Sabtu, Oktober 31, 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
  • Login
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result

Belanda Beli Sistem Anti-Drone dari Israel

Redaksi by Redaksi
Rabu (23/08/2023) - 20:33 WIB
in INTERNASIONAL
0
Pesawat tanpa awak (Drone). Ilustrasi.

#image_title

Pesawat tanpa awak (Drone). Ilustrasi.

 YERUSALEM — Perusahaan Israel Elbit Systems akan memasok sistem anti-drone berlapis ke Belanda. Kesepakatan senilai 55 juta dolar AS ini diumumkan saat penggunaan drone dalam perang Rusia di Ukraina semakin intensif.


Elbit akan memenuhi kontrak selama empat tahun. Perusahaan itu akan memasok Belanda teknologi anti-drone yang dinamakan ReDrone.


Kementerian Pertahanan Belanda mengatakan sistem anti-drone akan dipasang di pangkalan udara dan pelabuhan angkatan laut Den Helder. Sebagai pertahanan menghadapi drone yang beratnya mencapai 20 kilogram.


“Sistem kontra-drone membantu melindungi unit angkatan bersenjata dan sistem senjata utama dari aksi musuh, dan juga dapat digunakan untuk melindungi infrastruktur dan proses non-militer penting di Belanda,” kata Kementerian Pertahanan Belanda seperti dikutip dari Defence News, Rabu (23/8/2023).

 


Pemerintah Israel mengatakan mendukung penuh Ukraina dari sudut pandang kemanusiaan, tetapi tidak menyediakan senjata untuk melawan invasi Rusia. Namun, pemerintah Israel tidak mencegah perusahaan pertahanan lokal menjual teknologi pertahanan ke negara-negara NATO, seperti penjualan pertahanan udara Arrow 3 yang dilaporkan bulan ini.


Sementara Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memberikan dukungan finansial dan peralatan militer ke Ukraina. Sebagai bagian dari kontrak, Elbit akan menyediakan beberapa konfigurasi seluler, stasioner, dan sistem terintegrasi ReDrone bersama dengan paket dan pelatihan.


ReDrone terdiri dari radar DAiR Elbit, sensor intelijen sinyal, dan muatan elektro-optik COAPS-L, yang memberikan gambaran udara terintegrasi yang ditingkatkan serta kemampuan serangan elektronik kelas atas. Semua dapat sepenuhnya diarahkan oleh sistem perintah-dan-kontrol terpadu.


Sistem tersebut, menurut situs Elbit, dapat melindungi pasukan kombatan, baik yang diam atau bergerak, serta fasilitas dan perbatasan penting. Ini memutus komunikasi drone dengan operatornya dan memblokir penggunaan GPS.

Sumber: Republika

Tags: dronekerjasama israel belandasistem anti dronesistem anti drone israel
ShareTweetPin
Previous Post

Warga Korsel tidak Peduli dengan Simulasi Perlindungan dalam Latihan Perang

Next Post

Respons Rusia Atas Rencana Pembuangan Air Limbah Radioaktif Fukushima

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.