BANDA ACEH | LENSA KITA – Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Aceh, Taufiq Abdul Rahim menilai, perekonomian Kota Banda Aceh tidak terganggu meskipun pusat perbelanjaan terbesar Suzuya Mall terbakar beberapa waktu lalu.
Menurut Taufiq, pusat perbelanjaan modern Suzuya Mall bukanlah satu-satunya yang bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banda Aceh. Tetapi, ada sejumlah pusat bisnis yang juga bisa mendongkar ekonomi Kota Gemilang.
“Kecil sekali hubungan signifikansinya dengan perekonomian Banda Aceh. Jika dikaji dan dianalisis lebih mendalam, tidak terlalu besar bahkan sangat kecil pengaruhnya terhadap ekonomi ril Banda Aceh,” kata Taufiq di Banda Aceh, Jumat (8/4/2022).
Seperti diketahui, pusat perbelanjaan di Kota Banda Aceh, Suzuya Mall hangus terbakar pada Senin, (4/4/2022). Awalnya bangunan berlantai empat itu terbakar dibagian belakang gedung pada siang. Namun pada jam berbuka puasa api kembali membesar dan merambat ke bagian depan bangunan itu.
Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Beruntung, dalam musibah itu, karyawan dan pengunjung mall berhasil selamat dan keluar dari dalam gedung.
Kebakaran tersebut sementara diduga akibat korsleting listrik. Namun hingga saat ini kepolisian dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran dan jumlah kerugian mall tersebut.
Menurut Taufiq, Suzuya Mall Banda Aceh adalah pusat perbelanjaan sebagian masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas. Sementara itu pasar modern dan online lainnya juga berkembang pesat, efektif, efisien dan siap bersaing.
“Jadi tidak terlalu signifikan karena masih banyak pasar tradisional lebih potensial (dari segi PAD-nya),” ujar Taufiq.
Taufiq menjelaskan, secara makro ekonomi terlalu naif jika memiliki ketergantungan dengan Suzuya sebagai pendongkar ekonomi Banda Aceh. Ia menyebutkan, banyak pasar lainnya lebih efektif membangkitkan ekonomi dan pendapatan asli daerah (PAD).
Menurut Taufiq, Suzuya Mall hanya tempat belanja orang-orang untuk prestige, sehingga tidak terlalu berpengaruh banyak sumber PAD. Taufiq meniturkan, masih banyak sumber ekonomi yang bisa dibangkitkan, digairahkan menjadi stimulus dan multiplier effect jika mau diurus oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.
“Jangan terlalu memanjakan kapitalis ekonomi yang belum tentu membantu perekonomian rakyat dan bisa jadi pendapatan asli daerah (PAD) hanya nampak semu seperti fatamorgana,” pungkasnya.










