1.100 atmosfer di titik terdalam Palung Mariana, yang berarti organisme di sana harus mampu bertahan hidup di bawah tekanan yang sangat besar.

Selain tekanan ekstrem, zona hadal juga ditandai dengan suhu yang sangat rendah, seringkali mendekati titik beku, dan kurangnya cahaya matahari. Organisme yang hidup di sini harus beradaptasi untuk bertahan hidup dalam kegelapan abadi, menggunakan bioluminesensi atau indra lainnya untuk menemukan makanan dan pasangan. Sumber makanan di zona hadal seringkali terbatas, dengan organisme mengandalkan detritus yang jatuh dari perairan permukaan atau memangsa organisme lain yang telah beradaptasi dengan kondisi ekstrem ini. Oleh karena itu, penemuan predator aktif seperti Dulcibella camanchaca memberikan wawasan penting tentang bagaimana rantai makanan berfungsi di lingkungan yang keras ini.

Jurang Laut Atacama: Hotspot Endemik dan Masa Depan Penelitian

Jurang Laut Atacama membentang di sepanjang Samudra Pasifik Selatan, mencapai kedalaman lebih dari 8.000 meter. Keberadaannya di zona subduksi aktif, tempat Lempeng Nazca menunjam di bawah Lempeng Amerika Selatan, menciptakan kondisi geologis yang dinamis. Isolasi geografisnya, ditambah dengan kondisi ekstrem seperti tekanan tinggi dan suhu rendah, telah mendorong evolusi spesies endemik yang unik. Perairan permukaan yang produktif di atas jurang menyediakan nutrisi yang jatuh ke dasar, mendukung kehidupan di lingkungan yang keras ini.

Jurang laut Atacama, dan titik penemuan Dulcibella camanchaca| gambar oleh Woods Hole Oceanographic Institution

Penelitian menunjukkan bahwa Jurang Atacama memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang luar biasa, terutama di kelompok invertebrata. “Data DNA dan morfologi menunjukkan bahwa spesies baru ini juga merupakan genus baru, menekankan Jurang Laut Atacama sebagai hotspot endemik,” kata Dr. Weston. Penemuan Dulcibella camanchaca menggarisbawahi keunikan ini, menunjukkan garis keturunan evolusi yang hanya ditemukan di palung ini. Kombinasi aktivitas tektonik, perairan permukaan yang kaya, dan isolasi kedalaman menciptakan habitat khusus yang mendukung diversifikasi spesies.

Penemuan spesies baru seperti Dulcibella camanchaca menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut di Jurang Atacama. Eksplorasi lebih lanjut akan mengungkap keanekaragaman hayati yang belum diketahui dan membantu kita memahami adaptasi unik yang memungkinkan kehidupan berkembang di lingkungan ekstrem ini. Penelitian di jurang ini tidak hanya menambah pengetahuan ilmiah kita, tetapi juga menekankan perlunya konservasi ekosistem laut dalam yang rapuh.

Studi ini diterbitkan di jurnal Systematics And Biodiversity.

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

AJI Banda Aceh-MJC Gelar Pesantren Jurnalistik untuk Tangkal Hoak Melalui Jurnalisme Kekinian

Next Post

Menyoal Kebun Sawit di Lahan Gambut Kalteng

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Doa Bersama HDA ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman Berakhir Ricuh

Doa Bersama HDA ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman Berakhir Ricuh

Sabtu (15/08/2026) - 14:36 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,29%, Bank Aceh Percepat Persiapan Jadi Bank Devisa

Ekonomi Tumbuh 5,29%, Bank Aceh Percepat Persiapan Jadi Bank Devisa

Sabtu (15/08/2026) - 10:00 WIB
Banda Aceh Merdeka Walk Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Banda Aceh Merdeka Walk Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat (14/08/2026) - 22:23 WIB
Kemenag Minta UIN Ar-Raniry Susun Roadmap Jadi Pusat Peradaban Islam Indonesia

Kemenag Minta UIN Ar-Raniry Susun Roadmap Jadi Pusat Peradaban Islam Indonesia

Jumat (14/08/2026) - 22:07 WIB
Wakil Wali Kota Sabang Dorong Pramuka Ikut Perkuat Ketahanan Pangan

Wakil Wali Kota Sabang Dorong Pramuka Ikut Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat (14/08/2026) - 21:57 WIB
Jelang HUT ke-81 RI, Pemko Banda Aceh Bagikan 800 Bendera Merah Putih

Jelang HUT ke-81 RI, Pemko Banda Aceh Bagikan 800 Bendera Merah Putih

Jumat (14/08/2026) - 21:37 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.