Sabtu, Mei 30, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

WHO: 99 Persen Populasi Global Hirup Udara tak Berkualitas

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (05/04/2022) - 14:40 WIB
in INTERNASIONAL
0
Matahari terbit di belakang World Trade Center, kiri tengah, pada pagi yang berkabut di Mexico City, Kamis, 31 Maret 2022. Indeks kesehatan dan udara Mexico City menempatkan tingkat polusi hari Kamis pada warna merah yang sangat tinggi dan merekomendasikan orang untuk tidak melakukan aktivitas sedang atau pekerjaan fisik yang berat atau olahraga di luar ruangan.

Setiap negara harus mengambil tindakan dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

 JENEWA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, 99 persen populasi dunia masih menghirup udara tak memenuhi standar kualitas udara. WHO menyerukan negara-negara untuk mengambil lebih banyak tindakan dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.


WHO, pada Senin (4/4/2022), merilis pembaruan ke basis datanya tentang kualitas udara. Pembaruan tersebut mengambil informasi dari kota, kota kecil, dan desa di seluruh dunia, Sekarang jumlahnya lebih dari 6.000 kotamadya.


Di pembaruan tersebut, WHO mengatakan, 99 persen populasi global menghirup udara yang tak memenuhi standar kualitas. Dilabeli tak berkualitas karena seringkali penuh dengan partikel yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru, memasuki pembuluh darah dan arteri, serta memicu penyakit.


Menurut WHO, wilayah dengan kualitas udara terendah adalah Mediterania Timur dan Asia Tenggara, kemudian diikuti Afrika. “Setelah selamat dari pandemi, tidak dapat diterima jika masih ada 7 juta kematian yang dapat dicegah dan tahun-tahun kesehatan yang hilang yang tak terhitung jumlahnya yang dapat dicegah karena polusi udara. Namun terlalu banyak investasi yang masih tenggelam ke dalam lingkungan yang tercemar daripada di udara yang bersih dan sehat,” kata kepala departemen lingkungan, perubahan iklim, dan kesehatan WHO Dr. Maria Neira.


Basis data tentang kualitas udara WHO secara tradisional mempertimbangkan dua jenis partikel yang dikenal sebagai PM2.5 dan PM10. Namun untuk pertama kalinya WHO turut memasukkan pengukuran nitrogen dioksida. Nitrogen dioksida terutama berasal dari pembakaran bahan bakar yang dihasilkan manusia, seperti lalu lintas kendaraan.

Paparan zat tersebut dapat memicu asma dan gejala seperti batuk, mengi, dan kesulitan bernapas. Konsentrasi tertinggi nitrogen dioksida ditemukan di wilayah Mediterania timur. Sementara materi partikulat memiliki banyak sumber, seperti transportasi, pembangkit listrik, pertanian, pembakaran limbah dan industri, serta dari sumber alami seperti debu gurun. India menjadi negara yang memiliki tingkat PM10 tertinggi. Sementara peredaran PM2.5 tertinggi berada di China.


“Materi partikulat, terutama PM2.5, mampu menembus jauh ke dalam paru-paru dan memasuki aliran darah, menyebabkan dampak kardiovaskular, serebrovaskular (strok) dan pernapasan. Ada bukti yang muncul bahwa partikel berdampak pada organ lain dan menyebabkan penyakit lain juga,” kata WHO.


Pakar polusi udara dari Center for Science and Environment yang berbasis di New Delhi, India, Anumita Roychowdhury mengungkapkan, temuan WHO menyoroti skala perubahan yang diperlukan untuk memerangi polusi udara. “India dan dunia perlu bersiap menghadapi perubahan besar untuk mencoba mengekang polusi udara: kendaraan listrik; pergeseran dari bahan bakar fosil; peningkatan energi hijau secara besar-besaran; dan rumah tangga yang memisahkan jenis sampahnya,” ucapnya.


Council on Energy, Environment and Water (CEEW), sebuah lembaga riset yang berbasis di New Delhi, menemukan dalam sebuah penelitian bahwa lebih dari 60 persen beban PM2.5 India berasal dari rumah tangga dan industri. Kepala program kualitas udara di CEEW Tanushree Ganguly menyerukan tindakan untuk mengurangi emisi dari industri, mobil, pembakaran biomassa, dan energi domestik. “Kita perlu memprioritaskan akses energi bersih untuk rumah tangga yang paling membutuhkan, dan mengambil langkah aktif untuk membersihkan sektor industri kita,” katanya.

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: partikelparu-parupenyakit akibat polusi udarapolusi udarapopulasi globalstandar kualitas udarawho
ShareTweetPin
Previous Post

Polisi akan Panggil Komedian Terkenal yang Beli Konten Porno Dea OnlyFans

Next Post

Menlu China Minta Kiev Berunding dengan Rusia untuk Akhiri Konflik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polresta Banda Aceh Selidiki Motif Terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian USK

Polisi Ungkap Kronologi Bentrokan FT-FP USK, Dua Mahasiswa Ditetapkan Tersangka

Sabtu (30/05/2026) - 15:04 WIB
Tak Pulang Kampung, Pasien Rumah Singgah BFLF Lebaran Iduladha di Banda Aceh

Tak Pulang Kampung, Pasien Rumah Singgah BFLF Lebaran Iduladha di Banda Aceh

Selasa (26/05/2026) - 19:08 WIB
Asrama Haji Aceh Terapkan One Stop Service, Jemaah Mengaku Puas

Jemaah Haji Asal Bireuen Wafat Jelang Wukuf di Arafah, Akan Dibadalhajikan

Selasa (26/05/2026) - 14:54 WIB
Motor Satpam Terbakar Saat Kericuhan, USK Beri Bantuan Dua Unit Baru

Motor Satpam Terbakar Saat Kericuhan, USK Beri Bantuan Dua Unit Baru

Senin (25/05/2026) - 23:52 WIB
Wagub Aceh Jajaki Kerja Sama Lingkungan dan Energi dengan UEA

Wagub Aceh Jajaki Kerja Sama Lingkungan dan Energi dengan UEA

Senin (25/05/2026) - 23:39 WIB
Mualem Saksikan Langsung RDP DPR-RI Bahas Revisi UUPA

Mualem Saksikan Langsung RDP DPR-RI Bahas Revisi UUPA

Senin (25/05/2026) - 23:30 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.