Senin, April 20, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

5 Keunikan Lumba-lumba Hidung Botol, Satwa Cerdas dan Ramah

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (24/01/2025) - 07:36 WIB
in DAERAH
0
5 Keunikan Lumba-lumba Hidung Botol, Satwa Cerdas dan Ramah

#image_title

Pada awal Januari 2025, kawanan lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) melintas di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. Mereka berenang lincah mengikuti kapal sampah Samtama 6 milik Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.

Spesies ini menjadi primadona dalam pertunjukkan karena terkenal cerdas, ramah terhadap manusia dan menggemaskan. Kemunculannya di Kepulauan Seribu bukan menjadi sesuatu yang baru, Dolphin Project, salah satu NGO yang memiliki perhatian tentang spesies lumbs-lumbs, pernah menemukannya sejak 2004. 

Kepulauan Seribu menjadi habitat lumba-lumba hidung botol karena hewan mamalia laut ini senang berenang dan mencari makan di area bebatuan dan terumbu karang. Mereka sering melompat ke luar peremukaan bersama kawanannya dan berenang mengikuti arus laut.  

Seekor lumba-lumba hidung botol di perairan TWA Pulau Pieh, Sumatera Barat. Foto : LKKPN Pekanbaru/Kementerian Kelautan dan Perikanan

Tapi tahukah kamu apa saja keunikan lumba-lumba hidung botol di Indonesia? Berikut fakta-fakta menarik tentang hewan lumba-lumba yang berkembang biak dengan cara melahirkan:

1. Keunikan cara makan lumba-lumba hidung botol

Jenis makanan lumba-lumba hidung botol tergantung pada habitatnya, saat mereka berada di dekat pantai atau dasar laut. Populasi yang berada di dasar laut memiliki keunikan, mereka suka menyantap ikan-ikan yang bisa menghasilkan suara. Contohnya, ikan kroto dan grunts (kerabat dekat ikan kakap).

Sedangkan, populasi yang berada di lepas pantai menyukai ikan yang bergerombol seperti belanak atau spesies lainnya, seperti ikan kembung dan tuna. Selain jenis ikan, mereka juga menyukai cumi-cumi dan krustasea. 

Tak hanya jenis makanannya yang unik, lumba-lumba hidung botol juga punya cara makan yang kreatif. Mereka biasa menggali makanan yang berada di dalam pasir. Mulut bagian depan yang berbentuk seperti spons ternyata itu melindungi dari gesekan dan benturan. Selain itu, mereka juga selalu bekerja sama saat berburu mangsa dalam kelompoknya. Ada yang bertugas mengatur strategi agar ikan berenang ke arah kawanannya dan ada yang menunggu agar mangsa mencapai kawanannya.

Lumba-lumba hidung botol juga sering muncul di perairan Laut Sawu diantara pulau Flores dan Solor. Lumba-lumba, hiu dan berbagai jenis penyu sering terjebak di jaring nelayan. Foto : Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia.

2. Lumba-lumba hidung botol punya suara yang khas

Tak hanya mencari mangsa yang bersuara, lumba-lumba hidung botol juga teramsuk hewan yang sangat vokal di perairan. Mereka menghasilkan tiga kategori suara, suara peluit, denyut nadi dan klik ekolokasi. Vokalisasi yang unik di setiap individu ini biasanya digunakan untuk mengkomunikasikan identitas, lokasi dan juga emosional dalam kelompok. 

Biasanya lumba-lumba hidung botol hidup dalam kelompok kecil maupun besar, mulai dari 2-15 ekor hingga 1.000 ekor. Jika kamu sering melihat lumba-lumba hidung botol di permukaan laut, biasanya ini merupakan kelompok kecil saja. 

Baca juga: Lumba-lumba Hidung Botol Muncul di Kepulauan Pramuka

 

3. Ketahui usia lumba-lumba dari kotorannya

Tahukah kamu usia lumba-lumba dapat diketahui melalui kotorannya? Sebuah penelitian pada lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik menyebutkan kotoran hewan ini bisa menentukan usianya tanpa harus kontak langsung dengan hewan (non-invasif). Ini menjadi temuan yang lebih baik daripada metode sebelumnya. Biasanya untuk mengetahui usia lumba-lumba, para peneliti menangkapnya dan mencabut gigi lumba-lumba, lalu mengukur lapisan pertumbuhan dentin. 

