Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Mantan Jenderal Israel: Tak Ada Demokrasi di Israel

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (14/08/2023) - 16:41 WIB
in INTERNASIONAL
0
Amiram Levin mengomentari tentang kehidupan di wilayah pendudukan Palestina dan mengatakan tak ada demokrasi di Israel

#image_title

TEL AVIV – Seorang mantan jenderal Israel, Amiram Levin, menyebut Israel telah melakukan apartheid dan kejahatan perang serupa Nazi Jerman. Levin, yang pernah menjabat sebagai kepala Komando Utara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan wakil kepala Badan Intelijen Israel (Mossad), merupakan purnawirawan jenderal terpandang dan dihormati di Israel.

Dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Israel, Kan Reshet Bet, Amiram Levin mengomentari tentang kehidupan di wilayah pendudukan Palestina. “Tidak ada demokrasi di sana selama 57 tahun. Itu adalah apartheid total,” ujarnya, Ahad (13/8/2023), dikutip laman Al Araby.

“IDF, yang dipaksa untuk menjalankan kedaulatan di sana (wilayah pendudukan Palestina), sedang membusuk dari dalam. Ia berdiri saja, melihat para perusuh pemukim dan mulai menjadi mitra kejahatan perang. Ini adalah proses yang dalam” tambah Levin.

Ketika menceritakan keprihatinannya tentang kehidupan di wilayah pendudukan Palestina, Levin menyinggung tentang tindakan Nazi Jerman. “Sulit bagi kami untuk mengatakannya, tapi itulah kenyataannya. Berjalan di sekitar Hebron, lihat jalanan. Jalan-jalan di mana orang Arab tidak lagi diizinkan untuk pergi, hanya orang Yahudi. Itulah yang terjadi di sana (Jerman Nazi), di negeri yang gelap itu,” ucapnya.

Komentar Levin tentang kehidupan apartheid di wilayah pendudukan Palestina muncul setelah dia mengkritik keras Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich. Menurut Levin, kedua menteri di kabinet pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu berusaha menyeret Israel ke dalam kejahatan perang.

Itamar Ben-Gvir adalah tokoh sayap kanan yang dikenal anti-Arab. Awal bulan ini dia mendorong percepatan aneksasi wilayah Tepi Barat secara keseluruhan. Ben-Gvir mengklaim bahwa Tepi Barat merupakan bagian dari Israel.

“Kedaulatan harus diterapkan di wilayah Yudea dan Samaria (nama yang digunakan Israel untuk merujuk Tepi Barat). Ini adalah tanah kita,” kata Ben-Gvir saat berbicara dengan Israel Army Radio, dikutip laman Days of Palestine, 2 Agustus 2023 lalu.

Pada kesempatan itu, dia pun menyerukan agar pergerakan warga Palestina di Tepi Barat dibatasi. “Hak pemukim Israel untuk hidup mendahului hak orang Palestina untuk bergerak,” ujarnya.

Pada 27 Juli 2023 lalu, Ben-Gvir memimpin ratusan pemukim Yahudi Israel menggeruduk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Para pemukim masuk melalui Gerbang Maghrebi, kemudian melakukan doa atau ritual Talmud di bawah penjagaan pasukan keamanan Israel. “Tempat ini penting bagi kita dan kita harus kembali ke sana dan membuktikan kedaulatan kita. Persatuan bangsa Israel itu penting,” ujar Ben-Gvir dalam sebuah pesan video, dikutip Middle East Monitor.

Selama Ben-Gvir dan ratusan pemukim Yahudi melaksanakan kegiatannya, pasukan Israel mencegat warga Palestina yang ingin menunaikan salat memasuki kompleks Al-Aqsa. Pasukan Israel menghalau mereka di gang-gang Kota Tua Yerusalem yang mengarah ke situs tersuci ketiga umat Islam tersebut.

Aksi Ben-Gvir dan ratusan pemukim Yahudi Israel tersebut dikecam negara-negara Muslim, termasuk oleh Indonesia. “Untuk kesekian kalinya, Israel melakukan aksi provokasi yang dapat memperburuk stabilitas dan situasi keamanan di kawasan. Indonesia mengecam aksi provokasi Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa sebagai pelanggaran hukum internasional dan status quo Yerusalem,” tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI lewat akun X (Twitter) resminya, 28 Juli 2023 lalu.

Indonesia mendesak Israel menghormati status quo Yerusalem dan menghentikan segala tindakan yang semakin memperkeruh kondisi keamanan di kawasan. “Indonesia juga menekankan kembali pentingnya proses perdamaian Palestina-Israel berdasarkan solusi dua negara sesuai parameter internasional,” kata Kemlu RI.

Sejak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikukuhkan pada Desember 2022, Ben-Gvir telah tiga kali memasuki kompleks Al-Aqsa. Dua kunjungan sebelumnya terjadi pada Januari dan Mei lalu. Kedatangan Ben-Gvir ke kompleks Al-Aqsa selalu dikecam oleh negara-negara Arab dan Muslim karena dianggap provokatif serta mengabaikan kesucian situs Islam tersebut.

Sumber: Republika

Tags: Amiram Levinapartheidapartheid israeldemokrasi israelkejahatan perang israelmantan jenderal IsraelMossadnazi israel
ShareTweetPin
Previous Post

Para Peserta Antusias Ramaikan Turnamen Bola Voli Antaranak Muda di Rembang

Next Post

Warga Aceh Besar Mau Beli LPG Rp 18 ribu? Yuk Serbu Operasi Pasar di Tanggal ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Jumat (26/06/2026) - 22:33 WIB
Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Jumat (26/06/2026) - 17:29 WIB
Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Jumat (26/06/2026) - 17:25 WIB
Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Jumat (26/06/2026) - 17:22 WIB
Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Kamis (25/06/2026) - 13:52 WIB
ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

Selasa (23/06/2026) - 23:08 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.