Rabu, Juni 17, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Empat Imigran Nigeria Bersembuyi di Bagian Kemudi Kapal Selama 14 Hari

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (02/08/2023) - 11:48 WIB
in INTERNASIONAL
0
Salah satu kapal imigran gelap (ilustrasi).

#image_title

 SAO PAULO — Empat orang warga negara Nigeria nekad menjadi imigran dengan menumpang secara tersembunyi di bagian kemudi kapal laut. Keempat orang itu akhirnya diselamatkan oleh petugas keamanan Brasil. 


Pada hari kesepuluh mereka di lautan, empat imigran asal Nigeria ini telah bertahan dalam pelayaran menyeberangi Samudra Atlantik. Mereka bertahan di luar buritan (bagian belakang) kapal, di ruang kecil di atas kemudi kapal kargo yang cukup besar.


Menurut pengakuan mereka, pada hari ke 10  mereka telah kehabisan makanan dan minuman. Mereka bertahan hidup selama empat hari selanjutnya, hanya dengan meminum air laut yang mereka ambil hanya beberapa meter di bawah mereka, sebelum akhirnya diselamatkan oleh polisi federal Brasil di pelabuhan tenggara Vitoria.


Perjalanan mereka yang luar biasa dan menantang maut melintasi lautan sejauh 5.600 kilometer (3.500 mil) semakin memperlihatkan bagaimana risiko yang siap diambil oleh sebagian imigran untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

 


“Itu adalah pengalaman yang mengerikan bagi saya,” kata Thankgod Opemipo Matthew Yeye, 38 tahun, salah satu dari empat orang Nigeria, dalam sebuah wawancara di tempat penampungan gereja Sao Paulo. “Di atas kapal itu tidak mudah. Saya gemetar, sangat takut. Tetapi akhirnya saya bisa berada di sini,” terangnya.


Kelegaan mereka karena telah berhasil  diselamatkan, dan mereka segera berganti dengan keterkejutan. Keempat orang tersebut mengatakan bahwa mereka berharap bisa mencapai Eropa dan terkejut ketika mengetahui bahwa mereka ternyata mendarat di sisi lain Atlantik, di Brasil. Dua dari mereka telah dikembalikan ke Nigeria atas permintaan mereka, sementara Yeye dan Roman Ebimene Friday, seorang pria berusia 35 tahun dari negara bagian Bayelsa, telah mengajukan permohonan suaka di Brasil.


“Saya berdoa agar pemerintah Brasil mengasihani saya,” kata Friday, yang pernah mencoba melarikan diri dari Nigeria dengan menggunakan kapal, tetapi ditangkap oleh pihak berwenang di sana.


Keduanya mengatakan bahwa kesulitan ekonomi, ketidakstabilan politik dan kejahatan telah membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan selain meninggalkan negara asalnya, Nigeria. Negara terpadat di Afrika ini memiliki masalah kekerasan dan kemiskinan yang sudah berlangsung lama, dan penculikan merupakan hal yang endemik.


Yeye, seorang pendeta pantekosta dari negara bagian Lagos, mengatakan bahwa kebun kacang dan kelapa sawitnya hancur akibat banjir tahun ini, sehingga ia dan keluarganya kehilangan tempat tinggal. Ia berharap mereka sekarang dapat bergabung dengannya di Brasil.


Friday mengatakan perjalanannya ke Brasil dimulai pada tanggal 27 Juni, ketika seorang teman nelayan mendayungnya ke buritan kapal Ken Wave yang berbendera Liberia, berlabuh di Lagos, dan meninggalkannya di kemudi. 


Yang mengejutkannya, ia menemukan tiga orang sudah berada di sana, menunggu kapal berangkat. Friday mengaku sangat ketakutan. Dia belum pernah bertemu dengan rekan-rekan barunya di kapal dan takut mereka bisa melemparkannya ke laut kapan saja.


Saat kapal bergerak, Friday mengatakan bahwa keempat orang tersebut berusaha keras untuk tidak ditemukan oleh awak kapal, yang mereka khawatirkan akan memberikan mereka kuburan berair. “Mungkin jika mereka menangkap Anda, mereka akan melemparkan Anda ke dalam air,” katanya. 


“Jadi kami belajar untuk tidak membuat keributan.” Menghabiskan waktu dua minggu dalam jarak yang sangat dekat dengan Samudra Atlantik sangatlah berbahaya.


Untuk mencegah diri mereka jatuh ke dalam air, Friday mengatakan bahwa mereka memasang jaring di sekeliling kemudi dan mengikatkan diri mereka dengan tali. Ketika melihat ke bawah, ia mengatakan bahwa ia bisa melihat “ikan-ikan besar seperti paus dan hiu.” Karena kondisi yang sempit dan suara mesin yang bising, tidur pun jarang terjadi dan berisiko. “Saya sangat senang ketika kami diselamatkan,” katanya.


Pastor Paolo Parise, seorang pastor di tempat penampungan Sao Paulo, mengatakan bahwa ia pernah menemukan kasus-kasus penumpang gelap lainnya, tetapi tidak pernah ada yang sebegitu berbahayanya. Perjalanan mereka menjadi bukti betapa jauhnya orang-orang akan pergi untuk mencari awal yang baru, katanya. “Orang-orang melakukan hal-hal yang tak terbayangkan dan sangat berbahaya.”

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: imigran gelapimigran nigeriakrisis imigran
ShareTweetPin
Previous Post

Kuasa Hukum Hitakara Bantah Ada Proses Kasasi Putusan PKPU

Next Post

Dishub Lampung Usul Pengoperasian Kembali Jembatan Timbang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

140 Dosen Pemula di Aceh Ikuti PKDP 2026 di UIN Ar-Raniry

140 Dosen Pemula di Aceh Ikuti PKDP 2026 di UIN Ar-Raniry

Rabu (17/06/2026) - 16:34 WIB
Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Kemiskinan

Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Kemiskinan

Rabu (17/06/2026) - 16:31 WIB
Kembali dari Tanah Suci, Jamaah Haji Sabang Disambut Penuh Syukur

Kembali dari Tanah Suci, Jamaah Haji Sabang Disambut Penuh Syukur

Rabu (17/06/2026) - 16:28 WIB
BKKBN Aceh Lantik 41 ASN dan Pejabat Fungsional, Perkuat Layanan Program Bangga Kencana

BKKBN Aceh Lantik 41 ASN dan Pejabat Fungsional, Perkuat Layanan Program Bangga Kencana

Rabu (17/06/2026) - 14:48 WIB
Zulkifli H. Adam Resmi Pimpin DPD PAN Sabang

Zulkifli H. Adam Resmi Pimpin DPD PAN Sabang

Senin (15/06/2026) - 16:10 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Aceh Terjunkan Petugas ke Seluruh Pelosok Serambi Mekkah

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Aceh Terjunkan Petugas ke Seluruh Pelosok Serambi Mekkah

Senin (15/06/2026) - 15:51 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.