Sabtu, September 12, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Dosen UMJ Dampingi UMKM Kelola Produk Berbasis Green Economy

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (05/09/2024) - 20:48 WIB
in NASIONAL
0
Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mendampingi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengelola produk berbasis Green Economy di Gedung Muhammadiyah Civilization Center pada 4-5 September 2024.

#image_title

JAKARTA — Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mendampingi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengelola produk berbasis Green Economy di Gedung Muhammadiyah Civilization Center pada 4-5 September 2024.

Pendampingan dilakukan oleh Dosen yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMJ yaitu Dr Endang Rudiatin, Dessy Iriani, dan Irhamni Rahman, yang bekerja sama dengan Indonesia Small Medium Enterprises Association (ISMEA) serta Skyeats Smesco.

Tim PkM tersebut merupakan salah satu tim UMJ yang memenangkan hibah penelitian Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbutristek) Tahun 2024.

Terdapat dua kegiatan yang dilaksanakan, yaitu Pendampingan Sertifikasi UMKM dan Pengolahan Produk Berbasis Green Economy, dan Pendampingan Pengolahan Produk Berbasis Green Economy “Dari Sampah Makanan Menjadi Kompos”.

Pendampingan sertifikasi UMKM dilakukan untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam proses pengajuan dan pemenuhan sertifikasi yang diperlukan sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, melakukan sosialisasi serta mengedukasi UMKM dalam mengadopsi praktik produksi berbasis Green Economy.

Kegiatan tersebut terdiri dari beberapa tahapan yaitu pelatihan keamanan pangan, pengolahan limbah produksi, sertifikasi produk, dan evaluasi. Peserta juga diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya keamanan pangan, mulai dari standar yang harus dipenuhi hingga langkah-langkah teknis yang diperlukan.

Terlebih, peserta diperkenalkan dengan teknologi retort yang dapat membantu menjaga keamanan pangan dan untuk memperpanjang usia suatu produk di suhu ruang tanpa penambahan alat bantu dan tanpa bahan pengawet.

Saat menjadi narasumber, Endang Rudiatin selaku Ketua Tim PkM DRTPM UMJ menjelaskan, konsep green economy diperkenalkan sebagai cara untuk mengurangi dampak lingkungan dalam proses produksi seperti pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya, pengelolaan limbah, dan penggunaan energi yang lebih efisien.

“Kami ingin memastikan bahwa produk-produk UMKM tidak hanya aman untuk dikonsumsi, tetapi juga diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan. Sertifikasi keamanan pangan adalah langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, sementara penerapan Green Economy akan membawa nilai tambah bagi produk-produk UMKM di pasar global,” katanya.

Ia berharap, program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

“Dengan pendampingan intensif ini, diharapkan UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Dosen FISIP UMJ itu di Ruang Rapat Lantai 3, Gedung Muhammadiyah Civilization Center UMJ, Rabu (4/9/2024).

Teknologi untuk keamanan pangan diarahkan pada penggunaan packing, yang berpengaruh besar pada sertifikasi keamanan pangan.

“Packing tersebut yang tahan lama, bebas bakteri, dan aman bagi kesehatan pembeli karena menggunakan alumunium foil sehingga tidak mudah tercemar,” tutur Endang saat diwawancarai di Gedung Muhammadiyah Civilization Center UMJ, Kamis (5/9/2024).

Setelah itu, pendampingan pengolahan sampah makanan jadi kompos digelar untuk mengajak pelaku UMKM agar mulai peduli terhadap packing makanan dan minuman.

Pada pendampingan, terdapat pelatihan menggunakan mesin khusus yang bisa mengubah sampah kuliner dari pangan organik menjadi kompos. Menurutnya, kompos ini yang dipakai untuk tanaman dan membantu pelaku UMKM dan menghasilkan pemasukan tambahan.

“Jadi yang dinamakan daur ulang adalah menghasilkan limbah seminimal mungkin dan bisa menjadi income,” terangnya.

Di kesempatan yang sama, Rahma Sofyanti, salah satu peserta yang mengikuti pendampingan mengelola produk berbasis Green Economy mengatakan, banyak hal yang dipelajari terkait wirausaha, baik dari cara mengelola makanan, pengolahan makanan lebih awet, dan penggunaan bahan-bahan yang aman dikonsumsi.

“Selain itu, saya juga dapat mengetahui alat daur ulang untuk mengubah makanan sisa menjadi bahan yang bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan sekitar,” pungkas Mahasiswa Prodi Kesos FISIP UMJ itu.

Sumber: Republika

Tags: green economyumjuniversitas muhammadiyah jakarta
ShareTweetPin
Previous Post

Mengapa Alice Guo ke Indonesia dan Akhirnya Ditangkap di Tangerang? Ini Kata Pengacara

Next Post

Mengenang Faisal Basri, Pejuang Keadilan Ekonomi dan Politik RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Yuk Seru-seruan di Sanger Day Fest 2026, Ada 1001 Sanger Gratis!

Yuk Seru-seruan di Sanger Day Fest 2026, Ada 1001 Sanger Gratis!

Jumat (11/09/2026) - 20:52 WIB
Buka ACF 2026, Plt Sekda Aceh Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Buka ACF 2026, Plt Sekda Aceh Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Jumat (11/09/2026) - 18:27 WIB
Alumni Harvard Reza Idria Dilantik Jadi Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry

Alumni Harvard Reza Idria Dilantik Jadi Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry

Jumat (11/09/2026) - 15:00 WIB
67 Pejabat Baru UIN Ar-Raniry Dilantik, Rektor Dorong Kerja Keras dan Kolaborasi

67 Pejabat Baru UIN Ar-Raniry Dilantik, Rektor Dorong Kerja Keras dan Kolaborasi

Jumat (11/09/2026) - 14:54 WIB
Tindak Lanjuti Kerja Sama, Lapas Blangpidie Beri Sosialisasi Bantuan Hukum

Tindak Lanjuti Kerja Sama, Lapas Blangpidie Beri Sosialisasi Bantuan Hukum

Jumat (11/09/2026) - 14:50 WIB
DAMASQUSS V Diikuti 1.012 Peserta dari 80 Sekolah, Hadirkan 25 Cabang Lomba

DAMASQUSS V Diikuti 1.012 Peserta dari 80 Sekolah, Hadirkan 25 Cabang Lomba

Jumat (11/09/2026) - 14:46 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.