Jakarta – Gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa (3/3/2026). Masyarakat bisa mengabadikan gerhana bulan ini hanya menggunakan smartphone atau ponsel. Tips memotret gerhana bulan bisa digunakan sebagai panduan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, bahwa secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik.
Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase Totalitas—di mana bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Tips Memotret Gerhana Bulan agar Hasilnya Estetik
Dengan teknik yang tepat, hasil foto akan terlihat jelas meskipun hanya memakai kamera smartphone. Fenomena langka ini tentu sayang jika dilewatkan begitu saja, karena selain indah, gerhana bulan juga menjadi momen bersejarah yang jarang terjadi.
Dikutip dari buku Bumi dan Antariksa Kajian Konsep, Pengetahuan, dan Fakta karya Resyi A, dkk (2021: 310), gerhana bulan adalah fenomena langka yang terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari tidak langsung mengenai permukaan bulan.
Pada bulan Ramadan ini di Indonesia akan terjadi gerhana bulan total, yaitu pada 3 Maret 2026. Bagi yang ingin mengabadikannya, berikut ini adalah tips memotret gerhana bulan total agar hasilnya estetik.
1. Mencari Lokasi dengan Langit Terbuka
Pilihlah tempat yang jauh dari cahaya buatan, misalnya di pinggiran kota, pantai, atau area perbukitan. Semakin minim cahaya lampu sekitar, semakin tajam dan jernih hasil foto gerhana yang bisa Anda dapatkan.
2. Perhatikan Kondisi Cuaca
Sebelum memotret, pastikan cuaca mendukung. Langit yang cerah akan membuat bulan terlihat jelas, sementara awan tebal berpotensi menutupi pemandangan dan mengurangi kualitas hasil foto.
3. Gunakan Mode Manual
Aktifkan mode manual pada kamera ponsel. Dengan fitur ini, Anda bisa bebas menyesuaikan berbagai pengaturan penting seperti ISO dan shutter speed sesuai kebutuhan.
4. Atur ISO dan Shutter Speed
Pada mode manual, sebaiknya setel ISO dan shutter speed pada angka terendah yang tersedia. Tujuannya agar hasil foto lebih tajam dan minim noise, sehingga detail gerhana bulan dapat terekam dengan baik.
5. Sesuaikan Exposure
Selain itu, jangan lupa mengatur exposure. Hampir semua kamera HP kini sudah memiliki fitur pengaturan exposure. Dengan menyesuaikannya, kalian bisa menentukan tingkat kecerahan foto, baik untuk menonjolkan cahaya bulan maupun suasana langit malam di sekitarnya.
6. Manfaatkan Teleskop
Jika ingin hasil foto bulan terlihat lebih besar dan jelas, gunakan bantuan teleskop. Meski HP tidak mendukung lensa tele, kamera HP bisa ditempelkan pada teleskop sehingga menghasilkan bidikan bulan yang lebih detail.
Itulah tips memotret gerhana bulan total untuk hasil yang estetik. Pastikan mengecek cuaca dan memilih langit yang cerah.[]










