Banda Aceh — Yayasan Wakaf Haroen Aly (YWHA) kembali membuka ruang pembelajaran bagi masyarakat lanjut usia melalui program Madrasah Lansia Angkatan II. Sebanyak 12 peserta dari Banda Aceh dan Aceh Besar mengikuti program yang memadukan pembelajaran agama, kesehatan, psikologi, hingga persiapan menghadapi kehidupan di usia senja.
Program tersebut resmi dibuka Ketua YWHA, Prof M. Yasir Yusuf, di Rumah Wakaf Haroen Aly, Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu (26/9/2026).
Madrasah Lansia Angkatan II merupakan kelanjutan dari program Madrasah Lansia Spesial Ramadhan dan Kelas Reguler Angkatan I yang sebelumnya telah dilaksanakan YWHA.
Program angkatan kedua ini dijadwalkan berlangsung selama 16 kali pertemuan hingga Januari 2027. Kegiatan dilaksanakan setiap Sabtu dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kepakaran di bidang masing-masing.
Ketua YWHA, Prof Yasir Yusuf, mengatakan Madrasah Lansia dirancang sebagai ruang belajar bagi masyarakat lanjut usia agar tetap memiliki kesempatan untuk menambah ilmu, memperkuat ibadah, menjaga kesehatan, sekaligus membangun hubungan sosial.
“Usia lanjut bukan berarti berhenti belajar. Justru pada usia senja, kita perlu semakin memperkuat ilmu, ibadah, kesehatan, dan hubungan sosial agar kehidupan yang dijalani menjadi lebih bermakna,” kata Yasir saat membuka Madrasah Lansia Angkatan II.
Ia menjelaskan, peserta akan mendapatkan beragam materi yang disesuaikan dengan kebutuhan kehidupan di usia lanjut.
Materi tersebut antara lain tahsin Alquran, ilmu tauhid, praktik ibadah, ilmu mawaris, psikologi lansia, sirah nabawiyah, tafsir hadis, serta tafsir Alquran tentang persiapan hari tua.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai konsep harta dalam Islam serta kesehatan fisik dan mental bagi lansia.
“Kita ingin Madrasah Lansia ini menjadi ruang untuk membangun ketenangan, kesehatan, silaturahmi, dan kesiapan menghadapi fase kehidupan di usia senja,” ujarnya.
Menurut Prof Yasir, kehadiran para narasumber dari berbagai bidang diharapkan membuat proses pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berkaitan langsung dengan persoalan yang dihadapi peserta dalam kehidupan sehari-hari.
“Kehadiran para pakar ini diharapkan membuat pendekatan pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan persoalan yang dihadapi peserta dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, keberlanjutan program Madrasah Lansia menjadi bagian dari ikhtiar YWHA dalam mengembangkan pemanfaatan wakaf, khususnya untuk pendidikan dan pembinaan masyarakat.
“Kami berharap para peserta dapat mengikuti proses ini dengan gembira, saling belajar dan saling menguatkan. Yang paling penting, ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal untuk menggapai keberkahan di usia senja,” ujar Prof Yasir.
Sementara itu, salah seorang peserta, Fatimah Yahya, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti Madrasah Lansia dan belajar bersama peserta lainnya.
Ia berharap program tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat lanjut usia yang mendapatkan kesempatan untuk belajar, bersilaturahmi, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan di usia senja.
“Kami bersyukur masih ada yang memfasilitasi para lansia untuk terus belajar. Di usia seperti ini, kami ingin terus memperkuat ibadah, menambah ilmu, bersilaturahmi, dan tetap bisa bahagia menjalani usia senja,” kata Fatimah.[]








