Rabu, September 2, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Tak Tergantung Gas Elpiji Lagi, Sebagian Masyarakat Klaten Mulai Gunakan Biogas

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (23/08/2023) - 23:56 WIB
in NASIONAL
0
Sebagian masyarakat Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mulai menggunakan energi alternatif biogas sebagai pengganti liquefied petroleum gas  atau elpiji

#image_title

 JAKARTA — Sebagian masyarakat Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mulai menggunakan energi alternatif biogas sebagai pengganti liquefied petroleum gas atau elpiji.


Ketua Kelompok Tani Ternak Margo Mulyo Desa Mundu Kecamatan Tulung, Teguh Sutikno di Klaten, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan pengembangan biogas energi alternatif di Desa Mundu ini mendapat pendampingan dari perusahaan air minum kemasan Klaten dengan mitra Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP).


“Masuk pada 2013, kami diberikan pendampingan sehingga secara mandiri bisa mengolah limbah kotoran sapi menjadi biogas,” katanya dalam pernyataan tertulis, Rabu (23/8/2023).


Meski demikian, dikatakannya, saat itu masyarakat menghadapi kendala biaya yang cukup besar untuk membangun biodigester atau alat untuk memproses limbah kotoran sapi menjadi biogas.


“Untuk membangun biodigester dibutuhkan dana sekitar Rp 12 juta, meliputi pembelian material, instalasi hingga membayar jasa tukang. Kemudian tercetuslah ide arisan biogas sebagai satu bentuk gotong-royong atau saling bantu antarwarga,” katanya.


Salah satu anggota Kelompok Tani Ternak Margo Mulyo Desa Mundu Suparno mengatakan adanya pendampingan tersebut saat ini proses pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas menjadi lebih sederhana.


“Caranya kotoran ternak yang ada di kandang dimasukkan ke dalam lubang pencampur dan diaduk, lalu masuk ke dalam kubah. Di dalam kubah inilah terjadi proses fermentasi untuk menghasilkan gas terjadi. Gas hasil pengolahan tersebut akan dialirkan ke rumah melalui pipa kecil dan bisa langsung dipakai sebagai bahan bakar untuk memasak,” katanya.


Selanjutnya, ampas dari hasil pengolahan biogas yaitu bio-slurry akan masuk ke kolam output. Menurut dia, ampas tersebut masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman atau dijual ke pihak luar.


“Bio-slurry ini tidak berbau, tidak mengandung penyakit, dan kaya nutrisi. Untuk yang padat, biasanya kami pakai sebagai pupuk organik di sawah, sedangkan yang cair dikemas dalam satu wadah dan dijual ke pihak luar, satu di antaranya dijual sebagai pupuk tanaman bawang merah di Karanganyar,” katanya.


Perusahaan air minum kemasan menyebutkan program tersebut sudah dikembangkan di beberapa daerah lain, di antaranya di Bali dan Manado.


Karakter daerah yang berbeda membuat pendekatan program ini lebih tepat untuk lokasi dengan aktivitas peternakan yang potensial, sehingga bisa memberikan manfaat energi terbarukan untuk kebutuhan masyarakat.


Selain limbah ternak menjadi lebih terkelola, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dari gas untuk memasak dan penerangan.

Sumber: Republika

Tags: biogaselpijikelompok tani ternaklptpmargo mulyomitra pendampingan
ShareTweetPin
Previous Post

Mau Tahu Kualitas Udara Jakarta Setiap Harinya? Bisa Cek di Aplikasi JAKI

Next Post

Tanoto Foundation Buka Beasiswa Kepemimpinan Teladan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Yahwa: Tak Hanya Catat Nikah, Perkuat Layanan Keagamaan

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Yahwa: Tak Hanya Catat Nikah, Perkuat Layanan Keagamaan

Rabu (02/09/2026) - 17:19 WIB
Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp 11,94 Miliar, BMA: Muzaki Terbesar di Aceh

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp 11,94 Miliar, BMA: Muzaki Terbesar di Aceh

Selasa (01/09/2026) - 23:20 WIB
Menag Dorong Mahasiswa Kedokteran UIN Jadikan Al-Quran Sumber Inspirasi Riset

Menag Dorong Mahasiswa Kedokteran UIN Jadikan Al-Quran Sumber Inspirasi Riset

Selasa (01/09/2026) - 22:00 WIB
Pemerintah Aceh Mulai Salurkan Bufferstock Bencana ke Kabupaten/Kota

Pemerintah Aceh Mulai Salurkan Bufferstock Bencana ke Kabupaten/Kota

Selasa (01/09/2026) - 21:49 WIB
Perkuat Sinergi, BSPJI Banda Aceh Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BBPOM Aceh

Perkuat Sinergi, BSPJI Banda Aceh Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BBPOM Aceh

Selasa (01/09/2026) - 21:47 WIB
Plt Sekda Aceh Terima Audiensi Komisioner KPIA, Perkuat Kolaborasi Pengawasan Penyiaran

Plt Sekda Aceh Terima Audiensi Komisioner KPIA, Perkuat Kolaborasi Pengawasan Penyiaran

Selasa (01/09/2026) - 21:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.