Jumat, Juni 5, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Mengulik Akar Krisis Ekonomi yang Melanda Sri Lanka

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (19/05/2022) - 14:26 WIB
in INTERNASIONAL
0
Warga Sri Lanka mengantre untuk membeli minyak tanah untuk memasak di luar stasiun pengisian bahan bakar di Kolombo, Sri Lanka, Rabu, 11 Mei 2022.

Kombinasi pandemi, kenaikan harga, dan kebijakan populis sebabkan krisis Sri Lanka.

 KOLOMBO — Kondisi Sri Lanka kian suram akibat krisis ekonomi terparah sepanjang sejarahnya sejak merdeka dari Inggris 1948. Akar penyebab krisis pun dikulik mulai dari salah urus ekonomi oleh pemerintah, penurunan lalu lintas turis oleh karena pembatasan Covid, inflasi, hingga kenaikan harga energi.


Perdana Menteri Perdana Menteri baru Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengatakan pasokan bahan bakarnya hanya cukup untuk sehari lagi. Negaranya pun membutuhkan dana asing untuk impor bahan penting.


Ia juga terpaksa mengizinkan pencetakan uang untuk membayar pegawai sektor negara bagian dan untuk barang dan jasa penting. Usulan juga muncul untuk penjualan Sri Lanka Airlines sebagai bagian dari upaya menstabilkan keuangan negara. Maskapai kehilangan 45 miliar rupee Sri Lanka (128 juta dolar AS) pada tahun keuangan yang berakhir Maret 2021.

Para ahli meyakini bahwa kombinasi dari berbagai faktor termasuk penurunan lalu lintas turis karena pembatasan terkait COVID-19, kenaikan harga energi, ditambah dengan langkah-langkah populis yang menguapkan cadangan devisa menyebabkan melonjaknya inflasi dan krisis saat ini.


Pada Maret lalu, kekurangan obat-obatan, bahan bakar, dan barang-barang penting lainnya menjadi genting, sehingga pemerintah harus membatalkan ujian sekolah bagi jutaan siswa setelah kehabisan kertas cetak. Kolombo perlu membayar utang sekitar 6,9 miliar dolar AS tahun ini. Tetapi cadangan mata uang asingnya saat ini mencapai sekitar 2,3 miliar dolar AS.


Kendati demikian Bank Sentral Sri Lanka (CBSL) telah mengemukakan keyakinan bahwa Sri Lanka tak akan gagal bayar utang. Meskipun pihak berwenang Sri Lanka telah mengakui bahwa mereka menghadapi kesulitan yang semakin meningkat dalam menyelesaikan tagihan impor karena krisis dolar, terutama untuk impor bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.


 Aliran masuk devisa ke Tanah Air sempat menurun, pertama akibat dampak serangan Minggu Paskah terhadap sektor pariwisata pada 2019, lalu akibat merebaknya pandemi global. Krisis cadangan devisa menciptakan kekurangan bahan bakar yang parah yang menyebabkan pemadaman listrik setiap hari dan kekurangan makanan, obat-obatan, semen, dan barang-barang penting lainnya.

Antrean panjang di depan toko kelontong, apotek, dan depot bahan bakar di banyak bagian negara kepulauan itu menyebabkan keresahan publik. Banyak peti kemas terjebak di pelabuhan Kolombo selama beberapa hari karena importir gagal mendapatkan Letter of Credit (LOC) dari bank.


Pemerintah telah membatasi impor pupuk kimia dan bahan kimia pertanian (insektisida dan herbisida) pada Mei 2021. Meskipun pemerintah membenarkan larangan untuk mempromosikan pertanian organik di dalam negeri dan mencegah arus keluar mata uang asing, hal itu menyebabkan penurunan penghasilan pertanian secara tiba-tiba. Pakar pertanian mengatakan langkah itu membutuhkan persiapan bertahun-tahun.


Terletak di Samudra Hindia di barat daya Teluk Benggala, negara kepulauan Asia Selatan yang berbentuk buah pir, Sri Lanka berada dalam pergolakan krisis ekonomi dan politik terburuk yang pernah ada. Sembilan orang tewas dan lebih dari 300 terluka dalam kekerasan massa awal pekan ini, dan properti milik keluarga Rajapaksa yang berkuasa dan sekutu politik mereka dirusak.


Pasukan Sri Lanka harus melakukan operasi sebelum fajar untuk menyelamatkan Mahinda Rajapaksa, yang telah mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri pada 9 Mei. Adiknya Presiden Gotabaya Rajapaksa masih menjabat. Sementara Mahinda dibawa ke pangkalan angkatan laut, pengadilan telah melarang dia, putra politisinya Namal, dan 15 sekutunya meninggalkan negara itu.


Ia pun digantikan oleh Ranil Wickremesinghe (73 tahun) yang menjabat untuk keenam kalinya, tidak pernah menyelesaikan masa jabatan penuh. Seperti dilansir laman Anadolu Agencies,  para pemimpin agama seperti pendeta Buddha Omalpe Sobitha Thero dan kepala Gereja Katolik Sri Lanka, Kardinal Malcolm Ranjith, telah menentang pengangkatannya dan menyerukan solusi konkret untuk mengatasi kesengsaraan ekonomi dan protes publik.  

Sumber: Republika

Tags: andemi covid-19cadangan devisaharga minyakinflasikrisis ekonomikrisis ekonomi sri lankapenyebab krisis sri lankasri lankawisata
ShareTweetPin
Previous Post

Bank Dunia Gelontorkan 30 Miliar Dolar AS Atasi Kerawanan Pangan

Next Post

Saatnya Tuntaskan Dendam Piala AFF

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Basarnas Kerahkan Drone dan K-9 Cari Pendaki Hilang di Gunung Seulawah

Basarnas Kerahkan Drone dan K-9 Cari Pendaki Hilang di Gunung Seulawah

Kamis (04/06/2026) - 21:29 WIB
Terima Opini WTP dari BPK, Wali Kota Sabang Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

Terima Opini WTP dari BPK, Wali Kota Sabang Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

Kamis (04/06/2026) - 21:26 WIB
Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Kamis (04/06/2026) - 16:29 WIB
Menag Tegaskan Zakat Tidak Boleh Digunakan di Luar Asnaf

Menag: Jabatan Adalah Amanah, Jangan Tergoda Gratifikasi dan Suap

Kamis (04/06/2026) - 16:23 WIB
Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Aceh Menurun

Penumpang Pesawat dan Kapal di Aceh Turun pada April 2026

Kamis (04/06/2026) - 16:13 WIB
Malaysia Dominasi Kunjungan Turis ke Aceh Oktober 2024

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 14,75 Persen pada April 2026, Okupansi Hotel Ikut Menguat

Kamis (04/06/2026) - 16:10 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.