Senin, April 20, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Partai Pheu Thai Bentuk Koalisi dengan Partai Pro-Militer Thailand

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (22/08/2023) - 12:36 WIB
in INTERNASIONAL
0
Pemimpin partai Pheu Thai Chonlanan Srikaew.

#image_title

 BANGKOK — Partai Pheu Thai pada Senin (21/8/2023) mengumumkan bahwa mereka berencana membentuk pemerintahan baru dengan koalisi 11 partai yang mencakup dua partai pro-militer. Dua partai pro-militer itu berafiliasi dengan mantan perdana menteri Prayuth Chan-ocha.

Parlemen Thailand diperkirakan akan mengukuhkan perdana menteri ke-30 pada Selasa (22/8/2023), setelah kebuntuan selama tiga bulan pascapemilu pada Mei.  Pemimpin Pheu Thai, Chonlanan Srikaew mengatakan, mitra koalisi sepakat mencalonkan taipan real estate Srettha Thavisin sebagai pemimpin baru.


Pheu Thai menempati posisi kedua dalam pemilihan. Partai ini mendapat kesempatan untuk membentuk pemerintahan setelah anggota Senat yang konservatif tidak mendukung kandidat dari Partai Move Forward yang progresif.

Banyak anggota Senat, yang ditunjuk oleh pemerintahan militer yang dipimpin Prayuth, menentang pemimpin Move Forward, Pita Limjaroenrat sebagai perdana menteri. Karena Pita memiliki agenda untuk mereformasi undang-undang yang melarang pencemaran nama baik keluarga kerajaan Thailand. 

 


Kritikus mengatakan undang-undang tersebut telah disalahgunakan sebagai senjata politik. Senator dianggap sebagai penjaga nilai-nilai royalis konservatif tradisional.

Partai Pheu Thai kemudian mengeluarkan Move Forward dari koalisinya. Pheu Thai mengatakan, seruan Move Forward untuk mereformasi undang-undang pencemaran nama baik kerajaan tidak dapat mengumpulkan cukup dukungan dari partai lain, termasuk Senat untuk menyetujui perdana menteri baru.

Koalisi yang dipimpin Pheu Thai memegang 314 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat yang beranggotakan 500 orang. Pheu Thai memerlukan dukungan dari Senat untuk mencapai mayoritas dalam pemungutan suara gabungan di parlemen.


Sementara Move Forward tidak akan mendukung calon perdana menteri mana pun dari koalisi yang mencakup partai-partai dari pemerintahan yang didukung militer.


Pada Senin, Pheu Thai mengumumkan koalisinya mencakup dua partai yang didukung militer yaitu Palang Pracharath dengan 40 kursi, dan United Thai Nation dengan 36 kursi. Kedua partai itu terkait dengan Prayuth, yang berkuasa sejak dia memimpin kudeta militer pada 2014 sebagai panglima militer.

Pheu Thai adalah salah satu partai dari serangkaian partai lainnya yang berafiliasi dengan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, seorang populis miliarder yang digulingkan oleh kudeta militer pada 2006. Kudeta tersebut memicu pergolakan dan perpecahan selama bertahun-tahun, yang mempertemukan kelompok mayoritas miskin di wilayah pedesaan di utara yang mendukung Thaksin melawan kaum royalis, militer, dan pendukung mereka di wilayah perkotaan.


Pheu Thai banyak dikritik oleh beberapa pendukungnya karena mengingkari janji pra pemilu untuk tidak bergandengan tangan dengan partai-partai pro-militer.


Thaksin dan putrinya Paetongtarn Shinawatra mengatakan, dia berencana kembali ke Thailand pada Selasa sebelum pemungutan suara Parlemen. Kembalinya Thaksin mengakhiri pengasingannya selama bertahun-tahun untuk menghindari hukuman penjara dalam beberapa kasus kriminal yang disebutnya bermotif politik.

Paetongtarn, anggota penting Pheu Thai meminta maaf kepada orang-orang yang kecewa dengan keputusan Pheu Thai untuk membentuk koalisi dengan partai-partai pro-militer.  Dia mengatakan, langkah ini diperlukan karena Pheu Thai tidak mampu meraih kemenangan telak dalam pemilu pada Mei.


Pemimpin Pheu Thai, Chonlanan mengatakan, keputusan tersebut diambil karena partai dan mitra koalisinya melihat ada kebutuhan untuk segera menyelesaikan permasalahan negara. Termasuk meningkatkan perekonomian dan mengakhiri perpecahan politik.

“Meskipun ada partai-partai dari pemerintahan yang akan keluar dalam koalisi, semua partai akan bekerja sama dengan Pheu Thai secara efisien dan melayani kepentingan terbaik masyarakat. Partai-partai koalisi akan menggunakan kesempatan ini sebagai awal untuk membangun cinta, harmoni dan rekonsiliasi masyarakat di negara ini, dan akan bekerja sama untuk menciptakan kesejahteraan bagi negara dan masyarakat di masa depan,” ujar Chonlanan.


Chonlanan mengatakan, koalisi setuju untuk mendukung platform Pheu Thai dalam meningkatkan perekonomian, meningkatkan upah minimum dan mengakhiri wajib militer.  Dia juga mengatakan, mereka akan mendukung kelanjutan legalisasi ganja medis dan berupaya mengamandemen konstitusi untuk membuat negara menjadi lebih demokratis, namun tidak menyentuh undang-undang pencemaran nama baik kerajaan.



 

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: militer thailandpartai pheu thaipemilu thailandperdana menteri thailand
ShareTweetPin
Previous Post

Mahasiswa ITB: Orasi Pelangi Pengenalan Himpunan, Kok Jadi ke LGBT?

Next Post

Ada Celah Kampanye LGBT, Orang Tua Diminta Dampingi Anak Menonton Konten Medsos

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi di Lima Daerah Jelang Idulfitri

Gubernur Mualem: Penyesuaian JKA Tidak Ubah Nilai Perjuangan dan Keadilan Sosial

Senin (20/04/2026) - 13:51 WIB
Tak Lagi Sekadar Mayam, The Palace Jeweler Bongkar Cara Lama Jual Beli Emas di Aceh

Tak Lagi Sekadar Mayam, The Palace Jeweler Bongkar Cara Lama Jual Beli Emas di Aceh

Minggu (19/04/2026) - 14:08 WIB
Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Kelola Persiraja Banda Aceh

Dek Gam Tegaskan Laga Persiraja vs Garudayaksa Bukan Sekadar Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 22:49 WIB
Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Sabtu (18/04/2026) - 21:48 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 21:42 WIB
5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.