Banda Aceh– Puluhan kain tenun Songket, Sulam Gayo hingga Sulaman Kasab dari abad ke-16 hingga 17 dipamerkan di Museum Aceh, Senin (22/7/2024). Dalam pameran bertajuk “Serat-serat Indah Wastra Nusantara” ini turut memamerkan koleksi museum lainnya.
Kain sulaman, songket dan sutra merupakan saksi dari kemajuan tekstil dalam perjalanan sejarah bangsa. Dengan demikian, kain-kain ini mampu menjadi faktor perkembangan budaya, teknologi bahkan ekonomi.
Tujuan dari adanya pameran ini untuk mengedukasi masyarakat. Berikut beberapa potret yang diabadikan Lensakita.com.
Pengunjung Melihat Kain Sulaman Dan Berbagai Koleksi Di Pameran “Serat-Serat Indah Wastra Nusantara” Yang Berlokasi Di Museum Aceh. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Seorang Pengunjung Membaca Informasi Sejarah Perkembangan Kain Sulaman Di Pameran “Serat-Serat Indah Wastra Nusantara” Yang Berlokasi Di Museum Aceh. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Kupiah Meukeutop Salah Satu Barang Koleksi Museum Aceh Yang Dipamerkan., Senin (22/7/2024). Kupiah Meukeutop Dengan Hiasan Timah Dan Balutan Kain Sulaman Biasa Digunakan Dalam Upacara Adat Atau Perayaan Tertentu Di Aceh. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Pengunjung Memperhatikan Detail Dari Bermacam Motif Kain Songket Di Pameran “Serat-Serat Indah Wastra Nusantara”. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Pengunjung Membaca Dan Mencatat Informasi Terkait Kain Songket Di Pameran “Serat-Serat Indah Wastra Nusantara”. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Dua Orang Pengunjung Membaca Informasi Sejarah Perkembangan Kain Sulaman Di Pameran “Serat-Serat Indah Wastra Nusantara” Yang Berlokasi Di Museum Aceh. Senin, 22/7/2024. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)