BANDA ACEH | LENSA KITA – Seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun bernama Rijalul Fikri yang tenggelam dan hilang di Krueng Aceh, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh hingga saat ini belum ditemukan.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Budiono mengatakan korban merupakan warga Desa Kuta Alam (sebelumnya tertulis Desa Tanggul) Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Tim SAR melakukan pencarian dengan alat pendeteksi korban atau Aqua Eye Equipment Device.
“Pukul 12.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi korban terakhir terlihat dengan dibantu alat pendeteksi korban atau Aqua Eye Equipment Device, hasil penyelaman masih nihil,” kata Budiono, Minggu (12/6/2022) malam.
Budiono menjelaskan, Basarnas Banda Aceh, melakukan pencarian dengan membagi tim pencari yakni tim 1 berjumlah 5 orang menggunakan LCR atau perahu karet melakukan pencarian di permukaan air di sekitar LKP hingga Radius 1 kilometer (Km).
Kemudian tim 2 berjumlah 4 orang menggunakan LCR milik BPBD Kota Banda Aceh melakukan penyisiran sejauh 1 km ke arah hilir dari LKP.
Selanjutnya, tim 3 berjumlah 4 orang menggunakan LCR Airud melakukan penyisiran di sepanjang bibir sungai sejauh 1 km.
“Tim melakukan pencarian hingga pukul 20.00 WIB dengan hasil pencarian masih nihil,” ujarnya.
Menurutnya, pencarian terhadap korban akan dilanjutnya pada besok, Senin (12/6/2022) pagi. Operasi SAR akan dilanjutkan kembali dengan metode pencarian pembagian tiga tim.
Tim 1 menggunakan LCR Basarnas Banda Aceh berjumlah 5 orang akan melakukan pencarian permukaan air hingga radius 5 km hilir dari LKP.
Kemudian tim 2 menggunakan LCR BPBD Kota Banda Aceh berjumlah 4 orang melakukan penyisiran permukaan air dengan radius 3 km hilir LKP.
Selanjutnya, tim 3 menggunakan LCR Polairud berjumlah 4 orang melakukan penyisiran sepanjang 5 km
“Penyelaman dengan Aqua Eye masih dilakukan terhadap lokasi yang dicurigakan keberadaan korban,” ucapnya.








