Senin, November 2, 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
  • Login
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result

Kehadiran Militer AS di Ukraina Bisa Halangi Serangan Rusia

Redaksi by Redaksi
Rabu (06/04/2022) - 10:25 WIB
in INTERNASIONAL
0
Pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 Fort Bragg menuju ke pesawat pada hari Senin, 14 Februari 2022, di Fort Bragg, NC Mereka termasuk di antara tentara yang dikirim Departemen Pertahanan dalam demonstrasi komitmen Amerika kepada sekutu NATO yang khawatir dengan prospeknya Rusia menginvasi Ukraina.

Kehadiran pasukan militer AS di Ukraina dapat menghalangi Rusia untuk invasi

WASHINGTON — Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), Mark Milley, mengatakan, kehadiran pasukan militer AS di Ukraina dapat menghalangi Rusia untuk melancarkan invasi ke Kiev. Dalam sidang bersama Komite Angkatan Bersenjata House of Representative pada Selasa (5/4/2022), Milley mengatakan,  Presiden Rusia Vladimir Putin telah lama merencanakan operasi militer di Ukraina.

“Invasi Rusia ke Ukraina itu telah menjadi tujuan Putin sejak lama. Ini telah menjadi tujuan jangka panjangnya sejak bertahun-tahun lalu, jadi saya pikir gagasan untuk menghalangi Putin menginvasi Ukraina adalah dengan membutuhkan komitmen pasukan militer AS,  dan saya pikir itu akan dapat mempertaruhkan konflik bersenjata dengan Rusia,” ujar Milley, dilansir Anadolu Agency, Rabu (6/4/2022).

Milley menyerukan lebih banyak pembentukan pangkalan militer di Ukraina Timur, untuk menangkal agresi Rusia di masa depan. Dia mengatakan, pasukan AS yang akan dikerahkan ke Ukraina harus dirotasi, dan bukan pengerahan permanen.

“Saran saya adalah membuat pangkalan permanen tetapi jangan stasiun secara permanen, sehingga pasukan dapat terus berada di sana dengan gaya rotasi melalui pangkalan permanen,” kata Milley.

Milley juga mengatakan, sekutu AS seperti Polandia, Rumania atau negara-negara yang berada di Baltik akan bersedia untuk menjadi tempat pangkalan militer permanen AS.  “Mereka akan membangunnya, mereka akan membayarnya,” ujar Milley.

Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina mulai 24 Februari. Operasi ini telah memicu kemarahan internasional Uni Eropa, AS, Inggris, dan beberapa negara lain menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.

Menurut perkiraan PBB, setidaknya 1.480 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 2.195 terluka. Namun angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi. Sementara lebih dari 4,24 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara lain.

Sumber: Republika

Tags: invasi rusiapasukan as di ukrainapasukan militer amerikapasukan militer asperang rusia ukrainarusia invasi ukrainarusia serang ukraina
ShareTweetPin
Previous Post

Dijaga 600 Aparat, Area PN Jaktim Dipagari Kawat Berduri

Next Post

Munarman Hadapi Vonis, Pengacara: Insya Allah Hakim Bisa Independen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.