Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Hasil Penelitian: Mumi Manusia Es Keturunan Petani dari Turki

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (18/08/2023) - 06:52 WIB
in INTERNASIONAL
0
Mumi manusia es Oetzi keturunan dari petani Turki.

#image_title

Mumi manusia es Oetzi keturunan dari petani Turki.

 NEW YORK — Oetzi si Manusia Es memiliki penampilan baru. Beberapa dekade setelah mumi gletser yang terkenal ditemukan di Pegunungan Alpen Italia, para ilmuwan telah menggali kembali DNA-nya untuk memberikan gambaran yang lebih baik tentang pemburu kuno tersebut.

Para peneliti menentukan, bahwa Oetzi sebagian besar adalah keturunan petani dari Turki saat ini. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Cell Genomics, kepala mumi itu lebih botak dan kulitnya lebih gelap dari yang diperkirakan sebelumnya.

Oetzi yang hidup lebih dari 5.000 tahun yang lalu, membeku menjadi es setelah terbunuh oleh panah di punggungnya. Mayatnya diawetkan sebagai “mumi alami” hingga 1991.

Pejalan kaki menemukan Oetzi bersama beberapa pakaian dan perlengkapannya, termasuk kapak tembaga, busur besar, dan topi kulit beruang. Sejak itu, banyak peneliti bekerja untuk mengungkap lebih banyak tentang mumi yang dipajang di Museum Arkeologi South Tyrol di Bolzano, Italia.

 

Arsip awal genom Oetzi diterbitkan pada 2012. Namun penelitian DNA kuno telah maju sejak saat itu, sehingga para ilmuwan memutuskan untuk melihat kembali gen manusia es. Penulis studi dan ahli genetika di Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology Jerman Johannes Krause menyatakan, para ahli menggunakan DNA yang diekstraksi dari tulang pinggul mumi.

“Genom yang diperbarui memberikan wawasan yang lebih dalam tentang sejarah mumi ini,” kata Andreas Keller dari Saarland University Jerman yang mengerjakan versi sebelumnya tetapi tidak terlibat dengan studi terbaru.

Berdasarkan genom baru, menurut penulis studi dan kepala Institute for Mummy Studies di Eurac Research Albert Zink, penampilan Oetzi ketika meninggal sekitar usia 45 sangat mirip dengan penampilan mumi hari ini. Dia berkulit gelap dan tidak memiliki banyak rambut.

Para ilmuwan sebelumnya mengira manusia es itu berkulit lebih terang dan lebih berbulu tetapi mayat muminya telah berubah seiring waktu. Genomnya juga menunjukkan peningkatan kemungkinan obesitas dan diabetes.

Zink menyatakan, nenek moyang mumi itu menunjukkan bahwa tinggal di antara populasi yang terisolasi di Pegunungan Alpen. Sebagian besar orang Eropa saat ini memiliki campuran gen dari tiga kelompok, petani dari Anatolia, pemburu-pengumpul dari barat, dan penggembala dari timur. Namun 92 persen keturunan Oetzi hanya berasal dari petani Anatolia, tanpa banyak percampuran dari kelompok lain. 

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: mumi manusia esmumi manusia es keturunan turkioetzi manusia espetani turki
ShareTweetPin
Previous Post

Perayaan Kemerdekaan RI, Pj Gubernur Babel Ajak Generasi Muda Bersama Bangun Bangsa

Next Post

Perjalanan Prancis Sebagai Kekuatan Eropa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

APBA Aceh 2027 Direncanakan Rp10,37 Triliun, Fokus Pemulihan Pascabencana

APBA Aceh 2027 Direncanakan Rp10,37 Triliun, Fokus Pemulihan Pascabencana

Selasa (27/10/2026) - 01:43 WIB
Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

Selasa (27/10/2026) - 01:39 WIB
Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

Selasa (27/10/2026) - 01:37 WIB
Polda Aceh Gelar Operasi Patuh Seulawah Selama 14 Hari, Ini Sasarannya

Polda Aceh Gelar Operasi Patuh Seulawah Selama 14 Hari, Ini Sasarannya

Selasa (27/10/2026) - 01:35 WIB
Foto Cerita Banjir Aceh Karya Chaideer Mahyuddin Raih Silver Asian Media Awards 2026

Foto Cerita Banjir Aceh Karya Chaideer Mahyuddin Raih Silver Asian Media Awards 2026

Senin (26/10/2026) - 23:43 WIB
Dampingi Kapolri di Pidie, Dek Fadh Dukung Pemberantasan Narkoba di Aceh

Dampingi Kapolri di Pidie, Dek Fadh Dukung Pemberantasan Narkoba di Aceh

Jumat (23/10/2026) - 20:47 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.