Genfu Yagi, peneliti dari Mie University, Jepang menjelaskan kotoran lumba-lumba terlihat seperti asap dengan beberapa gumpalan kecil. Pengecekan tingkat metilasi DNA pada sampel kotoran ini menjadi metode untuk memperkirakan usia lumba-lumba. 

Namun metode ini masih perlu pengembangan lebih lanjut, khususnya pada lumba-lumba betina yang sedang menyusui. 

Lumba-lumba hidung botol yang terdampar di pesisir pantai Desa Kenere, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT. Foto : Yayasan Misool Baseftin Flores Timur

4. Lumba-lumba hidung botol paling cerdas

Lumba-lumba hidung botol sering menjadi subjek penelitian karena kecerdasannya. Mereka memiliki ingatan sosial terpanjang dibandingkan spesies satwa lainnya. Bahkan bisa mengenali siulan unik dari kawanan lumba-lumba lainnya yang terpisah selama 20 tahun dari mereka. 

Saat sakit, ia sering mengobati dirinya dengan menggosokka tubuh pada karang dan spons tertentu. Tujuannya untuk mendapatkan senyawa anti-mikroba yang dihasilkan dari gesekan itu untuk menjadi obat.

Tak hanya cerdas, jenis lumba-lumba hidung botol terkenal dengan hewan yang selalu tersenyum karena bentuk mulutnya yang melengkung. Meski bukan paling besar, ukuran lumba-lumba hidung botol memiliki tubuh yang besar dibandingkan lumba-lumba jenis lainnya. Ukurannya bisa mencapai 2,5-3 meter dengan berat sekitar 134-300 kg. 

Lumba-lumba hidung botol muncul ke permukaan air laut di perairan Malang, Jawa Timur. Falahi Mubarok/ Mongabay Indonesia

5. Lumba-lumba sensitif terhadap perubahan lingkungan

Lumba-lumba hidung botol memegang peranan penting sebagai indikator penting kesehatan ekosistem laut. Mereka mampu mengakumulasi kontaminan dari lingkungan melalui proses bioakumulasi. Penelitian Randal Wells menunjukkan kesehatan dan status populasi lumba-lumba hidung botol mencerminkan efek dari berbagai pengaruh yang memicu stress. 

Penelitian yang dilakukan di Sarasota Bay, Florida, itu mengambil sampel darah dan data fisik dari sejumlah lumba-lumba. Dengan menggunakan data ini, Randal mengevaluasi tren kesehatan populasi. Kemudian, ia mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup mereka. (***)

 

*Sidney Alvionita Saputra adalah jurnalis yang saat ini menempuh pendidikan sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan di Universitas Gadjah Mada. Ia menulis tentang isu-isu lingkungan dan perempuan, fokusnya pada dampak lingkungan dan keadilan gender.

Ingatan Hebat Lumba-lumba: Mengenali Teman Setelah Berpisah 20 Tahun

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Kerusakan Lingkungan Picu Banjir dan Longsor di Sumatera?

Next Post

Krisis Air Bersih? Tabung dan Manfaatkan Air Hujan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Senin (20/04/2026) - 16:49 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Senin (20/04/2026) - 16:38 WIB
Lima Pejabat Eselon II Pemko Banda Aceh Dilantik, Ini Pesan Illiza Sa’aduddin Djamal

Lima Pejabat Eselon II Pemko Banda Aceh Dilantik, Ini Pesan Illiza Sa’aduddin Djamal

Senin (20/04/2026) - 16:30 WIB
Menhaj Supervisi Dapur Haji di Madinah, Tekankan Penggunaan Bumbu Asal Indonesia

Jelang Kedatangan Jemaah, Kualitas Makanan Haji Diawasi Tiga Tahap di Madinah

Senin (20/04/2026) - 16:10 WIB
BBPOM Aceh Edukasi Orang Tua Siswa SLB tentang Keamanan Pangan dan Gizi Seimbang

BBPOM Aceh Edukasi Orang Tua Siswa SLB tentang Keamanan Pangan dan Gizi Seimbang

Senin (20/04/2026) - 15:45 WIB
Kanwil Ditjenpas Aceh Lantik 33 Pejabat Manajerial, Perkuat Kinerja dan Integritas Pemasyarakatan

Kanwil Ditjenpas Aceh Lantik 33 Pejabat Manajerial, Perkuat Kinerja dan Integritas Pemasyarakatan

Senin (20/04/2026) - 15:40 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.