Selasa, Juni 9, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Lebih dari 7.000 Sekolah Terlibat Program Organisasi Penggerak pada 2021

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (23/04/2022) - 19:39 WIB
in NASIONAL
0
Ilustrasi. Pada 2021, Program Organisasi Penggerak (POP) yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar telah melibatkan sekitar 7.000 sekolah dan tidak kurang dari 50.000 kepala sekolah, guru, dan pengawas.

Program Organsiasi Penggerak meningkatkan kompetensi sekolah di luar Jawa.

 JAKARTA — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan Program Organisasi Penggerak (POP) yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar pada 2020. Pada 2021, POP telah melibatkan sekitar 7.000 sekolah dan tidak kurang dari 50.000 kepala sekolah, guru, dan pengawas. 


“Ini merupakan bukti, gotong royong bisa dilakukan dan melalui program ini daerah-daerah sasaran yang selama ini sulit mendapatkan intervensi dari pemerintah justru melalui ormas-ormas POP dapat digapai,” ujar Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Praptono, dalam siaran pers, Sabtu (23/4/2022). 


Menurut Praptono, berkat para organisasi masyarakat (ormas) POP, sekolah-sekolah yang berada di daerah Papua, Papua Barat, Sulawesi, Kalimantan Utara, dan termasuk juga yang berada di Sumatra bisa mendapatkan program peningkatan kompetensi. Program yang dibawa pun merupakan program yang sudah teruji dengan praktik baik yang dilakukan oleh para ormas. 


Praptono mengungkapkan, tujuan POP dijalankan adalah dalam rangka perluasan praktik baik capaian hasil peningkatan belajar siswa dalam bidang literasi, numerasi, dan karakter. Hal itu sejalan dengan amanah yang diemban oleh Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, yang merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo bahwa pendidikan harus terlibat aktif dalam mempersiapkan SDM unggul. 


“Anak-anak kita akan berada di era di mana teknologi digital berkembang dengan sangat pesat. Dan untuk membekali generasi Indonesia ke depan maka anak-anak harus punya tiga kompetensi fundamental, yaitu kemampuan atau kompetensi literasi, numerasi, dan karakter,” kata Praptono. 


Untuk itu, menurut Praptono, melalui semangat gotong royong Kemendikbudristek mengajak dan mengundang seluruh ormas melalui program POP untuk mereka menyajikan program-program unggulannya. Program itu, kata dia, lalu pihaknya evaluasi dengan tim asesor yang sudah siapkan, maka ormas yang terpilih itulah yang pihaknya ajak bekerja sama. 


“Untuk mendiseminasikan programnya kepada guru-guru, kepala sekolah, pengawas di sekolah-sekolah sasaran yang sudah dijalin kerja samanya oleh ormas dan dinas pendidikan di kabupaten serta provinsi,” kata Praptono. 


Dalam pelaksanaan POP tahun 2021, Praptono menyampaikan apresiasi kepada pimpinan ormas POP karena tidak mudah menjalankan program tersebut dalam masa pandemi. Banyak kelengkapan organisasi yang harus diselesaikan bersama, mulai dari MoU hingga rencana pelaksanan program awal bulan April program harus mulai tapi akhirnya sekitar bulan September. 


“Saya kira dengan waktu empat bulan ini teman-teman di POP harus bekerja ekstra keras, apalagi pandemi Covid-19 belum selesai tapi anak-anak kita harus segera mendapatkan pelayanan yang terbaik melalui guru-guru yang berkualitas. Itulah sebabnya setelah berjibaku dengan sangat luar biasa akhirnya POP bisa dijalankan di tahun 2021,” kata Praptono. 


Praptono menegaskan, POP bukan hanya program yang satu tahun selesai. Kemendikbudristek menyadari, empat bulan pelaksanaan merupakan waktu yang sangat tidak longgar bagi ormas. Namun tahun 2021 dipandang sebagai titik awal yang luar biasa karena di tahun itulah ormas sudah melatih para guru dan kepala sekolah. 


Dalam artian, kata dia, para guru dan kepala sekolah yang menjadi sasaran program POP sudah mendapatkan pembekalan dan sudah banyak guru-guru langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dari para ormas pada para siswanya. Tantangan terberat dalam implementasi POP di tahun 2021, menurut Praptono adalah keterbatasan pelaksanaan tatap muka. 


“Keterbatasan ini menyebabkan para ormas harus bisa menjalankan programnya secara daring. Saya sangat mengapresiasi tim ormas yang menyiapkan betul modul-modul, perangkat ajar, yang bisa jadi desain awalnya disiapkan untuk pelatihan untuk luring,” kata Praptono. 


Ketua Umum Forum Indonesia Menulis Kalimantan Barat, Fakhrul Arrazi, yang merupakan bagian dari organisasi POP dengan fokus program literasi dan karakter, mengungkapkan, dalam pelaksanaan mereka selenggarakan merupakan program menulis dan membaca cerdas. Kegiatan tersebut sudah mereka lakukan selama sembilan tahun, sejak 2013. 


“Dalam POP kami melibatkan 920 sekolah, dengan total 2.300 guru dan kepala sekolah di 14 kabupaten/kota,” ungkap Fakhrul. 


Fakhrul mengungkapkan, memang banyak tantangan dalam pelaksanaan POP tahun 2021 karena dari 14 kabupaten kota sasaran ormas mereka delapan di antaranya merupakan daerah 3T. Peserta yang ikut intervensi lokasinya tidak hanya di ibu kota kabupaten dan kota, tetapi di daerah pelosok yang menjadi penyemangat untuk ikut serta. 


“Berbagai cara mereka lakukan untuk dapat ikut serta dalam program kami. Salah satu contoh, tanpa akses internet, karena kami melakukan kegiatan secara daring dan barulah di bagian akhir kami laksanakan luring,” terang Fakhrul. 

Sumber: Republika

Tags: kemendikbudristekmerdeka belajarpraptonoprogram sekolah penggerak
ShareTweetPin
Previous Post

Menhub Sebut H-9 Arus Pemudik Sudah Mulai Naik

Next Post

PBB Serukan Kekerasan Pasukan Israel di Al-Aqsa Diselidiki Independen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

Selasa (09/06/2026) - 15:22 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Selasa (09/06/2026) - 12:03 WIB
Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Senin (08/06/2026) - 21:30 WIB
COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

Senin (08/06/2026) - 21:26 WIB
Kemenag Aceh Besar Salurkan 150 Set Meja dan Kursi dari Infaq ASN, Siswa Bisa Belajar Nyaman

Kemenag Aceh Besar Salurkan 150 Set Meja dan Kursi dari Infaq ASN, Siswa Bisa Belajar Nyaman

Senin (08/06/2026) - 17:10 WIB
Pemerintah Aceh dan BAM DPR RI Cari Solusi Sengketa Eks Blang Lancang-Rancong

Pemerintah Aceh dan BAM DPR RI Cari Solusi Sengketa Eks Blang Lancang-Rancong

Senin (08/06/2026) - 17:07 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.