Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Kepiting Pom Pom, Si Mungil yang Dijuluki Petinju

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (15/01/2025) - 16:51 WIB
in DAERAH
0
Kepiting Pom Pom, Si Mungil yang Dijuluki Petinju

#image_title

 

  • Namanya kepiting pom pom. Ukurannya sekitar setengah inci (13 milimeter).
  • Pom pom menjadi nama panggilan kepiting Lybia edmondsoni. Pom pom punya arti topi atau helm yang kerap digunakan para petinju di atas ring. Ini dikarenakan ada dua anemon seperti sarung tinju di kedua capitnya.
  • Krustasea kecil yang ganas ini suka bertarung dan makan sambil menggenggam “senjata” berbahaya itu. Itu juga sebabnya ia dijuluki kepiting petinju hawaii, dikarenakan habitatnya di Kepulauan Hawaii.
  • Uniknya, meski beracun, namun anemon ini tidak membahayakan kepiting pom pom. Justru, kepiting diuntungkan saat mencari mangsa, bertarung, atau mempertahankan teritorinya.

 

Namanya kepiting pom pom. Meski ukurannya sekitar setengah inci (13 milimeter), namun jangan remehkan “sarung tinju” berupa dua anemon kecil di kedua capitnya.

“Itu adalah penggunaan alat secara efektif, sesuatu yang hanya benar-benar kita kaitkan dengan ‘hewan cerdas’,” kata Bertie Suesat-Williams, direktur Museum Kepiting di Margate, Inggris, dikutip dari The Guardian.

Pom pom menjadi nama panggilan kepiting Lybia edmondsoni. Pom pom punya arti topi atau helm yang kerap digunakan para petinju di atas ring.

Krustasea kecil yang ganas ini suka bertarung dan makan sambil menggenggam “senjata” berbahaya itu. Itu juga sebabnya ia dijuluki kepiting petinju hawaii, dikarenakan habitatnya di Kepulauan Hawaii.

Diketahui spesies anemon laut ini adalah Triactis producta. Siklus hidupnya kerap bersimbios dengan inangnya termasuk memberikan sengatan dari vesikel atau benjolan pada ujung tentakelnya. Dan sengatan itu, setara dengan sengatan ubur-ubur.

Uniknya, meski beracun, namun anemon ini tidak membahayakan kepiting pom pom. Justru, kepiting diuntungkan saat mencari mangsa, bertarung, atau mempertahankan teritorinya.

Baca: Kepiting dan Rajungan, Apa Perbedaannya?

 

Kepiting pom pom jenis Lybia edmondsoni yang habitatnya di Kepulauan Hawaii. Foto: Wikimedia Commons/NOAA’s Coral Kingdom Collection/Public Domain

 

Sarung Tinju

Dalam sebuah studi tentang perilaku kepiting pom pom yang diterbitkan pada tahun 1997, para peneliti memilih enam jantan dan enam betina, untuk diujicoba gaya bertarungnya. Mereka diadu satu sama lain di arena gladiator krustasea kecil. Hasilnya, kepiting yang paling sedikit mundur adalah pemenangnya.

Kepiting pom pom menjadi lemah tanpa anemon. Terkena pukulan dari lawan itu sangat berisiko, sehingga menghindar menjadi pilihan yang bijak.

Kepiting yang kehilangan satu anemon, dapat mencabik-cabik anemon tersisa menjadi dua sebagai cara hemat untuk mendapatkan kekuatan. Ketika kehilangan anemon, mereka akan mencurinya dari kepiting lain.

Meski tampak kejam, tapi itu membuat peluang hidup anemon lebih panjang. Cara beratarung kepiting pom pom ini meningkatkan peluang makan bagi anemon.

Baca: Temuan Baru Dua Jenis Kepiting Muara dari Sulawesi Tengah

 

Kepting pom pom jenis Lybia tessellata yang berada di perairan Indo-Pasifik. Foto: Wikimedia Commons/prilfish/CC BY 2.0

 

Secara historis, Triactis producta ini memiliki keragaman genetik yang rendah. Hal ini menyebabkan anemon berkembang biak secara aseksual, yaitu dengan membelah diri.

Maka, hidup sebagai “sarung tinju” untuk kepiting memberi anemon lebih banyak akses ke makanan dan oksigen daripada yang bisa mereka dapatkan sendiri di terumbu karang.

Begitu pula nasib kepiting Lybia. Jika tanpa anemon, dia tidak akan menjadi petinju. Sebab, kepiting ini bukanlah kepiting jagoan oleh capitnya sendiri.

Umumnya banyak kepiting memiliki capit kuat untuk bertahan atau menyerang, capit kepiting pom pom berbentuk seperti penjepit dan hanya digunakan untuk mencengkeram anemon.

Sementara itu, Lybia edmondsoni merupakan endemik Hawaii. Secara fisik mirip dengan spesies saudaranya, Lybia tessellata, yang jauh lebih luas di Indo-Pasifik tropis.

Keberadaannya ditemukan di perairan dangkal hingga kedalaman sekitar 20 meter. Dia lebih menyukai tempat di bawah bebatuan atau di antara puing-puing karang untuk berkamuflase dengan baik dan dengan kaki-kakinya yang panjang dan ramping.

Baca juga: Miris, Kepiting Pertapa Jadikan Sampah Plastik Sebagai Cangkangnya

 

Kepiting pom pom selalu membawa anemon laut di capitnya yang menyerupai pom-pom yang dibawa gadis pemandu sorak. Jenis ini ditemukan juga di perairan Indonesia. Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia

 

Bersimbiosis

Hingga saat ini, para ilmuwan masih mencari tahu mengapa kepiting pom pom memilih bersimbiosis dengan anemon laut. Caranya mendapatkan spesies ini di alam liar juga masih diselidiki.

“Setiap kepiting yang pernah kami temukan tampak memegang anemon, tapi kami tidak pernah menemukan anemon yang hidup bebas,” ujar ahli biologi kelautan Yisrael Schnytzer, yang bekerja di Maine’s Woods Hole Laboratory. “Kami mulai membuat teori-teori gila, seperti mungkin ada taman anemon rahasia,” dikutip dari The Washington Post.

Kepiting pom-pom, menurut dugaan para ilmuwan, mungkin satu-satunya hewan di Bumi yang mengendalikan pertumbuhan, pemberian makan, dan reproduksi aseksual anemon. Selama anenom tetap menjadi “sarung tinju” di capitnya.

 

Boxer Crab, Si Petinju Mungil Perairan Nusantara

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Mobil Mushola BSI akan Hadir di Laga Kandang Persiraja Banda Aceh

Next Post

Almuniza Siap Mendukung Transisi Pemerintahan yang Lancar dan Harmonis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.